Harga XRP Dekati Titik Krusial, Akankah Tren Bearish Segera Berakhir?

Harga XRP kembali mendekati level resistance penting di US$1,29 setelah mengalami pemulihan dari tekanan jual yang melanda pasar kripto pada akhir Oktober 2026.

Pada saat artikel ini disusun, aset kripto tersebut bergerak di sekitar US$1,28, menempatkannya tidak jauh dari level yang berpotensi menentukan kelanjutan tren dalam jangka pendek.

Berdasarkan grafik perdagangan XRP/USD di Coinbase pada time frame satu jam, kenaikan harga XRP terjadi setelah aset tersebut mengalami konsolidasi berkepanjangan di rentang US$1,24 hingga US$1,26.

Pergerakan naik terbaru juga diikuti lonjakan volume perdagangan, menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi ketika XRP mulai meninggalkan rentang konsolidasinya. Namun, harga masih berada di bawah resistance yang terbentuk setelah penurunan tajam pada akhir Oktober.

XRP di Ujung Tren Bearish, Analis Ungkap Level Penentu Arah

Analis kripto CW mengidentifikasi US$1,29 sebagai level penting yang perlu ditembus untuk mengubah struktur pergerakan harga XRP dari bearish menjadi bullish. Menurutnya, keberhasilan pembeli membawa XRP melewati resistance tersebut dapat menjadi indikasi awal berakhirnya tekanan jual yang sebelumnya mendominasi pasar.

“XRP sedang mendekati level resistance penting. Level ini berada di US$1,29,” ungkap CW.

BACA JUGA:  Private Key vs Seed Phrase Kripto, Apa Perbedaannya?

XRP analisis 4 NOV

Ia menegaskan bahwa pergerakan melewati batas tersebut menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan sebelum menyimpulkan adanya perubahan arah tren.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Penembusan di atas garis ini akan menandakan pergeseran kembali ke tren bullish,” jelasnya.

Jika harga XRP berhasil menembus dan mempertahankan posisinya di atas US$1,29, peluang penguatan menuju level psikologis US$1,30 hingga US$1,31 dapat terbuka. Meski demikian, penembusan perlu disertai kelanjutan tekanan beli agar pergerakan tersebut tidak berakhir sebagai breakout palsu.

Sebaliknya, kegagalan melewati resistance dapat mengembalikan tekanan jual dalam jangka pendek.

Grafik menunjukkan support terdekat berada di sekitar US$1,255, sementara level US$1,245 menjadi titik perhatian berikutnya karena berdekatan dengan Point of Control (POC), yaitu tingkat harga dengan volume perdagangan terbesar pada rentang yang dianalisis.

Apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus US$1,24, harga XRP berisiko kembali memasuki struktur pelemahan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat kemampuan pembeli mempertahankan support menjadi penting, selain upaya menembus resistance utama.

Cadangan XRP Binance Terendah Sejak 2021, Tekanan Jual Bakal Mereda?

Di tengah upaya pemulihan harga, perkembangan lain muncul dari data cadangan XRP di Binance. Analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant pada Selasa (3/11/2026) mengungkapkan bahwa jumlah XRP yang tersimpan di bursa tersebut telah turun ke level terendah sejak 2021.

BACA JUGA:  OJK Ungkap Potensi Tokenisasi Aset Indonesia Capai Rp260 Triliun

XRP Ledger reserve 4 nov

Berdasarkan data yang dipaparkannya, cadangan XRP Binance menyusut menjadi sekitar 2,378 miliar token pada 2 November, dibandingkan sekitar 2,470 miliar token pada 30 Oktober. Penurunan tersebut setara dengan 92,36 juta XRP atau sekitar 3,74 persen hanya dalam tiga hari.

Penurunan cadangan itu terjadi setelah Binance kembali membuka layanan penarikan aset menyusul insiden keamanan yang baru-baru ini terjadi.

Meski demikian, Arab Chain menilai jumlah XRP yang keluar selama periode tersebut masih relatif kecil dibandingkan keseluruhan cadangan bursa, sehingga belum menunjukkan terjadinya gelombang penarikan secara besar-besaran.

Menurut Arab Chain, perkembangan yang lebih penting justru terletak pada posisi cadangan XRP yang kini mencapai titik terendah dalam sekitar lima tahun. Kondisi tersebut mencerminkan berlanjutnya pengurangan jumlah XRP yang tersimpan di Binance, bukan sekadar perubahan saldo selama beberapa hari terakhir.

BACA JUGA:  Menakar Nasib Emas dan Kripto di Tengah Agresivitas The Fed

Ia menjelaskan bahwa apabila tren penurunan cadangan berlanjut, jumlah token yang tersedia untuk segera dijual di Binance berpotensi semakin terbatas. Situasi ini dapat membantu mengurangi tekanan jual terhadap harga XRP pada periode mendatang, terutama apabila permintaan pasar tetap stabil atau meningkat.

Namun, penurunan cadangan bursa tidak secara otomatis menunjukkan peningkatan permintaan ataupun menjamin terjadinya kenaikan harga. Perpindahan aset dari platform perdagangan juga dapat berkaitan dengan perubahan tempat penyimpanan atau perpindahan dana ke platform lain.

Dengan demikian, arah harga XRP dalam jangka pendek masih bergantung pada kemampuan pembeli menembus resistance US$1,291 sekaligus mempertahankan support di bawahnya. Sementara itu, perkembangan cadangan Binance menjadi faktor tambahan yang dapat memengaruhi ketersediaan XRP di pasar apabila tren penurunannya terus berlangsung.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait