Harga XRP kembali berada di titik krusial setelah terkoreksi hingga sekitar US$1,08, membawa aset kripto tersebut semakin dekat dengan level psikologis US$1.
Namun, tekanan harga yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir belum sepenuhnya menghapus skenario bullish jangka panjang.
Analis kripto Mattsby menyoroti bahwa XRP saat ini justru sedang melakukan backtest terhadap Ichimoku Cloud pada grafik bulanan, sebuah struktur yang menurutnya membuat pandangan bearish sulit diyakini sepenuhnya.
Dalam analisisnya, XRP diperdagangkan sekitar US$1,08 setelah sebelumnya sempat mencapai area tertinggi sekitar US$3 pada 2025. Koreksi panjang tersebut kini membawa harga mendekati bagian atas Ichimoku Cloud di time frame bulanan.
Mattsby mempertanyakan pandangan bearish ketika sebuah aset sedang menguji kembali Ichimoku Cloud, terutama karena area tersebut berpotensi berfungsi sebagai support dinamis jangka panjang.

Ichimoku Jadi Benteng Terakhir Harga XRP
Grafik Mattsby menunjukkan area sekitar US$1-US$1,08 menjadi wilayah penting yang perlu dipertahankan pembeli.
Posisi harga yang mendekati Ichimoku Cloud membuat respons XRP dari zona tersebut berpotensi menentukan apakah koreksi yang berlangsung sejak 2025 hanya merupakan backtest atau berkembang menjadi pelemahan struktur yang lebih dalam.
Jika harga XRP mampu bertahan di sekitar US$1 dan kemudian memantul dari cloud, perhatian berikutnya beralih ke sejumlah resistance Ichimoku yang berada di atas harga.
Grafik tersebut memperlihatkan level sekitar US$1,70 sebagai hambatan awal, disusul kisaran US$1,86-US$1,98 dan sekitar US$2,02. Perebutan kembali level-level tersebut secara bertahap diperlukan untuk menunjukkan bahwa pembeli mulai mengambil kembali kendali setelah fase koreksi panjang.
Sebaliknya, penembusan tegas ke bawah US$1 akan mengubah pembacaan teknikal tersebut. Harga XRP berisiko bergerak lebih dalam ke area cloud dan mengurangi kekuatan skenario bahwa penurunan saat ini hanya merupakan backtest support Ichimoku bulanan.
Karena menggunakan timeframe monthly, konfirmasi melalui penutupan candle bulanan akan memberikan sinyal lebih kuat dibandingkan fluktuasi harga jangka pendek di sekitar level tersebut.
Dengan demikian, analisis Mattsby tidak menyatakan bahwa XRP telah kembali memasuki tren naik. Fokus utamanya berada pada posisi harga terhadap Ichimoku Cloud, dengan US$1 menjadi area yang memisahkan kemungkinan pantulan jangka panjang dari risiko kerusakan struktur teknikal lebih lanjut.
Leverage Memanas, US$1 Tak Boleh Jebol
Di sisi lain, analis PelinayPA di CryptoQuant melihat risiko jangka pendek yang lebih besar. Berdasarkan indikator pasar derivatif XRP, Funding Rate baru-baru ini bergerak sangat dekat dengan nol dan sesekali sedikit negatif.
Kondisi tersebut menunjukkan posisi long di pasar futures belum terlalu padat sehingga data funding saja belum cukup untuk membangun ekspektasi bearish yang kuat.

Namun, Estimated Leverage Ratio XRP tercatat meningkat dari sekitar 0,14 menjadi 0,17. Kenaikan tersebut menunjukkan penggunaan leverage bertambah ketika pergerakan harga masih lemah.
Kombinasi ini dapat memperbesar volatilitas karena posisi ber-leverage menjadi lebih rentan terhadap likuidasi apabila pasar bergerak tajam, terutama jika support utama gagal bertahan.
PelinayPA juga menilai XRP masih bergerak turun dalam tren yang lemah. Pemulihan singkat setelah Juni belum mampu membentuk tren naik yang kokoh, sementara harga kembali kehilangan tenaga.
Pada saat bersamaan, Average True Range (ATR) mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir, mengindikasikan volatilitas kembali membesar ketika harga masih berada dalam tekanan.
“Jika XRP kehilangan US$1, momentum penurunan kemungkinan besar akan semakin cepat,” ungkapnya.
Risiko tersebut menjadi lebih penting karena peningkatan leverage dapat menciptakan efek berantai. Jika harga XRP menembus support US$1, posisi long ber-leverage berpotensi terkena likuidasi.
Penjualan paksa dari proses tersebut kemudian dapat menambah tekanan pasar dan membuat penurunan berlangsung lebih tajam dibandingkan pergerakan normal tanpa tekanan likuidasi.
Dua pembacaan teknikal tersebut akhirnya bertemu pada satu level yang sama. Dalam perspektif jangka panjang, area US$1 menjadi wilayah backtest penting bagi Ichimoku Cloud bulanan sebagaimana disoroti Mattsby.
Sementara dalam jangka pendek, PelinayPA melihat hilangnya level tersebut dapat memicu percepatan tekanan jual karena leverage meningkat dan volatilitas kembali naik. Dengan demikian, kemampuan XRP mempertahankan US$1 menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah pergerakan berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


