Harga XRP mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah data on-chain dan analisis teknikal terbaru mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda, sementara satu analis masih mempertahankan proyeksi bullish jangka panjang, termasuk target ambisius di level US$10.
Tekanan Jual Mulai Reda, Sinyal Bottom Harga Muncul
Di tengah pergerakan pasar yang masih berfluktuasi, analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant menilai struktur pasar XRP saat ini menunjukkan beberapa sinyal yang mendukung kemungkinan terbentuknya dasar harga.
Menurutnya, harga XRP kini bergerak dalam fase konsolidasi setelah melewati periode volatilitas tinggi pada bulan-bulan sebelumnya.
PelinayPA menjelaskan bahwa harga XRP saat ini bergerak dalam rentang yang relatif stabil di sekitar area US$1,33. Berbeda dengan pergerakan tajam yang terjadi sebelumnya, pasar kini menunjukkan pola konsolidasi yang lebih teratur.

Selain itu, data Exchange Supply Ratio di Binance menunjukkan penurunan yang konsisten sepanjang Mei setelah mencapai puncaknya pada Maret dan April. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian investor mulai memindahkan XRP dari bursa ke dompet pribadi, sehingga berpotensi mengurangi tekanan jual jangka menengah.
“Tekanan jual dari bursa tampaknya mulai mereda,” ungkap PelinayPA.
Ia juga menyoroti penurunan NVT Ratio yang terjadi bersamaan dengan stabilnya harga XRP. Dalam analisis on-chain, penurunan rasio tersebut sering diartikan sebagai tanda bahwa valuasi aset menjadi lebih sehat dibanding aktivitas jaringan yang mendasarinya.
Di sisi lain, indikator Awesome Oscillator mulai menunjukkan perbaikan momentum meski belum sepenuhnya berbalik ke zona bullish.

Temuan tersebut sejalan dengan data terbaru dari Santiment. Firma analitik tersebut melaporkan bahwa setelah terjadi arus masuk XRP ke bursa terbesar sepanjang tahun ini sebesar 22,8 juta XRP pada Kamis lalu, lebih banyak koin justru kembali keluar dari bursa dengan total sekitar 25,24 juta XRP.
Menurut Santiment, lonjakan deposit ke bursa tersebut terjadi tepat ketika harga XRP menyentuh titik terendah lokalnya, yang membuat sebagian trader ritel menjual aset mereka di level terendah dalam 15 minggu terakhir. Setelah fase kapitulasi itu, nilai perdagangan XRP tercatat naik sekitar 5 persen.
Target US$10 Tetap Ada Selama Zona Akumulasi Bertahan
Sementara itu, analis Crypto Patel tetap mempertahankan pandangan bullish jangka panjang terhadap harga XRP. Menurutnya, banyak pelaku pasar sempat meremehkan XRP ketika diperdagangkan di sekitar US$0,50 pada fase akumulasi sebelumnya.
Namun, breakout besar dari pola triangle multi-tahun pada 2024 dinilai telah mengubah struktur pasar secara fundamental.

Dalam grafik mingguannya, Crypto Patel menunjukkan bahwa XRP saat ini masih bertahan di area yang disebut sebagai FVG Support atau Accumulation Zone 1 di kisaran US$1,05 hingga US$1,35.
Selama area tersebut tidak ditembus, koreksi yang terjadi dinilai masih merupakan bagian dari fase akumulasi ulang, bukan awal tren bearish baru. Ia juga menempatkan support berikutnya di kisaran US$0,65 hingga US$0,85, sementara resistance utama berada di sekitar US$2 dan US$3,4.
Berdasarkan proyeksinya, penembusan resistance US$3,4 berpotensi membuka jalan menuju target psikologis US$10 yang menjadi sasaran utama siklus bullish berikutnya.
Crypto Patel menilai sentimen pasar saat ini masih jauh lebih pesimistis dibandingkan saat XRP mulai bergerak naik dari area US$0,50, sehingga peluang kejutan kenaikan tetap terbuka selama support utama bertahan.
Dalam jangka pendek, analis teknikal Ali Martinez melihat harga XRP masih bergerak dalam pola rising channel pada time frame 1 jam. Ia menyoroti area US$1,34 sebagai support dinamis yang berpotensi menjadi zona beli. Selama level tersebut mampu dipertahankan, struktur bullish jangka pendek dinilai masih valid.

Menurut Martinez, pantulan dari area US$1,34 dapat mendorong harga XRP menuju resistance pertama di sekitar US$1,368. Jika momentum berlanjut, target berikutnya berada di kisaran US$1,395 hingga US$1,40.
Namun, ia mengingatkan bahwa kegagalan mempertahankan support US$1,34 dapat memicu koreksi yang lebih dalam dan membatalkan skenario kenaikan jangka pendek tersebut.
Kombinasi data on-chain yang menunjukkan berkurangnya tekanan jual, arus keluar XRP dari bursa, serta pandangan teknikal yang masih konstruktif membuat sejumlah analis menilai peluang pemulihan harga XRP tetap terbuka. Meski demikian, pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan sebelum tren bullish yang lebih kuat benar-benar terbentuk.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


