Harga XRP Bisa Meledak hingga US$11? Pola Ini Jadi Alasannya

Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah dua analis mengungkapkan sinyal teknikal dan on-chain yang dinilai dapat memengaruhi arah pergerakan aset kripto tersebut dalam beberapa waktu ke depan.

Analis teknikal Celal Kucuker memproyeksikan XRP masih berpeluang mengikuti lintasan kenaikan berdasarkan level Fibonacci, bahkan membuka kemungkinan mencapai kisaran US$11 dalam jangka panjang.

Sementara itu, data on-chain terbaru menunjukkan adanya perubahan struktur aktivitas antara investor whale dan ritel XRP di berbagai bursa, meski belum memberikan konfirmasi apakah pelaku besar sedang melakukan akumulasi atau distribusi.

Kucuker menilai target tersebut bukan sekadar spekulasi, melainkan skenario yang dapat terjadi apabila struktur teknikal tetap bertahan dan harga berhasil menembus sejumlah level resistance penting secara bertahap.

Proyeksi tersebut didasarkan pada grafik mingguan yang memperlihatkan pola koreksi di dalam falling wedge, pola yang kerap dikaitkan dengan potensi pembalikan arah ke atas setelah tren turun mulai melemah.

XRP analisis 17 juli

Pola Falling Wedge dan Fibonacci Buka Peluang Kenaikan Harga XRP

Berdasarkan grafik yang dibagikan Kucuker, harga XRP saat ini masih bergerak di dekat area bawah pola falling wedge setelah mengalami koreksi dari puncaknya. Selama area support utama tetap bertahan, ia memperkirakan harga masih berpeluang melanjutkan kenaikan sesuai tahapan level Fibonacci yang telah dipetakan.

BACA JUGA:  Bitcoin Bersiap Meledak? Data Ini Soroti Kapitulasi Ritel dan Lonjakan Leverage

Target awal yang menjadi perhatian berada di kisaran US$1,4470, disusul area US$2,2345 sebagai resistance berikutnya. Jika momentum beli terus berlanjut, XRP diperkirakan dapat menguji kembali area US$3,0689, yang berdekatan dengan puncak sebelumnya dan menjadi zona teknikal penting untuk menentukan kelanjutan tren.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Apabila level tersebut berhasil ditembus, proyeksi Fibonacci selanjutnya mengarah ke US$4,9426, kemudian US$7,8240, hingga target jangka panjang di sekitar US$11,7965.

Menurut Kucuker, kenaikan menuju kisaran tersebut bukanlah hal yang mustahil selama struktur bullish tetap terjaga dan pola penurunan saat ini berhasil dipatahkan oleh breakout yang valid.

Meski demikian, skenario tersebut masih bersifat proyeksi teknikal. Kegagalan mempertahankan area support atau tidak mampu melewati resistance-resistance utama dapat menunda bahkan membatalkan peluang menuju target Fibonacci yang lebih tinggi.

Struktur Aktivitas Whale dan Ritel XRP Mulai Berubah

Di sisi lain, analis Amr Taha di CryptoQuant menyoroti perubahan struktur aktivitas whale dan investor ritel XRP di berbagai bursa.

BACA JUGA:  Harga XRP Diam-diam Siapkan Reli Hebat, Siap Meledak 2.700 Persen?

Berdasarkan data hingga 16 Juli, selisih aktivitas whale dan ritel di Binance turun menjadi 35,1 persen, hampir menyamai level 35,6 persen yang tercatat pada 3 Mei, ketika harga XRP juga berada di kisaran yang relatif serupa, yakni sekitar US$1,11.

XRP Whale 17 jl

Namun, Taha menjelaskan bahwa kondisi di seluruh bursa CEX (All-CEX) tidak lagi sama seperti saat pembentukan dasar harga pada Mei. Selisih aktivitas whale dan ritel di seluruh bursa saat ini berada di 38,4 persen, atau 12,4 poin persentase lebih tinggi dibandingkan level terendah 26 persen yang tercatat pada 6 Mei.

Dengan kata lain, meski harga telah kembali ke kisaran yang mirip, struktur aktivitas pelaku pasar secara keseluruhan belum kembali ke kondisi yang sama seperti sebelumnya.

Perubahan juga terlihat pada hubungan kedua indikator tersebut. Pada awal Mei, selisih aktivitas di Binance berada jauh di atas indikator seluruh bursa. Kini kondisinya berbalik, dengan indikator All-CEX justru berada 3,3 poin persentase lebih tinggi dibandingkan Binance, yaitu 38,4 persen berbanding 35,1 persen.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 17 Juli 2026: AAVE, ONDO, GALA, VIRTUAL dan ETHFI Bersiap Meledak? Analis Ungkap Level Penentunya

“Indikator ini mengukur besarnya kesenjangan aktivitas, tetapi tidak dengan sendirinya mengonfirmasi apakah whale sedang membeli atau menjual,” ungkap Amr Taha.

Menurut Taha, perubahan posisi relatif kedua indikator tersebut mencerminkan pergeseran distribusi aktivitas antara investor whale dan ritel di pasar XRP yang lebih luas. Meski demikian, ia menegaskan bahwa data tersebut hanya menunjukkan perubahan struktur partisipasi pelaku pasar, sehingga belum dapat dijadikan bukti bahwa investor besar sedang melakukan akumulasi ataupun melepas kepemilikan mereka.

Dengan demikian, selain mencermati level teknikal yang dipantau Kucuker, pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan data on-chain untuk melihat apakah harga XRP memperoleh dukungan dari perubahan aktivitas pasar yang lebih kuat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait