Harga XRP Diam-diam Siapkan Reli Hebat, Siap Meledak 2.700 Persen?

Harga XRP berpotensi memasuki fase ekspansi besar setelah sejumlah indikator teknikal pada kerangka waktu dua mingguan menunjukkan kompresi yang secara historis muncul sesudah dasar makro terbentuk.

Analis kripto Egrag Crypto memproyeksikan XRP dapat bergerak menuju US$5 hingga US$6,50 dalam skenario konservatif, sedangkan target tertingginya berdasarkan ekstensi Fibonacci mencapai sekitar US$31.

Proyeksi tersebut tetap bergantung pada kemampuan XRP mempertahankan zona support penting. Berdasarkan level sekitar US$1,10 yang terlihat pada grafik, kenaikan menuju US$31 akan setara dengan lonjakan sekitar 2.700 persen.

Namun, sebelum skenario itu terbuka, aset kripto tersebut diperkirakan perlu melewati proses pemantulan, rejection dan pengujian ulang area akumulasi.

Zona Akumulasi Jadi Penentu Lonjakan Harga XRP Berikutnya

Egrag menyoroti pergerakan exponential moving average atau EMA50, EMA100, dan weighted moving average atau WMA144 yang mulai berhimpitan selama periode konsolidasi besar.

XRP analisis 12 juli

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena pola serupa pada siklus sebelumnya terbentuk ketika dasar pasar telah dilewati, sesaat sebelum volatilitas dan momentum meningkat tajam.

“Untuk kali pertama, EMA50, EMA100 dan WMA144 mengalami kompresi bersamaan selama konsolidasi besar,” ujar Egrag.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Tunggu Harga XRP Meledak? Grafik 13 Tahun Ini Katakan Hal yang Berbeda

Dalam skenario utama, harga XRP perlu terlebih dahulu memantul menuju EMA50 di sekitar US$1,60. Setelah itu, penolakan yang sehat berpotensi membawa harga kembali menguji zona Fibonacci 0,618 hingga 0,50, yang berada pada kisaran sekitar US$0,95 sampai US$0,59 berdasarkan grafik.

Area tersebut dipandang sebagai zona akumulasi penentu atau make-or-break. Kemampuan pembeli mempertahankan rentang itu dapat membentuk struktur double bottom dengan titik terendah kedua yang lebih rendah, sekaligus menyediakan fondasi bagi reli makro berikutnya.

“Dasar makro mungkin sudah berada di belakang kita. Pengujian ulang zona Fibonacci 0,618 hingga 0,50 akan menjadi area akumulasi penentu sebelum pergerakan impulsif berikutnya,” tambahnya.

Apabila pola ekspansi siklus sebelumnya terulang, target awal harga XRP berada di rentang US$5 hingga US$6,50. Proyeksi yang lebih agresif menempatkan target US$9 pada ekstensi Fibonacci 1,272, kemudian US$15 pada level 1,414, serta US$31 pada ekstensi 1,618.

Lonjakan Funding Rate Picu Risiko Koreksi XRP

Di tengah proyeksi teknikal tersebut, analis CryptoOnchain di CryptoQuant mencatat lonjakan aktivitas spot XRP di Binance pada 4–8 Juli. Aktivitas itu mencapai puncaknya pada 7 Juli, ketika arus masuk tercatat sebanyak 64,9 juta XRP, lebih besar dibandingkan arus keluar sebesar 49,2 juta XRP.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Terancam Crash? Berpeluang Turun ke US$40 Ribu Sebelum Meledak

XRP volume, likuidasi, 12 jul

Namun, peningkatan aktivitas spot tersebut terjadi ketika eksposur derivatif telah menyusut. Open Interest XRP di Binance turun dari lebih dari US$500 juta pada pertengahan Juni menjadi US$431 juta pada 4 Juli, sebelum kembali melemah ke US$399 juta pada 10 Juli.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mengurangi penggunaan leverage meskipun perpindahan modal di pasar spot meningkat.

Pada periode yang sama, likuidasi posisi long melonjak 94 persen secara mingguan dan 172 persen dibandingkan rata-rata tiga bulan. Sebaliknya, likuidasi posisi short turun 53 persen. Funding rate Binance yang sempat negatif pada akhir Juni juga berbalik naik 266 persen secara mingguan menjadi 0,007.

Kombinasi kenaikan funding rate, penurunan Open Interest dan tingginya likuidasi long menunjukkan trader baru bersedia membayar premi lebih besar untuk mempertahankan posisi beli, meskipun basis pasar derivatif terus mengecil.

BACA JUGA:  Messi atau Mbappe? Ini Prediksi Golden Boot Piala Dunia 2026 di Polymarket

Struktur seperti ini berisiko mengalami penyesuaian funding rate apabila permintaan leverage tidak diikuti penguatan pasar spot yang berkelanjutan.

Dari sisi jaringan, jumlah alamat aktif masih 11 persen di bawah rata-rata tiga bulan. Meski demikian, jumlah transaksi meningkat sekitar 3–4 persen dalam sepekan dan sebulan terakhir, sementara rasio NVT mulai menurun. Data tersebut menunjukkan penggunaan jaringan berpotensi mulai stabil, tetapi partisipasi pasar secara luas belum sepenuhnya pulih.

Dengan demikian, prospek reli harga XRP menuju target jangka panjang masih memerlukan konfirmasi dari dua sisi. Secara teknikal, XRP harus bertahan di zona US$0,95–US$0,59 dan kembali merebut US$1,60.

Sementara dari sisi pasar, pertumbuhan aktivitas spot dan jaringan perlu mengimbangi penyusutan derivatif agar kenaikan tidak hanya ditopang oleh posisi leverage berbiaya tinggi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait