Harga XRP Bisa Jatuh Lebih Dalam, US$1 Ternyata Belum Jadi Akhir Koreksi

Harga XRP kembali menghadapi tekanan setelah turun ke bawah US$1 untuk kali pertama sejak November 2024, memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung sejak aset kripto tersebut meninggalkan puncaknya pada 2025.

Trader Wealthmanager menilai penembusan level psikologis itu belum tentu menjadi akhir koreksi karena XRP masih berpotensi bergerak menuju zona support yang jauh lebih rendah, yakni US$0,50-US$0,60.

Dalam analisis terbarunya, Wealthmanager memperlihatkan grafik harian XRP, dengan harga yang berada di sekitar US$0,9976. Struktur grafik menunjukkan penurunan bertahap dari area puncak sekitar US$3,60, disertai pembentukan lower high dan lower low.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat area US$1 belum cukup menarik untuk menjadi titik pembelian, sementara zona US$0,50-US$0,60 dinilai lebih layak diperhatikan apabila tekanan jual berlanjut.

Belum Ada Tanda Berhenti, Harga XRP Dibayangi Kejatuhan ke US$0,50

Wealthmanager menempatkan US$0,50-US$0,60 sebagai support penting karena kawasan tersebut merupakan bagian dari area konsolidasi XRP sebelum reli besar yang dimulai pada akhir 2024.

Harga sempat bergerak cukup lama di sekitar kawasan itu sebelum menembus lebih tinggi dan memasuki fase ekspansi hingga mencapai kisaran US$3 pada 2025.

BACA JUGA:  Harga XRP Kian Menjanjikan, Diprediksi Melejit ke Level Ini

XRP analisis 12 ags

Dengan posisi XRP di sekitar US$1, perjalanan menuju batas atas support US$0,60 akan merepresentasikan koreksi tambahan sekitar 40 persen. Apabila tekanan berlanjut hingga US$0,50, penurunannya dapat mencapai sekitar 50 persen dari level saat grafik tersebut dibagikan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Wealthmanager bahkan menyatakan dirinya belum mempertimbangkan pembelian selama XRP belum mencapai kawasan tersebut. Pandangan itu menunjukkan bahwa hilangnya US$1 diperlakukan bukan sebagai sinyal bahwa penurunan sudah selesai, tetapi sebagai pembukaan ruang menuju basis harga yang terbentuk sebelum reli sebelumnya.

Dari sisi teknikal, harga XRP juga belum memperlihatkan pembalikan struktur yang jelas pada grafik harian. Selama harga tetap berada di bawah US$1 dan gagal merebut kembali level tersebut, tekanan terhadap struktur jangka menengah masih bertahan.

Sebaliknya, kemampuan kembali ke atas US$1 dan mempertahankan level itu dapat menjadi perkembangan awal yang perlu diperhatikan untuk menilai apakah breakdown yang terjadi mampu dibatalkan.

Dengan demikian, harga XRP saat ini berada di kawasan krusial. US$1 menjadi batas psikologis terdekat, sedangkan US$0,60 dan US$0,50 menjadi dua level berikutnya yang disoroti dalam skenario bearish Wealthmanager.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Sedang Ketuk Pintu Reli? Analis Ungkap Level yang Bisa Ubah Segalanya

Leverage Kembali Membengkak, Tekanan Jual XRP Belum Reda

Tekanan terhadap harga XRP turut mendapat sorotan dari sisi pasar derivatif dan spot. Analis Amr Taha di CryptoQuant mencatat positioning XRP berubah semakin defensif sejak awal Agustus, ketika leverage mulai dibangun kembali sementara arus order perpetual dan spot justru semakin didominasi penjual.

XRP net taker 12 ags

Data yang dipaparkannya menunjukkan perubahan Open Interest tujuh hari XRP di Binance berbalik tajam dari sekitar minus 13 persen pada 1 Agustus menjadi positif 7,4 persen pada 11 Agustus. Pergeseran lebih dari 20 poin persentase tersebut menunjukkan eksposur leverage kembali meningkat menjelang publikasi data inflasi utama AS.

Pada periode yang sama, Cumulative Volume Delta (CVD) Binance Perpetual turun dari sekitar minus US$251 juta menjadi minus US$349,5 juta. Dengan kata lain, indikator tersebut memburuk hampir US$100 juta ketika leverage justru kembali bertambah.

BACA JUGA:  Bank Terbesar Rusia Siap Hadirkan Layanan Trading Kripto

Tekanan serupa terlihat di pasar spot. Estimated Spot CVD seluruh bursa terpusat berubah dari sekitar positif US$193 juta menjadi minus US$34,3 juta, atau mengalami kemerosotan bersih sekitar US$227 juta sejak awal Agustus. Kondisi itu mengindikasikan agresivitas penjual tidak hanya terjadi pada kontrak perpetual, tetapi juga merambah transaksi spot.

Taha menilai kombinasi kenaikan leverage dan dominasi penjualan membuat posisi XRP lebih sensitif menjelang rilis Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) AS. Data makro tersebut dapat mengubah ekspektasi pasar dan memicu respons lebih besar ketika konsentrasi posisi ber-leverage sudah meningkat.

Leverage meningkat sementara penjualan agresif tetap mendominasi pasar derivatif dan spot XRP saat ini,” ujar Taha.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait