Pergerakan XRP masih tertahan di tengah tekanan pasar kripto global, tetapi data terbaru dari analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant menunjukkan sinyal positif dari sisi kualitas pergerakan harga.
Indikator Sharpe Ratio XRP di Binance tercatat naik ke level tertinggi sepanjang April, menandakan efisiensi imbal hasil terhadap risiko mulai membaik setelah sempat melemah sejak akhir Maret.

Data tersebut menjadi perhatian pasar karena Sharpe Ratio merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur kualitas return aset dibandingkan tingkat volatilitasnya.
Sinyal Risiko Membaik, Distribusi Whale Jadi Hambatan
Dalam laporan Arab Chain, indikator Sharpe Ratio kini berada di kisaran 0,065, tertinggi sepanjang bulan ini. Kondisi itu mencerminkan bahwa rata-rata return XRP dalam 30 hari terakhir mulai pulih, sementara volatilitas tetap relatif stabil.
Selain itu, Arab Chain menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan perubahan dinamika pasar setelah fase tekanan yang berlangsung pada akhir kuartal pertama tahun ini.
“Kembalinya Sharpe Ratio ke level tertinggi bulanan menunjukkan keseimbangan risiko dan imbal hasil mulai membaik,” ungkap Arab Chain.
Meski begitu, harga XRP masih bergerak dalam fase konsolidasi dan belum menunjukkan breakout yang kuat. Hingga perdagangan terbaru, XRP masih berkutat di area psikologis penting, membuat pelaku pasar menunggu arah berikutnya.
Di tengah perbaikan indikator risiko tersebut, tekanan dari pemegang besar atau whale masih menjadi faktor yang membatasi ruang gerak harga XRP. Analis teknikal Ali Martinez mencatat sekitar 1,10 miliar XRP telah dijual atau didistribusikan ulang oleh whale dalam sepekan terakhir.

Arus distribusi besar ini menunjukkan sebagian investor besar masih melakukan pengurangan posisi di tengah ketidakpastian pasar. Tekanan jual dari whale biasanya menjadi faktor penting yang mempengaruhi stabilitas harga, terutama ketika pasar belum memiliki katalis kuat untuk mendorong kenaikan.
Harga XRP Melemah, Area Krusial Kini Jadi Sorotan
Di sisi teknikal, analis pasar Ography melihat XRP mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan jangka pendek seiring koreksi yang melanda pasar kripto secara lebih luas. Dalam 24 jam terakhir, harga XRP tercatat turun sekitar 2 persen dan sempat turun di bawah level US$1,40, dengan posisi terakhir bergerak di sekitar US$1,39.

Koreksi itu terjadi bersamaan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global yang melemah sekitar 1,38 persen menjadi US$2,56 triliun. Menurut Ography, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap XRP bukan terjadi secara terpisah, melainkan bagian dari pelemahan pasar secara keseluruhan.
Dalam analisis teknikal terbaru, Ography menilai area US$1,35 hingga US$1,40 kini menjadi zona penentu arah harga XRP dalam jangka pendek. Selama harga XRP mampu bertahan di atas area tersebut, struktur teknikal dinilai masih tetap terjaga.
Namun jika level itu gagal dipertahankan, peluang koreksi lebih dalam dinilai terbuka. Sebaliknya, jika sentimen pasar membaik dan arah kebijakan ekonomi global menjadi lebih jelas, XRP dinilai bisa kembali mendapatkan momentum pemulihan dengan cepat.
Secara garis besar, data on-chain dari Arab Chain menunjukkan bahwa meski harga XRP masih tertahan dan belum keluar dari fase konsolidasi, kualitas pergerakan aset ini mulai membaik dari sisi risiko dan imbal hasil.
Kenaikan Sharpe Ratio ke level tertinggi selama April menjadi sinyal bahwa keseimbangan pasar mulai pulih, kepercayaan trader perlahan kembali, dan peluang perbaikan harga dalam jangka pendek mulai terbuka jika momentum tetap terjaga.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


