Harga XRP Masuk Fase Manipulasi, Reli Besar Segera Dimulai?

Harga XRP kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah sejumlah analis menilai aset tersebut sedang berada pada fase krusial yang berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya.

Salah satu pandangan datang dari analis Coinvo yang menyebut XRP saat ini tengah membentuk pola klasik Accumulation, Manipulation, and Distribution (AMD), sebuah struktur yang kerap dikaitkan dengan strategi pergerakan pelaku pasar besar sebelum terjadinya reli signifikan.

Pada saat artikel ini disusun, XRP tercatat diperdagangkan di sekitar US$1,18, setara Rp21.061. Dalam 24 jam terakhir, aset ini menguat sekitar 2,99 persen, sementara volume perdagangan spot harian melonjak lebih dari 31 persen menjadi sekitar US$1,21 miliar, menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi di pasar.

XRP Keluar dari Akumulasi, Kini di Fase Manipulasi

Menurut Coinvo, struktur AMD yang saat ini terlihat pada grafik harian XRP menunjukkan bahwa fase akumulasi yang berlangsung cukup lama kemungkinan telah berakhir.

Dalam pola tersebut, fase akumulasi biasanya ditandai dengan pergerakan harga yang bergerak dalam rentang tertentu selama periode panjang ketika pelaku pasar besar mulai membangun posisi secara bertahap.

BACA JUGA:  Ketahuan! Sultan Indonesia Nyicil Meme Coin Ini hingga Rp12 Miliar

XRP analisis 15 jn

Setelah itu, pasar memasuki fase manipulasi. Coinvo menjelaskan bahwa tahap ini sering digunakan untuk menciptakan kesan bahwa tren turun akan berlanjut sehingga mendorong investor ritel membuka posisi jual atau short.

Dalam kondisi tersebut, banyak pelaku pasar berpotensi terjebak oleh pergerakan harga yang tampak bearish dalam jangka pendek.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Berdasarkan grafik yang dibagikannya, area sekitar US$1,05 hingga US$1,15 menjadi zona manipulasi yang saat ini menjadi fokus perhatian. Selama harga XRP mampu bertahan di atas area tersebut, peluang terbentuknya pembalikan arah masih dinilai tetap terbuka.

Di sisi atas, area US$1,25 menjadi resistance awal yang perlu direbut kembali oleh pembeli. Sementara itu, zona sekitar US$1,60 menjadi hambatan berikutnya yang sebelumnya beberapa kali menahan upaya kenaikan selama fase konsolidasi berlangsung.

Coinvo menilai bahwa apabila pola AMD tersebut berjalan sesuai skenario, XRP berpotensi memasuki fase distribusi yang biasanya ditandai dengan percepatan kenaikan harga.

Dalam proyeksinya, area US$2,60 hingga US$3,00 menjadi target yang berpotensi diuji apabila momentum bullish berhasil terbentuk dan resistance-resistance penting dapat ditembus.

BACA JUGA:  Gila! Whale XRP Borong Rp840 Miliar Koin Saat Harga Lagi Lesu

XRP Kembali ke Harga Era 2018, Pertanda Reli Besar Terulang?

Pandangan lain datang dari Crypto Patel yang menilai kondisi pasar saat ini memiliki kemiripan dengan fase akumulasi besar yang pernah terjadi sebelum reli-reli penting pada siklus sebelumnya.

Dalam analisis grafik bulanan yang dibagikannya, XRP terlihat kembali berada di kisaran harga yang relatif serupa dengan level yang pernah diperdagangkan pada 2018.

XRP akumulasi 15 jun

Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan peluang yang menyerupai “kesempatan kedua” bagi investor yang sebelumnya tidak sempat melakukan akumulasi pada fase awal siklus terdahulu. Ia menyoroti bahwa XRP masih bergerak di dekat garis tren naik jangka panjang yang selama hampir satu dekade berfungsi sebagai support utama.

Dalam pemetaannya, area US$0,50 hingga US$0,70 menjadi zona akumulasi utama yang harus dipertahankan. Kawasan tersebut juga berdekatan dengan garis tren support jangka panjang yang selama ini menjadi fondasi struktur bullish XRP.

Sementara itu, area US$1,10 hingga US$1,20 menjadi resistance terdekat yang saat ini sedang diuji pasar. Karena harga XRP saat ini berada di sekitar zona tersebut, kemampuan untuk mempertahankan posisi di atas level itu akan menjadi faktor penting bagi arah pergerakan berikutnya.

BACA JUGA:  Kripto Ini Diserbu Institusi, Melonjak 50 Persen dalam Sepekan!

Crypto Patel menilai bahwa jika area tersebut berhasil ditembus dan berubah fungsi menjadi support, peluang pemulihan menuju puncak siklus sebelumnya akan semakin terbuka.

Dalam proyeksi jangka panjangnya, ia bahkan menunjukkan potensi pergerakan menuju area US$10, meskipun target tersebut masih memerlukan berbagai konfirmasi teknikal tambahan dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, ia menilai fase saat ini lebih mencerminkan periode akumulasi dan kesabaran dibandingkan fase euforia pasar. Berdasarkan pola historis yang diamatinya, investor yang mampu bertahan selama fase konsolidasi panjang sering kali menjadi pihak yang paling diuntungkan ketika tren bullish kembali terbentuk dan harga XRP memasuki siklus kenaikan berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait