Harga XRP kembali menjadi perhatian pasar setelah kombinasi sinyal teknikal jangka panjang, lonjakan aktivitas on-chain dan pergerakan whale mulai muncul secara bersamaan dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah analis melihat struktur pergerakan XRP saat ini mulai menunjukkan potensi fase penting yang dapat menentukan arah tren besar berikutnya.
Analis teknikal ChartNerd menilai XRP kemungkinan sedang membentuk pola bullish jangka sangat panjang berupa cup and handle multi-tahun di bawah resistance besar yang telah bertahan sejak sekitar 2018.

Dalam grafik yang dibagikannya, fase “cup” disebut sudah selesai terbentuk setelah harga XRP kembali mendekati area tertinggi sepanjang masa (ATH) sebelumnya, sementara fase “handle” dinilai masih berpotensi berkembang sebelum tren bullish besar benar-benar terkonfirmasi.
Harga XRP Sedang Siapkan Ledakan Besar Berikutnya
ChartNerd menjelaskan bahwa harga XRP saat ini terlihat sedang mencoba mencari periodic bottom melalui retest terhadap Gaussian Channel.
Menurutnya, pola serupa sudah beberapa kali muncul selama enam tahun terakhir di dalam struktur cup tersebut dan beberapa kali berhasil menjadi titik dasar siklus penting.
Ia juga menyoroti bahwa retest Gaussian Channel sebelumnya pernah menjadi area bottom besar XRP pada siklus 2017. Karena itu, area support saat ini dinilai memiliki konfluensi teknikal cukup kuat untuk dipantau investor jangka panjang.
Selain itu, level Fibonacci 0,5 di sekitar US$0,89 juga disebut menjadi area support penting apabila harga XRP mengalami koreksi lebih dalam selama fase handle berlangsung. Meski demikian, ChartNerd menilai peluang bullish makro masih terbuka selama struktur besar tersebut tetap terjaga.
Dalam proyeksi jangka panjangnya, ChartNerd melihat potensi target ekstensi Fibonacci berikutnya berada di atas area US$8 apabila breakout besar akhirnya berhasil terjadi setelah fase handle selesai terbentuk. Namun ia mengingatkan bahwa pola tersebut masih bersifat probabilitas dan belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Di sisi lain, analis teknikal Robert melihat harga XRP saat ini bergerak di sekitar US$1,43 sambil mempertahankan support penting pasca tekanan jual sebelumnya.
Ia menilai XRP masih menunjukkan bias bullish jangka pendek karena tetap bergerak di atas EMA 50 hari dengan RSI netral serta momentum MACD yang mulai menguat secara moderat.

Robert juga menyebut indikator MVRV Z-Score masih menunjukkan kondisi undervalued yang berpotensi menjadi sinyal local bottom. Namun menurutnya, pasar masih membutuhkan katalis besar baru karena permintaan institusional disebut belum terlalu kuat meski sudah mulai muncul aliran dana kecil dari ETF.
“Resistance langsung berada di area US$1,50 hingga US$1,51. Jika berhasil ditembus situasinya bisa lebih lega, tetapi jika kehilangan area US$1,42 maka gambarannya bisa memburuk,” ujar Robert.
Aktivitas XRP Ledger Melonjak Tajam
Sementara itu, data dari Santiment menunjukkan lonjakan aktivitas jaringan XRP setelah harga XRP sempat menembus area US$1,54 untuk kali pertama dalam dua bulan terakhir.

Santiment mencatat XRP Ledger baru saja mengalami periode aktivitas harian tertinggi sejak Maret 2026. Jumlah active addresses mencapai sekitar 48.453 alamat atau tertinggi sejak 30 Maret, sementara network growth menyentuh sekitar 3.317 wallet baru atau tertinggi sejak 19 Maret.
Menurut Santiment, lonjakan aktivitas tersebut memang sebagian dipengaruhi oleh fenomena fear of missing out atau FOMO setelah harga XRP menguat tajam. Namun peningkatan aktivitas transaksi di jaringan tetap dianggap sebagai faktor penting untuk mendukung pertumbuhan harga jangka menengah hingga panjang.
Santiment menilai adopsi jaringan yang meningkat dapat membantu memperkuat valuasi XRP dalam jangka panjang karena aktivitas riil di blockchain menjadi salah satu indikator kesehatan ekosistem.
Whale XRP Mulai Tinggalkan Binance
Di tengah peningkatan aktivitas jaringan tersebut, analis on-chain Amr Taha di CryptoQuant juga mengungkap perubahan penting pada pergerakan whale XRP di bursa besar.

Dalam laporannya, Amr Taha mencatat bahwa holder besar mulai menarik XRP dari Binance hampir setiap hari sejak 3 Mei 2026.
Data tersebut hanya menghitung transaksi minimal 1 juta XRP sehingga lebih merefleksikan aktivitas wallet dari whale atau institusi dibanding investor ritel biasa. Hingga 15 Mei 2026, total arus keluar besar dari Binance disebut sudah mencapai sekitar 403 juta XRP.
Amr Taha menjelaskan bahwa pola penarikan besar berulang dari bursa biasanya mengindikasikan perpindahan aset dari platform perdagangan likuid menuju penyimpanan lain atau kustodian jangka panjang. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan XRP yang tersedia untuk tekanan jual cepat di pasar.
“Pergerakan ini bukan lonjakan tunggal, melainkan pola penarikan yang terus berulang dari salah satu bursa terbesar dunia,” ungkap Amr Taha.
Ia juga mencatat bahwa sebelumnya aktivitas penarikan besar lebih dominan terjadi di Coinbase saat harga XRP masih berada di sekitar US$1,34. Kini pola tersebut mulai bergeser ke Binance bersamaan dengan pemulihan harga XRP menuju area US$1,47, sehingga membuat struktur pasar saat ini dinilai lebih menarik untuk dipantau pelaku pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


