Harga XMR, aset kripto asli jaringan Monero, menunjukkan penguatan sepanjang pertengahan Oktober 2026. Kenaikan tersebut berlangsung ketika pengembang Monero melanjutkan pengujian teknologi privasi baru, sementara otoritas Amerika Serikat mengambil langkah terbaru terkait regulasi aset digital.
Berdasarkan data historis CoinMarketCap, harga XMR bergerak dari sekitar US$526,70 pada 12 Oktober menjadi US$564,28 pada 17 Oktober 2026. Perubahan tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 7,1 persen dalam lima hari.
Di balik pergerakan harga tersebut, terdapat dua perkembangan yang patut diperhatikan, yakni kemajuan pengujian teknologi Full-Chain Membership Proofs (FCMP++) dan keputusan Jaringan Penegakan Hukum Kejahatan Keuangan (FinCEN) untuk menarik dua proposal aturan terkait transaksi kripto.
Kedua perkembangan itu berlangsung di tengah perhatian terhadap teknologi privasi keuangan. Meski demikian, belum terdapat bukti langsung yang memastikan bahwa keduanya menjadi penyebab utama penguatan harga XMR.
Monero Uji Upgrade Privasi FCMP++, Apa yang Berubah?
Salah satu perkembangan fundamental Monero datang dari pengujian FCMP++ dan Carrot, dua teknologi yang dirancang untuk memperkuat privasi sekaligus meningkatkan kemampuan jaringan dalam memproses transaksi.
Dalam pengumuman pengembang di GitHub pada 25 September 2026, versi ketiga beta stressnet FCMP++ dan Carrot diperkenalkan dengan sejumlah pembaruan penting.
Rilis tersebut mencakup dukungan hot-cold wallet, peningkatan protokol penyebaran transaksi atau transaction relay versi kedua, dukungan RandomX v2, serta perbaikan sejumlah masalah dari pengujian sebelumnya.
Pengujian ini memasuki tahap berikutnya pada 5 Oktober 2026 melalui hard fork di jaringan uji. Monero Observer kemudian melaporkan bahwa aktivasi pada blok 3.102.800 telah dikonfirmasi dalam pembaruan 6 Oktober.
Perkembangan tersebut penting karena FCMP++ berpotensi mengubah mekanisme perlindungan identitas pengirim transaksi Monero secara mendasar.
Saat ini, Monero menggunakan teknologi ring signature untuk menyamarkan transaksi dengan menggabungkan output asli bersama sejumlah output pengecoh.
Melalui FCMP++, mekanisme tersebut dirancang untuk digantikan dengan pembuktian keanggotaan yang mencakup seluruh output yang memenuhi syarat di blockchain Monero.
Dalam penjelasan resmi pengembang Monero, pendekatan ini bertujuan memperluas kelompok output yang mungkin terkait dengan suatu transaksi, sehingga analisis untuk mengidentifikasi output sebenarnya menjadi jauh lebih sulit.
Sementara itu, Carrot dikembangkan sebagai pembaruan sistem pengalamatan Monero yang menawarkan peningkatan keamanan, privasi, dan kemudahan penggunaan tanpa menghilangkan kompatibilitas dengan alamat yang sudah ada.
Kendati demikian, FCMP++ dan Carrot masih berada dalam tahap pengujian, bukan teknologi yang sudah diaktifkan di jaringan utama atau mainnet Monero.
Selain pengujian tersebut, pengembang juga merilis perangkat lunak Monero versi 0.18.5.4, yang dikenal sebagai Fluorine Fermi, pada Jumat (16/10/2026).
Melalui catatan rilis resminya, pengembang menjelaskan bahwa pembaruan ini berfokus pada perbaikan bug, termasuk masalah pembukaan kembali dompet pada jaringan testnet dan stagenet.
Rilis tersebut bersifat pemeliharaan perangkat lunak dan tidak boleh disamakan dengan peluncuran FCMP++ di mainnet.
Meski belum dapat dikaitkan secara langsung dengan kenaikan harga XMR, kemajuan pengujian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi privasi Monero masih berlangsung.
