Pergerakan harga XRP mulai menjadi perhatian sejumlah analis setelah muncul pola teknikal jangka panjang yang dinilai mirip dengan struktur saham Amazon (AMZN) sebelum mengalami reli parabolik pada siklus sebelumnya.
Analisis tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas derivatif XRP di Binance dan munculnya sinyal bullish jangka pendek.
Analis teknikal ChartNerd menilai struktur harga XRP saat ini memiliki beberapa kesamaan penting dengan fase konsolidasi panjang yang pernah dialami harga saham Amazon sebelum breakout besar terjadi.

Dalam analisisnya, ia menyoroti terbentuknya major peak yang kemudian diikuti pola lower high atau puncak yang terus menurun selama beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, harga XRP disebut masih mampu mempertahankan area support jangka panjang dengan pola higher low atau titik terendah yang terus naik selama sekitar enam tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan tekanan beli jangka panjang belum benar-benar hilang meski pasar beberapa kali mengalami koreksi besar.
ChartNerd juga menyoroti adanya resistance historis yang telah bertahan selama sekitar delapan hingga 10,5 tahun. Area tersebut kini dinilai menjadi penghalang utama sebelum harga XRP dapat memasuki fase ekspansi berikutnya.
Selain itu, ia melihat harga XRP mulai membentuk kombinasi symmetrical triangle dan ascending triangle. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering muncul ketika pasar memasuki fase konsolidasi besar sebelum breakout kuat terjadi.
ChartNerd turut menandai fase “spring” dan retest pada struktur XRP, yakni kondisi ketika harga sempat turun untuk menguji ulang support sebelum kembali menunjukkan pemulihan. Menurutnya, pola serupa juga pernah muncul pada fase awal breakout Amazon sebelum saham teknologi tersebut bergerak naik secara agresif dalam siklus berikutnya.
Ia menilai struktur harga XRP saat ini mulai menunjukkan penyelarasan yang mirip dengan fase awal reli besar Amazon tersebut.
Aktivitas Leverage Mulai Memanas di Pasar XRP
Di tengah struktur teknikal jangka panjang tersebut, analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant juga mencatat adanya peningkatan aktivitas spekulatif di pasar derivatif XRP Binance.

Berdasarkan data terbaru, open interest XRP tercatat naik hingga sekitar US$475,4 juta, lebih tinggi dibanding rata-rata 30 hari yang berada di kisaran US$440,7 juta. Pada saat yang sama, indikator Open Interest Z-Score ikut meningkat hingga sekitar 1,65.
Menurut Arab Chain, kenaikan tersebut menunjukkan mulai masuknya likuiditas baru ke pasar futures XRP setelah sebelumnya aktivitas derivatif cenderung melemah dalam beberapa bulan terakhir.
Nilai Z-Score yang bergerak di atas level 1 juga biasanya mencerminkan peningkatan penggunaan leverage dan aktivitas trader yang lebih tinggi dibanding kondisi normal.
“Stabilnya harga XRP meski aktivitas leverage meningkat menunjukkan pasar mulai memasuki fase dengan eksposur risiko yang lebih besar,” ujar Arab Chain.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kenaikan open interest tidak selalu menjadi sinyal bullish langsung bagi harga XRP. Dalam beberapa kondisi, pasar yang terlalu dipenuhi posisi leverage juga berpotensi memicu volatilitas tajam apabila terjadi likuidasi massal atau perubahan sentimen mendadak.
Di tengah meningkatnya aktivitas derivatif tersebut, sentimen pasar terhadap harga XRP juga ikut terdorong oleh perkembangan regulasi kripto di AS. Analis pasar Ash Crypto menilai XRP menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan setelah munculnya Clarity Act yang dinilai memberi kepastian regulasi lebih jelas bagi industri aset digital.
Menurutnya, posisi XRP yang sejak awal difokuskan untuk sistem pembayaran dan transfer lintas negara membuat Ripple berpotensi lebih leluasa memperluas penggunaan RLUSD di pasar AS.
Ash Crypto juga menyebut penguatan serupa mulai terlihat pada aset berbasis pembayaran lain seperti Stellar, Cardano dan Hedera yang dinilai ikut diuntungkan oleh arah regulasi baru tersebut.
Harga XRP Masuk Fase Penentuan Arah Bullish
Sementara itu, analis teknikal Maxi melihat harga XRP mulai mengonfirmasi pola bullish cup and handle pada time frame 4 jam. Dalam grafik yang dibagikannya, pola “cup” terbentuk sejak pertengahan Maret hingga awal April setelah XRP sempat terkoreksi dari area sekitar US$1,55 menuju kisaran US$1,28.

Setelah fase pembulatan selesai, harga XRP mulai membentuk struktur “handle” atau konsolidasi pendek di dekat resistance utama. Maxi menyoroti area US$1,44 hingga US$1,45 sebagai neckline penting yang kini sedang diuji pasar.
Menurutnya, breakout di atas area tersebut dapat membuka peluang kenaikan harga XRP menuju kisaran US$1,70 dalam skenario bullish jangka pendek.
Selain itu, struktur higher low pada area handle juga dinilai menunjukkan tekanan beli mulai kembali meningkat selama harga tetap bertahan di atas support US$1,39 hingga US$1,40.
Maxi bahkan menyebut potensi lonjakan besar harga XRP dapat mulai terjadi dalam 48 jam ke depan apabila breakout resistance berhasil dipertahankan dengan dukungan volume perdagangan yang kuat.
Sementara itu, analis teknikal Jonathan Carter juga melihat harga XRP mulai memantul dari area MA 50 hari di dalam pola falling wedge pada time frame dua harian.

Menurutnya, struktur tersebut menunjukkan proses rebound mulai berjalan setelah harga beberapa kali bertahan di area support penting. Jonathan Carter menilai pergerakan tersebut juga mulai mengindikasikan adanya akumulasi dari pelaku institusional di area saat ini.
Jika momentum bullish terus berlanjut, ia memproyeksikan harga XRP berpeluang bergerak menuju target US$1,62, kemudian US$2,66 hingga US$3,45 dalam skenario kenaikan lanjutan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


