Pergerakan XRP kembali memunculkan kebingungan di antara trader kripto setelah sejumlah indikator on-chain dan teknikal mulai menunjukkan sinyal reli sekaligus potensi crash dalam waktu yang hampir bersamaan.
Di tengah tekanan pasar yang masih belum stabil, aktivitas derivatif XRP justru meningkat ketika struktur harga masih tertahan di area resistance penting.
Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,33, setara Rp23.656. Dalam 4 jam terakhir, XRP tercatat turun sekitar 0,27 persen, dan dalam 24 jam terakhir melemah sekitar 2,68 persen. Kondisi tersebut terjadi ketika pasar mulai memantau lonjakan Open Interest dan meningkatnya volatilitas pada pergerakan XRP.
Open Interest XRP Naik, Risiko Long Squeeze Ikut Membesar
Analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant menilai XRP saat ini sedang membangun tekanan kenaikan jangka pendek setelah terjadi lonjakan Open Interest (OI) di pasar futures. Menurutnya, peningkatan OI menunjukkan bahwa akumulasi posisi agresif mulai kembali muncul di pasar derivatif XRP.

Dalam kondisi normal, kenaikan OI yang didukung kestabilan harga biasanya menciptakan lingkungan yang lebih kuat bagi momentum bullish. Namun, PelinayPA menilai kondisi XRP kali ini belum sepenuhnya sehat karena indikator NVT Ratio masih berada di level sangat tinggi dan terus memunculkan lonjakan tidak stabil.
NVT Ratio yang meningkat menunjukkan valuasi pasar XRP tumbuh lebih cepat dibanding aktivitas transaksi aktual di jaringan blockchainnya. Dengan kata lain, meskipun harga berpotensi naik, penggunaan jaringan XRP belum tentu ikut bertumbuh dalam kecepatan yang sama.
“Struktur jangka pendek XRP masih sedikit bullish, tetapi kenaikan apa pun tetap berisiko menjadi sangat volatil dan tidak stabil,” ungkap PelinayPA.
Meski begitu, kapitalisasi pasar XRP sejauh ini masih terlihat relatif stabil tanpa adanya tanda distribusi besar dari investor besar. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kemungkinan terjadinya crash besar dalam waktu dekat karena whale XRP belum terlihat melakukan aksi keluar agresif.
Menurut PelinayPA, skenario yang paling mungkin terjadi saat ini adalah munculnya upside squeeze terlebih dahulu sebelum akhirnya diikuti risiko koreksi tajam setelahnya.
Ia juga memperingatkan bahwa apabila OI terus naik tetapi XRP gagal mencetak level tertinggi baru, maka risiko long squeeze dapat meningkat pesat dan memicu penurunan mendadak.
Harga XRP Masuk Zona Penentuan, Breakout atau Tumbang?
Di sisi teknikal, analis ChartNerd melihat XRP masih berada dalam tekanan bearish jangka pendek setelah bergerak selama lima hari di bawah ascending support utama. Menurutnya, area US$1,30 kini menjadi pembatas penting yang harus dipertahankan buyer.

ChartNerd menilai apabila XRP gagal bertahan di atas area tersebut, maka peluang penurunan menuju area bawah US$1 masih terbuka dalam beberapa pekan mendatang. Namun, peluang rebound dinilai masih bisa muncul apabila XRP berhasil kembali masuk ke dalam pola triangle dan melakukan retest resistance di area US$1,50.
Pandangan serupa juga disampaikan analis teknikal Crypto Michael yang melihat XRP masih bergerak dalam pola falling wedge besar pada time frame mingguan. Struktur tersebut sejak pertengahan 2025 terus membentuk lower high dan lower low yang semakin menyempit.

Dalam grafik yang dibagikannya, XRP disebut mulai mendekati ujung pola, kondisi yang sering dianggap sebagai fase penentuan sebelum breakout besar terjadi. Resistance paling penting saat ini berada di trendline atas wedge di kisaran US$1,45 hingga US$1,50.
Zona tersebut sebelumnya beberapa kali menggagalkan kenaikan XRP, termasuk rejection besar di area sekitar US$3 pada akhir 2025 dan penolakan lain di sekitar US$2,40 pada awal 2026. Karena itu, breakout valid di atas US$1,50 dinilai menjadi syarat utama agar momentum bullish XRP benar-benar terbentuk.
Sementara itu, support utama XRP masih bertahan di area US$1,15 hingga US$1,20 yang berada di garis bawah falling wedge. Dalam beberapa bulan terakhir, XRP berkali-kali memantul dari area tersebut sehingga zona ini dianggap sebagai fondasi bullish jangka menengah yang cukup penting.
Crypto Michael juga memperingatkan bahwa XRP masih berpotensi mengalami shakeout atau penurunan singkat untuk menjebak trader sebelum breakout besar dimulai. Namun apabila breakout bullish berhasil dikonfirmasi, XRP diperkirakan mulai membuka peluang rebound menuju area resistance berikutnya di kisaran US$1,80 hingga US$2,20.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


