Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memperkirakan aset kripto tersebut masih memiliki ruang kenaikan yang sangat besar dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu proyeksi paling agresif datang dari analis pasar Celal Kucuker, yang menilai XRP berpeluang menembus level dua digit dalam 12 bulan mendatang dan bahkan berpotensi melampaui Ethereum (ETH) dari sisi kapitalisasi pasar dalam tiga tahun.
Pandangan tersebut muncul di tengah struktur teknikal XRP yang dinilai masih tetap sehat pada grafik jangka panjang. Menurut Celal, selama harga XRP mampu bertahan di atas garis support utama yang ditandai dengan garis biru pada grafik bulanan, skenario bullish masih tetap berlaku.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju target tersebut kemungkinan akan diwarnai volatilitas yang sangat tinggi sehingga investor perlu mengantisipasi fluktuasi harga yang tajam.
Harga XRP Berpeluang Tembus US$10 dalam 12 Bulan
Dalam analisisnya, Celal menilai garis support biru menjadi fondasi utama yang menjaga tren naik XRP tetap utuh. Selama area tersebut tidak ditembus ke bawah, ia memperkirakan harga XRP masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan secara bertahap menuju sejumlah resistance penting.

Level pertama yang menjadi perhatian berada di sekitar US$3,27, disusul resistance berikutnya di kisaran US$8,17, sebelum akhirnya menguji area US$17,15. Menurutnya, setiap level tersebut akan menjadi titik konfirmasi yang harus dilewati agar momentum bullish semakin kuat.
Berdasarkan proyeksinya, harga XRP berpotensi melampaui US$10 dalam kurun waktu sekitar 12 bulan apabila mampu mempertahankan struktur kenaikan yang ada.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dalam jangka waktu sekitar tiga tahun, XRP berpotensi menggeser Ethereum sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua apabila tren pertumbuhan dan adopsinya terus berlanjut.
Meski demikian, Celal menegaskan bahwa skenario tersebut tidak berarti pergerakan harga akan berlangsung mulus. Ia memperkirakan volatilitas ekstrem masih akan menjadi bagian dari perjalanan XRP menuju target-target jangka panjang tersebut.
Sejarah Berulang? XRP Masuk Fase Akumulasi Penentu
Sementara itu, analis ChartNerd melihat struktur teknikal harga XRP kembali membentuk pola historis yang sebelumnya beberapa kali mendahului reli besar.
Berdasarkan pengamatannya pada grafik bulanan, XRP kembali memasuki fase curve atau pembentukan dasar harga yang kemudian diikuti periode akumulasi panjang sebelum akhirnya mengalami breakout.

Ia menjelaskan bahwa pola serupa telah muncul dalam beberapa siklus terdahulu. Pada periode 2014 hingga 2017, XRP sempat mengalami koreksi sekitar 95 persen selama kurang lebih 37 bulan sebelum memasuki tren naik baru.
Siklus berikutnya pada 2018 hingga 2020 mencatat penurunan sekitar 96 persen dalam waktu 26 bulan, sedangkan fase 2021 hingga 2022 mengalami koreksi sekitar 85 persen selama 14 bulan sebelum akhirnya mencetak puncak baru pada 2025.
Menurut ChartNerd, pola tersebut menunjukkan bahwa fase akumulasi yang berlangsung cukup lama kerap menjadi fondasi sebelum terjadi breakout besar.
Untuk siklus saat ini, ia mencatat XRP baru mengalami koreksi sekitar 72 persen dalam waktu kurang lebih 11 bulan, sehingga penurunannya masih relatif lebih dangkal dibandingkan beberapa siklus bearish sebelumnya.
Selama harga XRP tetap bertahan di atas garis ascending support multi-tahun, ChartNerd menilai peluang terbentuknya breakout baru masih terbuka. Meski demikian, ia menekankan bahwa konfirmasi penembusan resistance tetap diperlukan sebelum tren bullish yang lebih besar benar-benar dapat dipastikan.
Apabila pola historis kembali terulang, fase akumulasi yang sedang berlangsung saat ini dinilai berpotensi menjadi awal dari reli besar berikutnya bagi XRP.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