Aktivitas pengembangan ini juga bukan fenomena baru. Sebelumnya, Blockchainmedia telah menyoroti aktivitas pengembangan sejumlah privacy coin, termasuk Monero, yang tetap aktif melakukan pembaruan teknologi sepanjang 2026.
Kebijakan AS Berubah, Bagaimana Dampaknya terhadap Harga XMR?
Di luar perkembangan teknis, perubahan kebijakan regulasi aset kripto di AS turut menjadi perhatian.
Pada 5 Oktober 2026, FinCEN mengumumkan penarikan dua proposal aturan terkait transaksi aset digital.
Berdasarkan pengumuman resmi FinCEN, proposal pertama berkaitan dengan kewajiban pencatatan, verifikasi identitas, dan pelaporan transaksi tertentu yang melibatkan dompet kripto tanpa kustodian atau unhosted wallet.
Sementara itu, proposal kedua menyangkut kewajiban pelaporan tambahan terhadap aktivitas pencampuran aset kripto atau cryptocurrency mixing.
Proposal tersebut sebelumnya menimbulkan perhatian karena berpotensi memperluas beban kepatuhan lembaga keuangan dalam menangani transaksi yang menggunakan teknologi penyamaran.
Dalam dokumen yang diterbitkan melalui Federal Register, FinCEN menjelaskan bahwa definisi pencampuran kripto yang terlalu luas berpotensi menghambat aktivitas yang sah sekaligus meningkatkan beban pelaporan bagi lembaga keuangan.
Penarikan proposal itu mulai berlaku pada 6 Oktober 2026.
Bagi sektor aset kripto yang mengutamakan privasi, perkembangan tersebut dapat dipandang sebagai perubahan arah pendekatan regulasi AS, meskipun dampaknya terhadap masing-masing aset belum dapat dipastikan.
Monero sendiri memiliki hubungan yang cukup kompleks dengan regulasi. Kemampuan jaringan untuk menyembunyikan identitas pengirim, penerima dan nilai transaksi menjadi keunggulan utamanya, tetapi juga menimbulkan tantangan kepatuhan bagi penyedia layanan aset digital.
Sebagaimana pernah dibahas Blockchainmedia dalam laporan mengenai alasan Monero tidak tersedia di banyak bursa kripto, karakteristik privasi XMR telah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan listing aset tersebut.
Karena itu, penarikan dua proposal FinCEN tidak berarti Monero memperoleh persetujuan regulasi khusus di AS. Keputusan tersebut juga tidak menghapus kewajiban pencegahan pencucian uang yang masih berlaku.
Di sisi lain, penguatan harga XMR belum sepenuhnya diikuti peningkatan aktivitas transaksi di jaringan Monero.
Data yang dihimpun PriFi.info berdasarkan Coin Metrics memperlihatkan bahwa Monero mencatat 27.409 transaksi pada 16 Oktober 2026.
Jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata 30 hari sebanyak 27.794 transaksi per hari, atau terpaut sekitar 1,4 persen.
Temuan itu menunjukkan bahwa penguatan harga XMR pada periode tersebut belum disertai lonjakan aktivitas transaksi harian yang mencolok.
Namun, jumlah transaksi dalam satu hari tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran permintaan terhadap jaringan. Aktivitas pengguna, intensitas transfer, serta perubahan perilaku pelaku pasar perlu diperhatikan dalam periode yang lebih panjang.
Dengan demikian, penguatan harga XMR terjadi bersamaan dengan dua perkembangan penting, yaitu kemajuan pengujian teknologi privasi generasi berikutnya dan penarikan proposal regulasi kripto di AS.
Keduanya menyediakan konteks fundamental bagi Monero, tetapi belum cukup untuk membuktikan hubungan sebab-akibat dengan kenaikan harganya.
Perkembangan berikutnya yang patut dipantau adalah hasil pengujian FCMP++, kepastian jadwal implementasinya di mainnet, serta apakah penguatan harga XMR mulai diikuti peningkatan penggunaan jaringan secara berkelanjutan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


