Harga XRP di Titik Penentuan! Pola Raksasa Ini Siap Picu Ledakan Besar

Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah pergerakannya memasuki fase yang dinilai krusial secara teknikal.

Pada saat artikel ini disusun, aset kripto tersebut diperdagangkan di kisaran US$1,14, setara Rp20.721, melemah sekitar 0,10 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih mencatat kenaikan 9,86 persen dalam tujuh hari terakhir.

Di sisi lain, volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar US$1,25 miliar, meski mengalami penurunan sekitar 30,72 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Kondisi tersebut muncul ketika XRP bergerak di area yang semakin sempit setelah berbulan-bulan berada dalam fase konsolidasi. Dari sisi teknikal, pola pergerakan harga menunjukkan ruang fluktuasi yang terus mengecil sehingga pasar dinilai tengah mendekati titik penentuan.

Situasi seperti ini kerap menjadi perhatian pelaku pasar karena fase kompresi yang panjang sering diikuti pergerakan harga yang lebih besar, baik ke atas maupun ke bawah.

Ujian Breakout Dimulai, Level US$1,13 Jadi Benteng Terakhir

Analis Suncoast menilai harga XRP kini berada di ujung pola falling wedge yang telah terbentuk selama beberapa bulan terakhir. Berdasarkan grafik dua harian, harga sedang menguji garis tren atas dari pola tersebut, sementara area US$1,13 menjadi support utama yang perlu dipertahankan agar struktur teknikal tetap valid.

BACA JUGA:  Dari SpaceX sampai Pildun 2026, Ini Topik yang Ramaikan Pasar Kripto

XRP analisis 6 jul

Menurutnya, pola tersebut kini telah mencapai fase kompresi maksimal setelah kedua garis tren terus menyempit. Kondisi itu membuat pasar berada di titik yang berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya apabila terjadi penembusan dari area konsolidasi saat ini.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Selain itu, Suncoast menyoroti Volume Profile yang menunjukkan adanya aktivitas akumulasi cukup besar di sekitar area harga sekarang. Aktivitas tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar untuk membangun posisi meskipun harga XRP belum keluar dari pola yang membatasi pergerakannya selama ini.

Jika harga XRP menembus garis tren atas falling wedge, area ini bisa menjadi sinyal awal dimulainya fase bullish baru. Sebaliknya, level US$1,13 tetap menjadi area penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga peluang pembalikan arah tetap terbuka.

Harga XRP Masih Ikuti Skenario Bullish Meski Lama Bergerak Sideways

Sementara itu, analis Vuori menilai pergerakan harga XRP masih sesuai dengan skenario time frame tinggi (HTF) yang telah dipantaunya sejak lama. Berdasarkan grafik mingguan, ia melihat struktur bullish jangka panjang masih terjaga meskipun XRP sempat mengalami koreksi dan bergerak sideways selama beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok Dulu Lalu Meledak, Target Berikutnya Bikin Melongo

XRP terbaru 6 juli

Vuori menjelaskan bahwa XRP memiliki pola historis berupa fase konsolidasi yang berlangsung sangat panjang sebelum akhirnya diikuti reli yang kuat. Menurutnya, karakteristik tersebut kembali terlihat pada kondisi saat ini karena harga masih bertahan di atas garis tren naik jangka panjang yang menjadi fondasi utama tren bullish.

Dari sisi teknikal, area US$0,89 yang bertepatan dengan level Fibonacci 0,236 menjadi support utama yang perlu dipertahankan agar struktur bullish jangka panjang tidak rusak. Sementara itu, US$2,72 menjadi resistance penting yang harus ditembus sebagai konfirmasi dimulainya fase kenaikan berikutnya.

Jika level tersebut berhasil dilewati, area Fibonacci berikutnya berada di sekitar US$3,42, US$5,47, US$8,78, hingga US$12,10, dengan proyeksi ekstensi lebih tinggi di kisaran US$15,89.

Lonjakan Aktivitas On-Chain Beri Sinyal Baru bagi XRP

Dari sisi on-chain, analis CryptoOnchain di CryptoQuant melihat adanya aktivitas likuiditas besar yang terpusat di Binance pada 2 Juli. Saat itu, arus masuk XRP ke bursa mencapai sekitar 7,38 juta XRP, sementara arus keluarnya hampir seimbang di kisaran 7,27 juta XRP.

Pada periode yang sama, Open Interest (OI) mulai pulih dari sekitar 405 juta menjadi 419 juta, beriringan dengan kenaikan harga XRP menuju area US$1,13.

BACA JUGA:  Mengapa Bitcoin Sulit Terbang? Ada Ancaman Besar dari Pasar Obligasi AS

XRP Struktur pasar 6 jul

CryptoOnchain menilai pola arus masuk dan keluar yang hampir identik dalam jumlah sebesar itu lebih mencerminkan aktivitas institusi, penyeimbangan posisi market maker, atau penataan dompet internal bursa dibandingkan transaksi ritel biasa.

Di saat yang sama, rasio leverage yang masih berada di bawah rata-rata enam bulan menunjukkan aktivitas tersebut lebih banyak didorong oleh pasar spot daripada spekulasi berbasis utang.

Meski demikian, aktivitas di jaringan XRP Ledger (XRPL) masih tergolong lebih tenang. Jumlah transaksi harian berada di kisaran 1,3 juta, atau sekitar 29 persen di bawah rata-rata tiga bulan terakhir.

“Jika volume transaksi jaringan mulai meningkat dan mengonfirmasi momentum di bursa, pasar berpeluang membentuk dasar harga yang lebih kuat dalam waktu dekat,” ungkap analis tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait