Harga XRP Bisa Anjlok Sebelum Meledak? Analis Temukan Pola Historis Ini

Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis menemukan kombinasi pola teknikal dan data on-chain yang dinilai berpotensi menentukan arah pergerakan aset tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

Di tengah tekanan yang masih membayangi pasar kripto, sebagian pengamat menilai XRP berpeluang mengalami penurunan lanjutan sebelum memasuki fase kenaikan yang lebih besar.

Pandangan tersebut muncul setelah trader dan investor kripto Protechtor mengidentifikasi kemiripan struktur pasar saat ini dengan pola historis yang pernah mendahului pergerakan besar XRP. Menurutnya, posisi harga XRP sekarang berada di area penting yang dapat menjadi titik penentuan bagi tren jangka panjang berikutnya.

Harga XRP Masuk Zona Kritis, Sejarah Isyaratkan Lonjakan Besar Setelah Koreksi

Berdasarkan grafik mingguan yang dibagikannya, harga XRP saat ini telah kembali ke area yang menjadi titik breakout pada akhir 2024. Area tersebut merupakan batas atas pola triangle besar yang terbentuk sejak puncak harga pada awal 2018 dan berlangsung hampir tujuh tahun.

XRP analisis 10 jun

Protechtor menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, breakout dari pola triangle besar sering kali diikuti pergerakan kembali untuk menguji ulang area breakout sebelum melanjutkan tren naik. Meskipun bukan aturan mutlak, pola tersebut cukup sering muncul dalam berbagai siklus pasar.

Ia juga menyoroti bahwa koreksi yang terjadi sejak XRP mencetak rekor tertinggi pada 2025 membentuk pola falling wedge. Menurutnya, pola tersebut secara historis lebih sering berakhir dengan breakout ke atas dibandingkan penurunan lanjutan.

BACA JUGA:  Ripple dan Bitso Bikin Gebrakan, Dolar AS dan Peso Kini Bertemu di XRPL

Dalam grafik yang dibagikannya, penyempitan pola wedge tersebut mengarah langsung ke area puncak triangle tujuh tahun yang sebelumnya berhasil ditembus. Zona di sekitar US$0,80 menjadi salah satu area penting yang berpotensi menjadi titik temu berbagai struktur teknikal utama.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Selain faktor harga, data derivatif juga menunjukkan meningkatnya aktivitas investor besar. Analis pasar Emilio Bojan mengungkapkan bahwa dominasi whale di pasar XRP terus menguat.

Ia mencatat indikator XRP Whale vs Retail Delta telah meningkat ke level 0,5, yang menunjukkan posisi whale semakin mendominasi dibandingkan investor ritel.

XRP whale ritel

Menurutnya, posisi long yang dimiliki whale juga terus bertambah dan tumbuh lebih cepat dibandingkan partisipasi investor ritel. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar masih aktif membangun eksposur terhadap XRP meskipun harga XRP sedang mengalami tekanan.

Protechtor juga menyoroti faktor waktu yang dinilai menarik. Ia mencatat bahwa dua bear market Bitcoin sebelumnya masing-masing berlangsung sekitar satu tahun.

Dengan Bitcoin mencetak ATH pada Oktober 2025, maka Oktober 2026 menjadi periode yang patut diperhatikan karena bertepatan dengan penyempitan pola wedge XRP menuju area teknikal penting tersebut.

BACA JUGA:  Kripto Ini Diserbu Institusi, Melonjak 50 Persen dalam Sepekan!

Meski demikian, ia menegaskan tidak ada jaminan bahwa harga XRP akan turun hingga kisaran US$0,80. Menurutnya, harga bisa bertahan di atas level tersebut atau bahkan bergerak lebih rendah apabila karakter siklus pasar kali ini berbeda dari sebelumnya.

Tekanan Jual Whale Mulai Mereda, Sinyal Positif Bermunculan

Sementara itu, analisis on-chain dari PelinayPA di CryptoQuant menunjukkan perkembangan yang relatif konstruktif bagi harga XRP. Berdasarkan data transfer XRP ke Binance, arus masuk token dari alamat berukuran besar mulai mengalami penurunan setelah puncak pasar pada 2025.

XRP exchange inflow 10 jun

PelinayPA menjelaskan bahwa selama periode 2021 hingga 2025, transfer yang melibatkan lebih dari 1 juta XRP mendominasi arus masuk ke Binance. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas berasal dari whale dan institusi yang aktif menggunakan bursa tersebut.

Namun setelah harga XRP turun dari area US$3, volume transfer besar tersebut mulai berkurang pesat. Menurutnya, penurunan inflow kategori 1 juta XRP atau lebih mengindikasikan bahwa tekanan jual dari pemegang besar kemungkinan mulai melemah.

Ia menilai berkurangnya arus masuk ke bursa setelah persetujuan ETF dapat mencerminkan menurunnya keinginan whale untuk melepas kepemilikan mereka. Secara historis, fase penurunan pasar yang lebih dalam biasanya didahului lonjakan tajam inflow dari kategori 100 ribu hingga 1 juta XRP maupun lebih dari 1 juta XRP.

BACA JUGA:  Sejarah 2015 Terulang? Begini Prediksi Awal Bull Market Terbesar Bitcoin

Namun hingga saat ini, data belum menunjukkan lonjakan luar biasa pada kedua kategori tersebut. Karena itu, PelinayPA menilai belum terdapat indikasi penjualan agresif maupun aksi ambil untung besar-besaran dari para whale.

Menurutnya, pelemahan harga XRP belakangan ini lebih banyak dipengaruhi likuidasi posisi ber-leverage serta tekanan pasar kripto secara umum. Dalam kondisi bear market yang berat, arus masuk ke bursa biasanya meningkat jauh lebih agresif karena investor berbondong-bondong menjual aset mereka.

Apabila inflow XRP ke Binance tetap rendah, pasokan yang siap dijual berpotensi terus berkurang. Kondisi tersebut dapat mempermudah harga XRP untuk kembali menguji area US$1,80 hingga US$2,00 apabila permintaan pasar mulai menguat.

Selama belum terjadi lonjakan baru pada kategori transfer di atas 1 juta XRP, struktur pasar yang dinilai konstruktif tersebut berpotensi tetap bertahan dalam jangka menengah.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait