Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah pergerakannya mendekati area support penting di kisaran US$1,36 pada awal September 2026. Level tersebut kini menjadi salah satu titik yang perlu diperhatikan karena kegagalan mempertahankannya berpotensi membuka ruang bagi koreksi harga XRP menuju area yang lebih rendah.
Pergerakan terbaru terjadi setelah XRP beberapa kali gagal mempertahankan pemulihan dari tekanan jual. Harga bergerak di sekitar US$1,35, menempatkannya sangat dekat dengan zona US$1,36 yang sebelumnya berfungsi sebagai lantai harga jangka pendek.
Kondisi tersebut muncul ketika aktivitas di pasar derivatif XRP juga mengalami penyusutan tajam dalam waktu kurang dari satu pekan.
Harga XRP Sedang Main Api di Lantai Terakhirnya
Analis kripto ChartNerd menyoroti level US$1,36 sebagai support floor pada time frame 4 jam. XRP beberapa kali membentuk lower high setelah gagal melanjutkan kenaikan, sementara sebuah descending resistance masih membatasi pergerakan harga dari sisi atas.

Menurut analisis tersebut, satu kali pergerakan singkat di bawah US$1,36 belum cukup untuk mengonfirmasi kerusakan struktur. Namun, beberapa penutupan candle 4 jam di bawah US$1,36 dapat menjadi indikasi bahwa momentum XRP mulai hilang dan risiko retracement kian besar.
Jika skenario itu terjadi, ChartNerd menempatkan US$1,29 sebagai area berikutnya yang perlu diperhatikan. Level tersebut bertepatan dengan Fibonacci retracement 0,5 dari pergerakan yang menjadi acuan dalam grafiknya.
Tekanan yang lebih dalam kemudian dapat membawa harga XRP menuju US$1,22, yang bertepatan dengan level Fibonacci 0,618. Dengan demikian, kehilangan support US$1,36 berpotensi menggeser fokus pasar menuju rentang US$1,29 hingga US$1,21.
Meski demikian, skenario bearish tersebut memiliki titik invalidasi. ChartNerd menilai breakout di atas descending resistance yang selama ini membentuk rangkaian lower high dapat membatalkan tekanan tersebut. Penembusan itu akan menunjukkan perubahan pada struktur teknikal yang saat ini masih tertahan di bawah garis resistance itu.
Karena itu, US$1,36 menjadi level utama dalam menentukan arah harga XRP selanjutnya. Kemampuan buyer mempertahankan area tersebut dapat menjaga peluang pemulihan, sedangkan penutupan berulang di bawahnya meningkatkan kemungkinan harga menguji support Fibonacci yang lebih rendah.
Uang Spekulatif Kabur, Harga Malah Ogah Ikut Jatuh
Di tengah pengujian support tersebut, data pasar derivatif memberikan gambaran berbeda. Analis Amr Taha di CryptoQuant mencatat aktivitas futures XRP mengalami penurunan tajam setelah sebelumnya mencapai level tertinggi yang terlihat sepanjang 2026.

Pada 26 Agustus, rata-rata tujuh hari volume futures XRP di Binance dan bursa terpusat lainnya mencapai US$6,94 miliar. Binance menyumbang US$3,14 miliar, sedangkan bursa selain Binance menyumbang sekitar US$3,80 miliar.
Jumlah tersebut sekitar 4,2 persen lebih tinggi dibandingkan puncak sebelumnya pada 6 Februari sebesar US$6,66 miliar. Aktivitas Binance bahkan melampaui level Februari sekitar 10,6 persen, sementara volume pada bursa lainnya hampir menyamai puncak sebelumnya.
Namun, situasinya berubah hanya dalam enam hari. Hingga 1 September, rata-rata tujuh hari volume futures Binance merosot menjadi US$1,32 miliar, sementara bursa lainnya turun menjadi US$1,54 miliar. Total volume pun menyusut menjadi US$2,86 miliar, atau turun sekitar 58,8 persen dari puncak 26 Agustus.
Penurunan tersebut juga terjadi relatif merata. Volume Binance berkurang 58 persen, sedangkan gabungan bursa lainnya turun 59,5 persen. Data itu menunjukkan penyusutan aktivitas spekulatif terjadi secara luas, bukan hanya terkonsentrasi pada satu platform perdagangan.
Menariknya, harga XRP hanya turun sekitar 5 persen dalam periode yang sama. Hampir US$4,1 miliar rata-rata volume futures tujuh hari menghilang dalam waktu kurang dari satu pekan tanpa disertai keruntuhan harga dalam skala serupa.
Amr Taha menyoroti perbedaan tersebut sebagai bagian penting dari pembacaan pasar.
“Divergensi ini menjadi sinyal utama karena volume berjangka anjlok tetapi harga XRP bertahan,” ungkapnya.
Dengan demikian, pasar XRP saat ini menghadapi dua dinamika sekaligus. Secara teknikal, US$1,36 menjadi pertahanan penting yang menentukan risiko penurunan menuju US$1,29 dan US$1,21.
Sementara itu, data derivatif menunjukkan aktivitas spekulatif telah mengalami reset tajam, tetapi sejauh ini belum diikuti pelemahan harga XRP dalam besaran yang sebanding.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


