Pergerakan harga XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis menilai aset kripto tersebut tengah berada di titik teknikal yang berpotensi menentukan arah tren jangka panjang.
Di tengah fase konsolidasi yang berlangsung sejak awal tahun, beberapa indikator teknikal dan data on-chain mulai menunjukkan sinyal yang dinilai konstruktif bagi prospek XRP dalam beberapa bulan hingga tahun mendatang.
Salah satu pandangan paling agresif datang dari analis Maxi yang melihat XRP sedang menyelesaikan fase koreksi besar dalam pola falling wedge pada grafik mingguan.
Menurutnya, struktur tersebut berpotensi menjadi fondasi awal bagi reli yang jauh lebih besar apabila sejumlah level penting berhasil dipertahankan dan ditembus dalam periode mendatang.
Elliott Wave XRP Mengarah ke Fase Terkuat, Ini Level Kuncinya
Dalam analisisnya, Maxi menilai XRP masih bergerak di dalam pola falling wedge yang telah terbentuk selama berbulan-bulan. Pola tersebut dikenal sebagai salah satu formasi teknikal yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren bullish setelah periode tekanan jual berkepanjangan.

Ia melihat area US$0,95 hingga US$1,05 sebagai zona support utama yang harus terus dipertahankan. Saat ini, harga XRP masih berada di atas area tersebut, sehingga struktur bullish jangka panjang dinilai belum mengalami kerusakan.
Maxi juga menggunakan pendekatan Elliott Wave untuk memetakan kemungkinan pergerakan berikutnya. Dalam skenario yang dibagikannya, XRP diperkirakan telah menyelesaikan gelombang korektif besar dan berpotensi memasuki Wave III, yang secara historis sering menjadi fase kenaikan paling kuat dalam suatu siklus pasar.
Target awal yang dipantau berada di kisaran US$12 hingga US$13. Setelah itu, pasar berpotensi mengalami koreksi menuju area US$3 hingga US$4,5 untuk membentuk Wave IV sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya.
Apabila struktur tersebut berjalan sesuai proyeksi, target akhir Wave V berada jauh lebih tinggi, yakni di atas US$90 dengan potensi ekstrem mendekati US$100 hingga US$130.
Namun sebelum skenario tersebut dapat terwujud, XRP terlebih dahulu perlu merebut kembali area resistance penting di sekitar US$3 hingga US$3,40 yang selama ini menjadi hambatan utama bagi pemulihan jangka panjang.
Harga XRP Bertahan di Zona Krusial, Peluang Rebound Masih Terbuka
Pandangan lain disampaikan analis Crypto Coral yang menyoroti posisi harga XRP terhadap garis tren turun jangka panjang yang telah beberapa kali menjadi titik reaksi pasar sejak akhir 2024.

Menurutnya, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,11 hingga US$1,15, tepat di atas trendline yang sebelumnya berhasil menahan tekanan jual dan memicu pemulihan harga pada Februari 2025, Oktober 2025, serta kembali diuji pada pertengahan 2026.
Crypto Coral menilai area tersebut kini berfungsi sebagai support dinamis yang sangat penting. Selama harga XRP mampu bertahan di atas garis tren tersebut, peluang pembalikan arah dan pemulihan yang lebih besar masih tetap terbuka.
Dalam skenario bullish, ia memperkirakan momentum kenaikan akan mulai menguat apabila XRP mampu mempertahankan support tersebut dan membentuk pantulan yang meyakinkan. Jika itu terjadi, area US$1,30 hingga US$1,50 menjadi resistance awal yang harus direbut kembali sebelum pasar dapat membangun reli yang lebih kuat.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan trendline berpotensi mengubah struktur teknikal jangka menengah menjadi lebih bearish. Dalam kondisi tersebut, XRP berisiko menguji kembali area US$1,00 dan bahkan turun menuju US$0,90 apabila tekanan jual terus berlanjut.
Karena itu, Crypto Coral menyebut area saat ini sebagai salah satu titik penentu terpenting bagi arah harga XRP dalam beberapa pekan ke depan.
Aktivitas Penarikan di Binance Capai Level Tertinggi Dua Tahun
Selain faktor teknikal, data on-chain terbaru dari CryptoQuant juga menunjukkan perubahan perilaku pengguna XRP di bursa kripto terbesar dunia, Binance.
Analis on-chain di CryptoQuant, Amr Taha, mengungkapkan bahwa transaksi penarikan XRP di Binance telah mendominasi aktivitas jaringan selama tujuh hari berturut-turut sejak 17 Juni. Pada 23 Juni, porsi transaksi penarikan mencapai 53,8 persen, menjadi level tertinggi sejak Juni 2024.

Pada saat yang sama, porsi transaksi deposit XRP turun menjadi 46,1 persen, yang merupakan level terendah sejak 2024. Kondisi tersebut menciptakan selisih sekitar 7,7 poin persentase, dengan aktivitas penarikan berada di atas aktivitas deposit.
Data tersebut menunjukkan perubahan yang cukup pesat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Berdasarkan grafik yang dibagikan CryptoQuant, transaksi penarikan kini menjadi aktivitas dominan dalam jaringan XRP di Binance, sementara transaksi deposit berada pada titik terlemah dalam hampir dua tahun terakhir.
Meski demikian, Amr Taha menekankan bahwa metrik tersebut mengukur jumlah transaksi deposit dan penarikan, bukan nilai dolar maupun jumlah XRP yang berpindah. Karena itu, dominasi penarikan tidak dapat langsung diartikan sebagai sinyal beli atau jual secara tunggal.
Namun, menurutnya, perkembangan yang paling penting adalah konsistensi tren tersebut. Selama satu pekan penuh, aktivitas penarikan XRP berhasil mempertahankan dominasinya di Binance dan mencapai level terkuat sejak Juni 2024, sementara dominasi transaksi deposit justru turun ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


