Harga XRP kembali menarik perhatian pasar. Dalam analisis terbarunya, ChartNerd menilai aset kripto tersebut telah memasuki zona yang secara historis sering menjadi awal fase kenaikan besar.
Berdasarkan analisis pada grafik dua mingguan, XRP dikatakan telah mengonfirmasi Point of Control (POC) di lower regression band dari Gaussian Channel, area yang disebut sebagai “Bull Switch” dan sebelumnya beberapa kali memicu repricing hebat.

Meski demikian, peluang reli tidak serta-merta terjadi dalam waktu singkat. ChartNerd mengingatkan bahwa proses pembentukan dasar harga masih dapat disertai volatilitas tinggi, termasuk kemunculan wick panjang atau liquidity sweep ke bawah sebelum harga XRP benar-benar membentuk titik terendah dan melanjutkan tren naik.
Harga XRP Dekati Titik Balik Historis, Targetkan Reli ke US$3
Dalam analisanya, ChartNerd menjelaskan bahwa kemunculan Bull Switch pada Gaussian Channel dua mingguan merupakan sinyal yang beberapa kali muncul sebelum fase kenaikan besar pada siklus-siklus sebelumnya. Menurutnya, konfirmasi terbaru menunjukkan harga XRP kembali berada di area yang secara historis menjadi titik balik tren.
Ia menilai masih terbuka kemungkinan terjadinya liquidity sweep ke bawah sebelum pasar menemukan dasar yang lebih kuat. Oleh karena itu, pergerakan turun jangka pendek dinilai masih wajar selama struktur utama belum rusak.
Secara teknikal, area US$1,10 hingga US$1,14 menjadi zona support yang kini mendapat perhatian pelaku pasar. Selama area tersebut mampu dipertahankan, skenario bullish dinilai tetap memiliki peluang untuk berlanjut.
Jika pola historis kembali terulang, ChartNerd memperkirakan harga XRP berpotensi melanjutkan penguatan menuju kisaran US$3. Target tersebut didasarkan pada karakteristik Bull Switch yang sebelumnya selalu diikuti fase repricing setelah proses pembentukan dasar selesai.
Investor Ramai-ramai Tarik XRP dari Bursa
Sementara itu, data on-chain turut menunjukkan perubahan perilaku investor di sejumlah bursa kripto utama.
Analis Amr Taha di CryptoQuant mengungkapkan bahwa aktivitas dompet XRP pada Rabu (22/7/2026) didominasi oleh penarikan aset dari bursa, dengan pembacaan gabungan sekitar -13.026 antara dompet yang melakukan penyetoran dan penarikan dalam periode tujuh hari.
“Aktivitas dompet XRP berubah tajam menjadi didominasi penarikan di Coinbase, Binance, dan Crypto.com,” ujar Amr Taha.

Dalam laporannya, Coinbase mencatat angka -8.900, menjadi pembacaan negatif besar pertama sejak 20 Juni 2025 sekaligus hampir 2,8 kali lebih dalam dibandingkan level negatif sebelumnya di sekitar -3.200.
Binance membukukan -2.626, menjadi pembacaan negatif keduanya sejak akhir Juni, sedangkan Crypto.com mencatat -1.500, yang merupakan angka negatif pertama sejak Agustus 2025.
Amr Taha menilai pola tersebut berbeda dengan lonjakan aktivitas penyetoran ke Coinbase dan Binance yang sempat terjadi pada 19 Juli dan 7 Oktober 2025. Pada periode tersebut, dominasi penyetoran kemudian diikuti oleh penurunan harga XRP lebih dari 65 persen.
Dengan harga XRP yang diperdagangkan di sekitar US$1,14, perubahan aktivitas dompet tersebut menunjukkan semakin banyak pengguna memilih menarik aset mereka dari bursa dibandingkan menyimpannya untuk diperdagangkan.
Kondisi seperti ini umumnya dipandang sebagai berkurangnya tekanan jual di bursa, meski belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memproyeksikan arah pasar.
Amr Taha juga mengingatkan bahwa metrik tersebut hanya mengukur jumlah dompet yang melakukan penyetoran dan penarikan, bukan volume XRP yang berpindah.
Karena itu, data tersebut sebaiknya dianalisis bersama indikator lain seperti arus bersih aset ke bursa (exchange netflow), posisi pasar derivatif, serta kondisi likuiditas pasar secara keseluruhan sebelum menarik kesimpulan mengenai arah pergerakan harga XRP berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


