Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah analis teknikal Gopal mengidentifikasi pola symmetrical triangle pada time frame 4 jam yang dinilai berpotensi menjadi awal pergerakan besar.
Pola tersebut muncul ketika volatilitas terus menyusut, sementara harga membentuk titik higher low dan masih tertahan di bawah garis resistance menurun.
Di sisi lain, prospek tersebut masih memerlukan konfirmasi karena pola symmetrical triangle pada dasarnya bersifat netral hingga terjadi penembusan.
Selama harga XRP mampu bertahan di area support utama dan berhasil menembus resistance, peluang reli dinilai tetap terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan support dapat mengubah arah pergerakan menjadi bearish.
Sinyal Bullish Menguat, Harga XRP Dekati Momen Penentu
Menurut Gopal, harga XRP kini bergerak semakin mendekati puncak pola (apex), kondisi yang sering kali menjadi titik munculnya pergerakan eksplosif setelah fase konsolidasi. Ia menilai tekanan jual mulai melemah karena setiap penolakan dari area resistance tidak lagi mampu mendorong harga turun sedalam sebelumnya.

Dalam analisisnya, pembeli disebut terus mempertahankan area support secara agresif sehingga pola higher low tetap terjaga. Kondisi tersebut menunjukkan momentum bullish perlahan mulai terbentuk meski penjual masih menjaga resistance di bagian atas pola.
Berdasarkan analisis tersebut, area support penting berada di kisaran US$1,02 hingga US$1,04, sedangkan resistance triangle saat ini berada di sekitar US$1,09 hingga US$1,10. Apabila harga XRP berhasil menembus resistance tersebut dengan volume yang meningkat, target teknikal berikutnya mengarah ke area sekitar US$1,50.
Sebaliknya, apabila support gagal dipertahankan dan harga keluar dari sisi bawah pola, potensi pelemahan menuju area sekitar US$0,70 tetap terbuka. Meski demikian, Gopal menilai sentimen pasar mulai bergeser ke arah bullish karena pembeli secara bertahap mengambil kembali kendali pasar.
Pasar Derivatif XRP Masih Seimbang, Belum Ada Pemenang
Sementara itu, analis PelinayPA di CryptoQuant melihat kondisi pasar derivatif XRP belum menunjukkan dominasi yang jelas dari pembeli maupun penjual.
Berdasarkan data Binance, likuidasi posisi long tercatat sekitar 103.000 XRP, sedangkan likuidasi short mencapai sekitar 122.000 XRP. Selisih yang relatif kecil tersebut menunjukkan kedua kubu masih memiliki kekuatan yang berimbang.

Selain itu, tingkat Funding Rate Binance masih bergerak di sekitar nol. Menurut PelinayPA, kondisi ini mengindikasikan belum adanya optimisme berlebihan dari pelaku pasar yang membuka posisi long maupun pesimisme ekstrem dari trader yang memilih posisi short.
“Pasar saat ini berada dalam struktur yang netral,” ujar PelinayPA.
Ia menjelaskan bahwa keseimbangan antara likuidasi long dan short menunjukkan posisi leverage di pasar relatif merata. Akibatnya, pergerakan harga masih sering memicu likuidasi di kedua sisi sehingga arah tren jangka pendek belum memiliki keyakinan yang kuat.
PelinayPA juga menilai peluang terjadinya short squeeze maupun long squeeze besar saat ini lebih rendah dibandingkan ketika salah satu sisi pasar mendominasi.
Reli tajam umumnya didorong oleh akumulasi posisi short yang berlebihan, sedangkan penurunan signifikan sering terjadi ketika posisi long terlalu padat. Karena kondisi tersebut belum terlihat, pasar derivatif XRP masih mencerminkan fase konsolidasi.
Dengan demikian, prospek harga XRP saat ini memperlihatkan dua sinyal yang saling melengkapi. Dari sisi teknikal, pola symmetrical triangle memberi peluang terjadinya breakout menuju US$1,5 apabila resistance berhasil ditembus.
Namun dari sisi pasar derivatif, data CryptoQuant menunjukkan investor masih menunggu arah yang lebih jelas sebelum membangun posisi secara agresif. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat pergerakan berikutnya berpotensi menjadi penentu arah tren XRP dalam jangka pendek.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


