Pergerakan harga XRP kembali menarik perhatian di tengah tekanan yang masih membayangi pasar kripto. Berdasarkan analisis Cryptollica, aset tersebut kini berada pada kondisi teknikal oversold (jenuh jual) paling dalam sepanjang 13 tahun sejarah perdagangannya.
Berdasarkan analisis grafik dua mingguan, indikator Relative Strength Index (RSI) XRP turun ke sekitar 34,5, level terendah sepanjang sejarah perdagangannya. Kondisi tersebut dinilai menyerupai fase yang pada siklus-siklus sebelumnya kerap mendahului reli besar.
Cryptollica menyebut setiap bull run utama XRP selalu diawali setelah RSI memasuki fase kelelahan jual (RSI exhaustion). Namun kali ini, tekanan yang terjadi disebut lebih dalam dibanding periode-periode sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menjadi awal perubahan tren ketika sentimen pasar mulai berbalik, sehingga fase ketidakpercayaan investor saat ini justru bisa menjadi momentum yang mahal untuk dilewatkan.

Struktur Bullish Masih Terjaga, Aktivitas Jaringan Ikut Menguat
Dalam grafik yang dibagikan Cryptollica, harga XRP terlihat masih bergerak di dalam struktur ascending channel jangka panjang meski tengah mengalami koreksi.
Area sekitar US$0,70 hingga US$0,80 menjadi support dinamis yang dipandang sangat penting karena bertepatan dengan garis tren naik utama yang telah bertahan selama beberapa siklus pasar.
Selama harga XRP mampu bertahan di atas zona tersebut, struktur bullish jangka panjang dinilai belum rusak. Sebaliknya, area US$1,30 hingga US$1,50 menjadi resistance awal yang perlu ditembus kembali untuk mengonfirmasi bahwa tekanan jual mulai mereda dan momentum pemulihan mulai terbentuk.
Apabila resistance tersebut berhasil direbut, Cryptollica menilai peluang kenaikan dapat berlanjut menuju area US$6 hingga US$8 yang berada di bagian atas channel jangka panjang.
Bahkan, dalam skenario yang lebih optimistis, analis tersebut memperkirakan XRP berpeluang memasuki double digit atau diperdagangkan di atas US$10 pada siklus berikutnya apabila reli besar kembali terjadi.
Di tengah kondisi teknikal tersebut, analis li Martinez turut menyoroti peningkatan aktivitas jaringan XRP. Ia menyebut jumlah alamat aktif harian telah meningkat dari sekitar 23.000 pada 14 Juni menjadi hampir 39.500 dalam dua pekan terakhir.

Menurut Martinez, lonjakan tersebut mencerminkan semakin tingginya partisipasi pengguna di jaringan XRP, sekaligus menunjukkan aktivitas on-chain yang terus menguat di tengah perhatian pasar terhadap pergerakan harga aset tersebut.
Harga XRP Masih Berada di Fase Manipulasi
Sementara itu, analisis lain dari CoinForge memberikan pandangan berbeda terhadap struktur harga XRP menggunakan konsep Accumulation, Manipulation, Distribution yang dikenal dalam pendekatan Smart Money.

Berdasarkan grafik yang dibagikannya, XRP dinilai telah menyelesaikan fase akumulasi yang berlangsung cukup lama di kisaran US$1,25 hingga US$1,55.
Setelah gagal mempertahankan area tersebut, harga memasuki fase manipulasi ketika menembus support dan turun menuju kisaran US$0,95 hingga US$1,25. Menurut CoinForge, pergerakan itu merupakan upaya mengguncang pasar sekaligus memicu kepanikan sebelum tren berikutnya mulai terbentuk.
Dalam pandangannya, zona US$0,95 hingga US$1 kini menjadi area paling krusial yang harus dipertahankan. Selama harga XRP tidak menembus lebih dalam dari kawasan tersebut, peluang pemulihan dinilai masih tetap terbuka.
Untuk mengonfirmasi perubahan tren, CoinForge menilai XRP perlu terlebih dahulu merebut kembali level US$1,25, kemudian menembus area US$1,55 yang sebelumnya menjadi batas atas fase akumulasi. Keberhasilan menembus kedua level tersebut dipandang sebagai sinyal awal bahwa tekanan jual mulai melemah.
Apabila skenario tersebut terwujud dan XRP berhasil keluar dari fase manipulasi, CoinForge memperkirakan aset ini dapat memasuki fase distribusi atau markup yang umumnya ditandai dengan reli lebih kuat.
Dalam proyeksinya, harga XRP berpotensi bergerak menuju kisaran US$2 hingga US$2,05, sementara struktur saat ini masih dianggap sebagai fase pembentukan dasar sebelum momentum bullish berkembang lebih lanjut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


