Harga XRP Bersiap Lepas Landas? Analis Soroti Level Penentu Reli Besar

Harga XRP kembali menjadi perhatian pasar setelah mencatatkan penguatan dalam 24 jam terakhir di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan pasar derivatif.

Di saat yang sama, sejumlah indikator mulai menunjukkan perubahan dinamika pasokan XRP di bursa kripto, memunculkan spekulasi bahwa aset digital tersebut sedang bersiap memasuki fase pergerakan yang lebih besar.

Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,11, setara Rp19.689, naik 6,51 persen dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan harian juga meningkat 21,18 persen menjadi US$1,91 miliar.

Di pasar derivatif, data CoinGlass menunjukkan volume kontrak melonjak 29,14 persen menjadi US$2,09 miliar, sementara open interest naik 6,89 persen ke US$2,43 miliar, mengindikasikan semakin banyak posisi baru yang dibuka oleh pelaku pasar.

XRP open interest 3 Juli

Level Ini Bisa Jadi Tiket Reli Besar Harga XRP

Di tengah penguatan tersebut, analis Crypto Nova menilai harga XRP sedang berada pada fase penting setelah berhasil keluar dari tekanan tren turun yang sebelumnya membentuk pola descending channel.

XRP analisis 3 jul

Menurutnya, struktur teknikal mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa fase koreksi kemungkinan telah berakhir, meski konfirmasi pembalikan tren masih membutuhkan validasi lebih lanjut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Berdasarkan grafik 4 jam, XRP berhasil mempertahankan area demand di kisaran US$1,02 hingga US$1,04, yang menjadi fondasi utama pemulihan harga dalam beberapa hari terakhir. Setelah memantul dari zona tersebut, pergerakan harga mulai membentuk struktur yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya, memperlihatkan tekanan jual yang mulai berkurang.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 21 Juni 2026: DOGE dan JUP Bikin Trader Siaga, Reli Besar Siap Dimulai?

Meski demikian, Crypto Nova menyoroti masih terdapat satu hambatan utama yang harus ditembus sebelum reli yang lebih besar dapat terkonfirmasi. Zona US$1,07 hingga US$1,10 kini menjadi resistance terdekat yang sebelumnya berfungsi sebagai support sebelum akhirnya ditembus ke bawah saat koreksi berlangsung.

Apabila harga XRP mampu merebut kembali area tersebut dan bertahan di atasnya, struktur pasar dinilai berpotensi berubah menjadi lebih bullish. Dalam skenario itu, ruang kenaikan diperkirakan terbuka menuju resistance berikutnya di kisaran US$1,28 hingga US$1,30.

Sebaliknya, jika gagal melewati resistance tersebut, perhatian pasar akan kembali tertuju pada area support US$1,02 hingga US$1,04, yang masih menjadi zona pertahanan utama bagi kubu pembeli.

Cadangan XRP di Bursa Menyusut 228 Juta Koin

Di sisi fundamental, analis di CryptoQuant, Amr Taha, mengungkapkan bahwa cadangan XRP di dua bursa kripto terbesar yang dipantaunya, yakni Binance dan Upbit, telah turun ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 19 Juni 2026: SHIB Bikin Bear Ketar-Ketir, ENA Siap Cetak Reli Terbesar Tahun Ini

XRP multi-exchange reserve 7 juli

Data menunjukkan cadangan XRP di Binance berkurang dari sekitar 2,78 miliar XRP pada 12 Mei menjadi 2,61 miliar XRP pada 2 Juli, atau turun sekitar 170 juta XRP atau lebih dari 6 persen. Angka tersebut sekaligus menjadi level cadangan Binance yang terendah sejak Maret 2026.

Sementara itu, Upbit yang masih menjadi bursa dengan cadangan XRP terbesar dalam pemantauan CryptoQuant juga mencatat penurunan. Saldo XRP di platform tersebut turun dari sekitar 6,515 miliar XRP pada 30 Mei menjadi 6,457 miliar XRP pada 2 Juli, atau berkurang sekitar 58 juta XRP. Posisi tersebut merupakan level terendah Upbit sejak April 2026.

Secara keseluruhan, sekitar 228 juta XRP telah keluar dari cadangan Binance dan Upbit selama periode penurunan tersebut. Meski penurunan persentase di Upbit relatif lebih kecil, besarnya cadangan yang dimiliki membuat perubahan tersebut tetap dinilai penting terhadap kondisi likuiditas XRP di bursa.

Menariknya, penurunan ini tidak terjadi secara merata di seluruh bursa Korea Selatan. Cadangan XRP di Bithumb tercatat relatif stabil di kisaran 1,84 miliar XRP, sehingga pengurangan cadangan lebih terkonsentrasi pada Binance dan Upbit, bukan mencerminkan tren penarikan serentak di seluruh platform perdagangan.

BACA JUGA:  Negara Ini Jadi Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Polymarket

Taha menilai sinyal dari Binance menjadi yang paling menonjol karena cadangannya menyusut lebih dari enam persen sejak pertengahan Mei, sementara Upbit memperkuat gambaran bahwa bursa dengan cadangan XRP terbesar juga kini berada di titik terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Amr Taha, berkurangnya cadangan XRP di bursa dapat menjadi indikasi perpindahan koin ke penyimpanan pribadi, antar-bursa, maupun keluar dari pasokan yang siap diperdagangkan.

“penurunan cadangan saja tidak mengonfirmasi akumulasi maupun menjamin hasil bullish,” tambahnya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun penurunan cadangan di bursa sering dianggap sebagai sinyal positif karena mengurangi pasokan yang siap dijual, arah harga XRP ke depan tetap akan sangat bergantung pada keberlanjutan permintaan pasar.

Apabila minat beli terus meningkat bersamaan dengan pasokan di bursa yang semakin terbatas, peluang terbentuknya pergerakan bullish yang lebih kuat dapat semakin terbuka.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait