Harga XRP Anjlok Lebih dari Separuh, Whale XRP Malah Lakukan Hal Ini

Harga XRP mengalami tekanan besar setelah merosot lebih dari separuh dari puncaknya di atas US$3 pada kuartal I 2025.

Di tengah penurunan tersebut, aktivitas whale XRP justru memperlihatkan pola mencolok berupa berlanjutnya deposit dalam jumlah besar ke Binance hingga 2026, berdasarkan analisis on-chain Zakariya Sharif di CryptoQuant.

Koin tersebut dalam analisis Sharif diperdagangkan di sekitar US$0,90, jauh di bawah puncaknya tahun lalu.

Data whale-to-exchange flow Binance menunjukkan perubahan struktural yang telah dimulai sejak akhir 2024 dan belum kembali ke pola historisnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena deposit besar terus berlangsung bukan hanya ketika harga melonjak, tetapi juga sepanjang periode koreksi.

XRP Whale 16 AGS

Jejak Whale XRP Ungkap Perubahan Besar Sejak 2024

Sharif mencatat bahwa sejak 2017 hingga menjelang akhir 2024, deposit XRP berukuran besar ke Binance relatif rendah dan stabil. Lonjakan hanya terjadi dalam beberapa periode singkat, termasuk sekitar Maret 2020 dan awal 2021. Pola yang bertahan selama bertahun-tahun itu kemudian berubah secara signifikan pada penghujung 2024.

Perubahan terjadi bertepatan dengan reli XRP dari sekitar US$0,50 hingga melampaui US$2,50. Ketika harga menguat, lonjakan deposit whale XRP mencapai skala sekitar satu orde magnitudo lebih tinggi dibandingkan tingkat yang terlihat selama tujuh tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Harga XRP Bersiap Lepas Landas? Level Ini Jadi Pemicu Reli

Aktivitas tersebut tidak berhenti ketika harga XRP kemudian mencapai puncaknya di atas US$3.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Sebaliknya, transaksi deposit besar terus terlihat sepanjang 2025 dan berlanjut hingga 2026 ketika harga bergerak turun. Sharif menilai arus aset dari pemegang besar menuju bursa merupakan sinyal dari sisi pasokan.

Koin yang dipindahkan dari dompet pribadi ke platform perdagangan memang belum tentu langsung dijual, tetapi telah tersedia untuk diperdagangkan.

Waktu deposit menjadi bagian penting dari pembacaan tersebut. Peningkatan transfer ketika harga sedang menguat dapat menyerupai pola distribusi karena likuiditas yang lebih dalam memberi ruang lebih besar kepada pemegang besar untuk mengurangi posisi. Namun, dalam kasus XRP, pola itu tetap bertahan ketika harga memasuki fase penurunan.

Interpretasi paling sederhana menurut Sharif adalah pemegang besar masih mengurangi eksposur pada rentang harga yang luas, bukan hanya pada satu level tertentu.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa transfer tersebut juga dapat berasal dari aktivitas operasional, perpindahan antar-bursa maupun restrukturisasi kustodian sehingga tidak seluruh deposit dapat dianggap sebagai aksi jual.

“Arus masuk yang persisten bukan prediksi harga, melainkan menggambarkan pasokan tersedia, bukan permintaan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Dari Rp800 Ribu ke Rp244 Juta, Trader Ini Panen Cuan dari Meme Coin

Karena itu, data whale XRP tersebut tidak dapat digunakan sendirian untuk memastikan arah harga berikutnya. Sharif justru menilai normalisasi deposit sebagai perkembangan yang lebih penting untuk dipantau.

Kembalinya arus whale menuju baseline rendah sebelum 2024 dapat menandakan bahwa proses distribusi telah berakhir, tetapi kondisi tersebut belum terlihat.

Harga Terpuruk, Skenario XRP ke US$7,8 Belum Gugur

Di tengah tingginya arus whale XRP menuju Binance, analis teknikal Celal Kucuker melihat struktur teknikal XRP pada grafik tiga hari belum mengalami penembusan. Harga berada di sekitar US$1 dan sedang menguji zona support kuat sekitar US$0,90–US$1,05, berdekatan dengan level Fibonacci 0,382 di kisaran US$1,05.

XRP analisis 16 AGS

Menurut Kucuker, XRP masih bergerak dalam pola triangle besar. Selama zona tersebut dan garis support utama mampu bertahan, struktur yang menjadi dasar skenario bullish masih valid. Kondisi ini membuat tekanan pasokan yang tercermin dari data on-chain belum otomatis membatalkan peluang pemulihan harga secara teknikal.

Jika support berhasil menahan tekanan jual, proyeksi pada grafik Kucuker membuka peluang kenaikan parabolik sekitar tujuh kali lipat. Target utamanya berada di sekitar Fibonacci 1,414 pada US$7,88, dengan target grafik sekitar US$7,86.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 22 Juli 2026: AAVE, ENA, VIRTUAL, 1INCH dan DOT Beri Sinyal Besar, Trader Mulai Waspada

Apabila momentum berlanjut lebih kuat, resistance berikutnya berada di Fibonacci 1,618 sekitar US$11,74, sementara area sasaran atas terlihat pada kisaran US$11,65–US$11,72. Proyeksi itu tetap kondisional dan bergantung pada kemampuan XRP mempertahankan struktur support jangka panjang.

Risiko yang lebih serius muncul jika harga menembus trendline support bawah yang berada di sekitar US$0,80–US$0,90 dan kemudian mencatat penutupan mingguan di bawahnya. Kucuker menilai kondisi tersebut dapat menjadi indikasi kerusakan formasi dan memaksa skenario bullish dievaluasi ulang.

Dengan demikian, XRP saat ini menghadapi dua dinamika berbeda. Data on-chain memperlihatkan whale XRP belum mengurangi intensitas deposit ke Binance, sedangkan struktur teknikal jangka panjang masih mempertahankan support yang menjadi fondasi skenario pemulihan.

Pergerakan harga berikutnya akan bergantung pada keseimbangan tekanan pasokan tersebut dengan permintaan pasar serta kemampuan XRP mempertahankan zona support utamanya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait