Harga XRP Berbalik Buas, Target Tinggi Kembali Masuk Radar

Harga XRP kembali menunjukkan tenaga besar setelah bangkit tajam dari tekanan jual yang sempat membawanya mendekati US$1.

Pergerakan tersebut menghidupkan kembali skenario bullish di grafik mingguan, sementara peningkatan aktivitas pasar derivatif menunjukkan trader mulai mengambil posisi lebih agresif terhadap pergerakan aset kripto tersebut.

Dalam analisis teknikalnya, analis Archie menilai XRP berpotensi memasuki fase kenaikan yang semakin kuat setelah berhasil memantul dari area support sekitar US$0,97.

Grafik mingguan menunjukkan harga bergerak hingga sekitar US$1,58 setelah sebelumnya terjebak dalam tren turun panjang dari puncak sekitar US$3,66. Archie bahkan menyebut XRP berpotensi bergerak secara parabolik apabila momentum bullish saat ini mampu dipertahankan.

Momentum Harga XRP Berubah Tajam, Resistance Besar Kembali Jadi Sasaran

Secara teknikal, area US$1,30 kini menjadi salah satu level penting untuk menentukan kelanjutan pemulihan harga XRP. Level tersebut sebelumnya menjadi area yang beberapa kali berinteraksi dengan harga dan kini dapat berfungsi sebagai support apabila tekanan beli tetap terjaga.

XRP analisis 23 AGS

Selama XRP bertahan di atas US$1,30, peluang melanjutkan kenaikan menuju area US$2 hingga US$2,30 masih terbuka. Zona tersebut menjadi salah satu hambatan berikutnya sebelum pembeli dapat mengarahkan harga menuju area psikologis US$3.

BACA JUGA:  Rupiah Rapuh, USDT Kembali Dilirik? Ini PR Gubernur BI yang Baru

Momentum pada grafik mingguan juga menunjukkan perbaikan. Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 58,79 setelah sebelumnya bergerak dekat area bawah indikator. Posisi tersebut menunjukkan momentum pembelian meningkat, tetapi belum mencapai wilayah overbought yang biasanya mengindikasikan pasar sudah terlalu panas.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) memperlihatkan histogram yang mulai berbalik positif. Pergeseran tersebut menandakan tekanan bearish yang mendominasi pergerakan sebelumnya mulai kehilangan kekuatan.

Jika pemulihan berlangsung konsisten, level US$3,66 menjadi resistance utama yang kembali masuk radar pasar.

Area tersebut merupakan puncak penting pada struktur harga sebelumnya. Breakout yang terkonfirmasi di atasnya akan menjadi perubahan teknikal besar karena XRP dapat memasuki wilayah dengan hambatan historis yang lebih terbatas.

Namun, skenario bullish tetap memiliki risiko. Penurunan kembali ke bawah US$1,30 dapat mengurangi kekuatan pemulihan, sedangkan hilangnya support sekitar US$0,97 berpotensi membatalkan struktur kenaikan yang sedang terbentuk.

Open Interest Melonjak, Trader Short Justru Kian Berani Melawan Reli

Di tengah perbaikan teknikal tersebut, analis Amr Taha di CryptoQuant menyoroti perubahan besar yang terjadi pada pasar derivatif XRP di Binance. Berdasarkan datanya, XRP naik hampir 40 persen dalam sekitar dua hari, dari sekitar US$0,997 pada 19 Agustus menjadi lebih dari US$1,39 pada 21 Agustus.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Akan Masuki Fase Kritis? Bottom Besar Bisa Terjadi pada Oktober 2026

XRP net taker volume 23 Ags

Pada periode yang sama, open interest XRP di Binance meningkat hingga sekitar US$263 juta. Angka tersebut menjadi level tertinggi terbaru setelah sebelumnya berada dekat US$181 juta pada 3 Agustus. Dengan demikian, eksposur derivatif bertambah sekitar 45 persen hanya dalam waktu kurang dari tiga pekan.

Menariknya, kenaikan harga XRP dan open interest tidak diikuti perbaikan pada Perpetual Cumulative Volume Delta (CVD). Indikator tersebut justru turun hingga sekitar minus US$514,4 juta, menunjukkan eksekusi jual agresif tetap dominan meskipun harga bergerak naik.

“Kenaikan open interest bersama penurunan CVD perpetual konsisten dengan penambahan posisi short,” ujarnya.

Data tersebut menunjukkan sebagian trader derivatif kemungkinan masih mencoba melawan kenaikan dengan membangun posisi short baru. Kondisi seperti ini dapat meningkatkan sensitivitas pasar apabila harga terus naik, karena posisi bearish berisiko dipaksa ditutup ketika tekanan beli semakin besar.

BACA JUGA:  Harga XRP Belum Tamat? Analis Temukan Pola yang Dulu Selalu Dahului Reli Besar

Di pasar spot, kondisinya sedikit berbeda. Estimated Spot CVD seluruh bursa membaik dari sekitar minus US$250 juta menjadi minus US$194,8 juta, atau mengalami perubahan positif sekitar US$55 juta. Meski masih berada di wilayah negatif, pemulihan spot CVD berlawanan dengan pelemahan CVD perpetual Binance.

Perbedaan tersebut membuat pasar XRP berada dalam situasi yang semakin menarik. Momentum harga XRP tetap kuat, sementara sebagian trader derivatif masih mempertahankan tekanan bearish.

Jika pembeli mampu menjaga area US$1,30 dan mendorong harga melewati resistance berikutnya, kondisi tersebut dapat memperbesar volatilitas serta kembali menempatkan target-target tinggi XRP dalam radar pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait