Harga XRP masih bergerak terbatas di awal Juli setelah bertahan di kisaran US$1,05, setara Rp18.993. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto tersebut mencatat kenaikan sekitar 1,38 persen, disertai volume perdagangan yang mencapai US$1,61 miliar, naik sekitar 8,73 persen.
Kenaikan aktivitas transaksi tersebut menunjukkan minat pasar mulai meningkat meski pergerakan harga belum keluar dari fase konsolidasi.
Di pasar derivatif, aktivitas perdagangan juga masih relatif stabil. Data terbaru CoinGlass menunjukkan volume derivatif XRP naik sekitar 5,33 persen menjadi US$1,71 miliar, sementara open interest turun tipis 0,24 persen ke kisaran US$2,29 miliar.

Kondisi tersebut mengindikasikan pelaku pasar masih aktif bertransaksi, namun belum terlihat peningkatan posisi spekulatif yang cukup besar untuk mendorong harga XRP keluar dari rentang pergerakan saat ini.
Sinyal Reversal Menguat, Harga XRP Siap Lepas Landas
Di tengah kondisi tersebut, analis Rachel menilai harga XRP kemungkinan sedang memasuki fase akhir dari koreksi yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Berdasarkan grafik tiga harian, pergerakan harga masih berada di dalam struktur korektif berbentuk descending channel, tetapi kini telah mendekati area Fair Value Gap (FVG) yang dianggap sebagai zona support utama.
Menurutnya, area tersebut berpotensi menjadi titik akhir tekanan jual sebelum pasar mulai membentuk pembalikan arah atau reversal.
Rachel menyoroti level US$0,81 sebagai support terpenting yang perlu dipertahankan agar struktur bullish jangka panjang tetap valid. Apabila terjadi pantulan dari area tersebut, harga XRP diperkirakan akan menghadapi resistance bertahap di sekitar US$1,15, US$1,44, US$1,72, hingga US$2,06.
Jika momentum beli terus menguat, target berikutnya berada di kisaran US$2,34, US$2,65, sebelum berpeluang kembali menguji area sekitar US$3,66.
Menurut Rachel, struktur pada time frame tinggi juga masih membuka peluang kenaikan yang lebih besar apabila pola tersebut berjalan sesuai skenario. Setelah fase koreksi berakhir, ia memproyeksikan XRP berpotensi melanjutkan tren impulsif baru menuju kisaran US$9,30 hingga US$10 dalam jangka panjang.
Karena itu, ia menilai kondisi saat ini lebih mencerminkan fase yang membutuhkan kesabaran sambil menunggu konfirmasi pembalikan tren dari area support utama.
RSI Bulanan Mulai Beri Sinyal Positif
Pandangan serupa juga disampaikan analis Ripples yang melihat sinyal awal reversal mulai muncul pada grafik bulanan.

Ia menyoroti indikator Relative Strength Index (RSI) yang telah turun ke kisaran 40, level yang menurutnya menunjukkan momentum bearish mulai melemah. Berdasarkan pola historis, area RSI tersebut beberapa kali menjadi titik awal sebelum XRP memasuki fase pemulihan yang lebih kuat.
Selain itu, Ripples menjelaskan bahwa harga XRP masih bergerak di dalam pola symmetrical triangle jangka panjang yang terbentuk sejak lonjakan besar pada siklus sebelumnya.
Pola tersebut menunjukkan volatilitas yang semakin menyempit seiring harga berkonsolidasi mendekati puncak segitiga. Selama harga tetap bertahan di dalam struktur tersebut, peluang terjadinya breakout dinilai masih terbuka.
Ia menambahkan bahwa area US$1 menjadi support psikologis yang penting untuk dipertahankan. Sebaliknya, penembusan di atas garis resistance segitiga diperkirakan dapat menjadi konfirmasi dimulainya tren naik baru.
Menurut Ripples, pembalikan arah kemungkinan justru akan terjadi ketika mayoritas pelaku pasar masih bersikap pesimistis.
Kombinasi RSI yang telah mendingin dan struktur konsolidasi jangka panjang dinilai membuka peluang reli yang dapat mengejutkan pasar, sehingga fase saat ini lebih tepat dipandang sebagai periode menunggu konfirmasi daripada bereaksi terhadap sentimen jangka pendek.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


