Arus masuk XRP ke bursa utama Binance turun ke level terendah sejak awal 2026 pada Mei lalu, sebuah kondisi yang dinilai dapat mengurangi tekanan jual jangka pendek terhadap aset tersebut.
Data yang dibagikan analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant menunjukkan hanya 215 juta XRP yang masuk ke bursa tersebut sepanjang Mei, dengan nilai sekitar US$292 juta.
Penurunan tersebut terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih dibayangi ketidakpastian.
Namun, berkurangnya jumlah XRP yang dikirim ke bursa justru dianggap sebagai sinyal bahwa sebagian investor memilih menyimpan aset mereka di luar platform perdagangan. Kondisi ini berpotensi mendukung stabilitas harga XRP dalam jangka pendek apabila tren tersebut berlanjut.
Arus Masuk XRP ke Binance Sentuh Titik Terendah Tahun Ini
Menurut Arab Chain, arus masuk XRP ke Binance telah mengalami penurunan secara bertahap sejak awal kuartal kedua 2026. Data tersebut menunjukkan aktivitas transfer XRP ke bursa terpusat terus melemah dibandingkan beberapa bulan sebelumnya yang mencatat inflow atau arus masuk jauh lebih besar.

Secara umum, peningkatan inflow ke bursa sering dikaitkan dengan niat investor untuk menjual atau memperdagangkan aset mereka. Sebaliknya, penurunan inflow biasanya menunjukkan kecenderungan investor untuk menyimpan aset di wallet pribadi sehingga pasokan yang siap dijual di pasar menjadi lebih terbatas.
“Arus masuk XRP ke Binance mencapai level terendah sejak awal 2026 pada Mei,” ungkap Arab Chain.
Ia menjelaskan bahwa penurunan inflow tersebut bertepatan dengan periode ketika harga XRP bergerak relatif stabil dan volatilitas pasar mulai mereda dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa pasar sedang memasuki fase yang lebih tenang, dengan aktivitas spekulasi jangka pendek yang berkurang dan periode penyimpanan aset yang lebih panjang.
Meski demikian, Arab Chain menegaskan bahwa rendahnya inflow tidak dapat langsung dianggap sebagai sinyal bullish. Namun secara historis, kondisi tersebut sering kali menunjukkan berkurangnya niat jual dalam jangka pendek, terutama ketika harga XRP mampu bertahan stabil atau bergerak naik secara bertahap.
Lebih lanjut, ia menilai rendahnya arus masuk XRP ke Binance saat ini berpotensi mendukung pengetatan pasokan jangka pendek. Jika permintaan tetap bertahan atau meningkat sementara pasokan yang masuk ke bursa terus menurun, tekanan jual terhadap harga XRP dapat menjadi lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya.
Penutupan Bulanan Harga XRP Jadi Sorotan Utama
Di tengah berkurangnya tekanan jual dari sisi on-chain, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada struktur teknikal harga XRP di time frame bulanan. Analis teknikal Jaydee menilai penutupan candle bulan Mei menjadi penentu arah tren berikutnya bagi aset tersebut.

Dalam analisisnya, Jaydee menyoroti level US$1,34 sebagai area yang sangat penting untuk dipertahankan oleh kubu bullish. Ia menilai kegagalan harga XRP menutup candle bulanan di atas level tersebut berisiko membentuk pola bearish engulfing, yang sering dipandang sebagai sinyal melemahnya momentum kenaikan.
Pada saat yang sama, grafik XRP juga menunjukkan posisi harga yang berada di persimpangan antara garis support tren naik jangka panjang dan garis resistance turun multi-tahun. Struktur tersebut membentuk pola triangle besar yang telah berkembang sejak 2020 dan kini mendekati fase penentuan arah.
Meski mengingatkan adanya risiko bearish, Jaydee belum sepenuhnya kehilangan pandangan positif terhadap prospek harga XRP. Ia melihat terbentuknya pola falling wedge yang secara teknikal sering dianggap sebagai pola bullish apabila berhasil ditembus ke atas.
Menurutnya, area US$1,25 hingga US$1,35 saat ini menjadi zona support yang sangat penting. Selama harga XRP mampu bertahan di wilayah tersebut, peluang breakout masih terbuka. Jika skenario tersebut terjadi, XRP berpotensi kembali menguji resistance di kisaran US$2 hingga US$3.
Sebaliknya, apabila harga koin tersebut gagal mempertahankan level US$1,34 saat penutupan bulanan, risiko koreksi yang lebih dalam dapat meningkat.
Karena itu, beberapa bulan ke depan dinilai akan menjadi periode penting untuk menentukan apakah harga XRP siap melanjutkan siklus bullish berikutnya atau masih membutuhkan fase konsolidasi yang lebih panjang sebelum kembali menguat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


