Harga XRP masih menjaga peluang untuk melanjutkan pemulihan setelah reli kuat pada akhir bulan lalu, meski tekanan jual kembali muncul dalam perdagangan terbaru.
Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,34, dengan area garis tren jangka panjang yang menjadi salah satu zona penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.
Secara teknikal, kemampuan aset tersebut bertahan di sekitar area US$1,30–US$1,34 berpotensi menjaga peluang kenaikan menuju level yang lebih tinggi.
Pergerakan tersebut terjadi setelah XRP sempat melesat dari kawasan US$0,98 dan mencapai sekitar US$1,55 sebelum memasuki fase konsolidasi. Sejak puncak lokal tersebut, harga membentuk serangkaian lower high di bawah resistance menurun.
Kondisi itu membuat area saat ini menjadi titik pertemuan antara tekanan dari resistance jangka pendek dan dukungan garis tren yang lebih panjang, sementara pelaku pasar menunggu konfirmasi arah selanjutnya.
Garis Tren Jadi Benteng Terakhir Sebelum Harga XRP Bidik US$2
Pada time frame 8 jam, harga XRP berada dekat garis tren support jangka panjang setelah reli sebelumnya. Struktur konsolidasi terlihat semakin menyempit, dengan resistance menurun menahan setiap upaya pemulihan.
Apabila support sekitar US$1,30–US$1,34 tetap bertahan, tekanan jual berpotensi terserap dan memberikan kesempatan bagi pembeli untuk kembali menguji batas atas konsolidasi.

Area US$1,50–US$1,55 kemudian menjadi resistance penting yang perlu dilewati. Level tersebut berdekatan dengan puncak yang terbentuk setelah lonjakan tajam pada paruh kedua Agustus. Penembusan dan kemampuan bertahan di atas zona itu dapat memperkuat struktur bullish sekaligus membuka ruang pergerakan menuju US$2.
Proyeksi dari pola pada grafik menunjukkan potensi pergerakan sekitar 56,99 persen apabila breakout berhasil terkonfirmasi. Berdasarkan pengukuran tersebut, sasaran berada di kisaran US$2,13.
Dengan demikian, harga XRP berpeluang kembali menempatkan zona US$2–US$2,13 sebagai target apabila resistance menurun dan puncak lokal sebelumnya dapat dilewati.
Sebaliknya, skenario kenaikan menghadapi risiko apabila XRP kehilangan support yang saat ini sedang diuji. Penurunan tegas di bawah sekitar US$1,30 dapat melemahkan struktur konsolidasi dan menunda peluang menuju US$2.
Karena itu, reaksi pasar pada support dan konfirmasi breakout tetap menjadi faktor penting sebelum target lebih tinggi memperoleh pijakan teknikal yang lebih kuat.
500 Juta XRP Tinggalkan Binance, Sinyal Akumulasi Makin Terasa
Di luar pergerakan teknikal, analis Darkfost di CryptoQuant menyoroti perubahan besar pada cadangan XRP di Binance. Rata-rata bulanan cadangan aset tersebut di bursa itu telah turun ke level yang terakhir terlihat sekitar Februari 2024.
Perkembangan tersebut berlangsung ketika harga XRP masih jauh di bawah rekor lokalnya dan memberikan gambaran berbeda mengenai perilaku pemegang aset.

Menurut Darkfost, rata-rata bulanan cadangan XRP di Binance turun dari sekitar 3,1 miliar XRP pada November 2025 menjadi 2,6 miliar XRP saat ini. Artinya, sekitar 500 juta XRP telah meninggalkan platform dalam waktu kurang dari satu tahun.
Penurunan terjadi ketika harga XRP telah terkoreksi dari puncak US$3,66 menjadi sekitar US$1,35, atau mengalami drawdown sekitar 63 persen.
“Mengingat level saat ini, tidak diragukan bahwa sebagian investor sedang mengakumulasi XRP,” ungkap Darkfost.
Darkfost mencatat cadangan Binance cenderung sempat meningkat ketika XRP mengalami rebound, sebelum kembali menurun selama periode retracement.
Karena metrik yang digunakan merupakan rata-rata bulanan, perubahan tersebut tidak menggambarkan perpindahan aset secara real-time, tetapi menunjukkan kecenderungan penurunan cadangan yang berlangsung dalam periode lebih panjang.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah akumulasi jangka panjang, ketika investor memindahkan aset dari bursa menuju dompet pribadi. Faktor lain adalah peluncuran XRP ETF spot pada November hingga Desember 2025, yang menurut Darkfost dapat mendorong kebutuhan pembelian XRP di pasar untuk memenuhi permintaan investor ETF.
Penyesuaian internal cadangan oleh Binance sesuai kebutuhan pelanggan juga dapat berkontribusi, meski dinilai memiliki pengaruh lebih kecil terhadap tren rata-rata tersebut.
Pada perdagangan terbaru, harga XRP berda di kisaran US$1,34, setara Rp23.813. Aset tersebut melemah 0,33 persen dalam 4 jam dan turun 2,62 persen dalam 24 jam. Tekanan jangka pendek itu membuat konfirmasi teknikal di sekitar support tetap dibutuhkan sebelum peluang pemulihan dapat menguat.
Penurunan cadangan bursa sendiri tidak otomatis menghasilkan kenaikan harga XRP dalam waktu dekat. Darkfost menilai dinamika tersebut lebih relevan sebagai sinyal jangka panjang karena dapat mencerminkan sebagian investor memilih menyimpan XRP di luar bursa.
Dalam jangka pendek, kemampuan mempertahankan area US$1,30–US$1,34 dan menembus resistance US$1,50–US$1,55 tetap menjadi faktor yang menentukan apakah target US$2 dapat kembali terbuka.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


