Di tengah upaya harga XRP mempertahankan pemulihan, analis teknikal Rob Art melihat kemunculan pola yang pernah mendahului reli besar pada dua siklus sebelumnya. Menurutnya, XRP kini kembali bergerak di sekitar area support jangka panjang yang sebelumnya menjadi fase akumulasi.
Analis tersebut menilai XRP saat ini sedang menguji area support penting yang berada di sekitar ascending channel jangka panjang.
Menurutnya, pola serupa pernah muncul pada dua siklus sebelumnya, ketika harga membentuk rangkaian higher low dan higher high di dalam channel tersebut sebelum akhirnya menembus ke atas dan memulai tren kenaikan yang lebih kuat.
Siklus Lama Harga XRP Berulang, Area Akumulasi Kembali Terbentuk
Rob Art menjelaskan bahwa pada siklus 2021 maupun 2023, fase akumulasi terbaik justru terjadi ketika harga XRP bergerak di dalam ascending channel yang terus membentuk struktur kenaikan secara bertahap. Setelah proses tersebut selesai, XRP berhasil keluar dari channel dan melanjutkan reli kuat.

Menariknya, ia mengamati bahwa koreksi sekitar 77 persen dari puncak siklus akan membawa XRP kembali ke dalam area ascending channel yang sama. Berdasarkan grafiknya, zona support utama kini berada di kisaran US$0,85 hingga US$1, yang juga berimpit dengan garis tren naik jangka panjang.
Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut dan mulai membentuk higher low baru, struktur historis dinilai masih tetap terjaga. Kondisi itu dapat menjadi fondasi bagi XRP untuk kembali membangun momentum kenaikan secara bertahap sebelum menguji level resistance yang lebih tinggi.
Meski demikian, Rob Art belum menyimpulkan bahwa reli baru telah dimulai. Ia menilai XRP saat ini masih berada di atas support channel dan belum benar-benar memasuki fase akumulasi penuh seperti pada dua siklus sebelumnya.
Karena itu, pergerakan harga XRP di sekitar area support tersebut akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah pola historis tersebut kembali terulang atau justru gagal terbentuk apabila support utama ditembus.
Pasokan di Bursa Menipis, Aktivitas Jaringan XRP Masih Lesu
Sementara itu, analis PelinayPA di CryptoQuant melihat kondisi on-chain XRP masih memperlihatkan sinyal yang beragam.
Dari sisi pasokan, rasio suplai XRP di bursa alias Exchange Supply Ratio tetap rendah dan dalam beberapa bulan terakhir berada di sekitar 0,03, menandakan jumlah XRP yang tersedia di Binance untuk dijual secara langsung masih terbatas.

Kondisi tersebut dinilai membantu mengurangi tekanan jual sehingga menciptakan lingkungan yang relatif lebih kondusif bagi harga XRP. Namun, di sisi lain, indikator Network Value to Transactions (NVT) Ratio justru kembali meningkat hingga mendekati 89.
Kenaikan rasio ini menunjukkan aktivitas transaksi di jaringan belum mampu mengimbangi nilai pasar XRP, sehingga pemulihan harga belum sepenuhnya didukung oleh peningkatan penggunaan jaringan.
Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,07, naik tipis 0,41 persen dalam 24 jam. Meskipun telah bangkit dari posisi terendah sebelumnya, pergerakan naiknya masih terbatas dan belum mampu membangun momentum bullish yang kuat.
PelinayPA juga mencermati indikator Awesome Oscillator (AO) yang masih bergerak di sekitar garis nol. Hal tersebut menunjukkan tekanan bearish sebagian besar telah mereda, tetapi kekuatan bullish juga belum berkembang sehingga pasar masih berada dalam kondisi netral.
“Tekanan jual mereda, tetapi permintaan belum cukup kuat mendorong kenaikan harga,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, PelinayPA menilai rendahnya suplai XRP di bursa memang menjadi faktor pendukung bagi stabilitas harga. Namun, reli yang lebih kuat dan berkelanjutan kemungkinan baru dapat terjadi apabila aktivitas on-chain serta volume transaksi ikut meningkat.
Tanpa dukungan permintaan yang lebih besar dari jaringan, ruang kenaikan harga XRP dinilai masih akan tetap terbatas meskipun tekanan jual relatif rendah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


