Harga XRP kembali menjadi perhatian setelah pergerakan aset kripto tersebut memasuki fase penting di tengah pelemahan pasar dalam beberapa hari terakhir.
XRP diperdagangkan di sekitar US$1,30, setelah sebelumnya sempat bergerak mendekati US$1,50 pada Agustus. Koreksi tersebut membawa XRP kembali ke area yang kini menjadi perhatian pelaku pasar karena bertepatan dengan perubahan momentum pada indikator jangka panjang.
Tekanan terbaru juga terlihat dari performa mingguan. Data pasar yang dihimpun menunjukkan harga XRP telah turun hampir 7 persen dalam tujuh hari, meski masih mencatat kenaikan lebih dari 30 persen dalam satu bulan.
Pergerakan tersebut terjadi ketika aktivitas perdagangan derivatif ikut mendingin setelah sempat meningkat tajam sepanjang Agustus.
Harga XRP Balik ke Zona “Pemanasan” Sebelum Ledakan
Analis kripto Egrag Crypto menyoroti indikator Relative Strength Index (RSI) XRP pada time frame dua bulanan. Alih-alih berfokus pada angka RSI secara tunggal, ia mengamati perilaku indikator saat memasuki zona yang sama pada beberapa siklus pasar sebelumnya.

Analisis tersebut menunjukkan momentum XRP kembali berada di area yang pernah menjadi tempat terbentuknya dasar atau bottom sebelum terjadi ekspansi lebih besar.
Berdasarkan analisis Egrag, area sekitar RSI 50–53 menjadi zona yang perlu diperhatikan. RSI saat ini bergerak di sekitar wilayah tersebut, sementara level 47 terlihat sebagai batas bawah penting. Dalam beberapa periode terdahulu, indikator sempat berosilasi di sekitar zona ini sebelum berbalik dan memasuki fase momentum yang jauh lebih kuat.
“Setiap kali XRP memasuki zona ini, momentum membentuk dasar sebelum ekspansi besar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merujuk pada kemiripan struktur RSI yang ditandai dalam grafiknya pada beberapa periode berbeda.
Grafik itu memperlihatkan pola serupa muncul sekitar 2020 dan 2024 sebelum kembali terbentuk pada periode terbaru. Pada siklus sebelumnya, proses pembentukan dasar di sekitar zona 50 kemudian diikuti kenaikan RSI menuju wilayah yang lebih tinggi.
Egrag menempatkan 53 sebagai level terdekat di atas zona tersebut, sedangkan grafiknya menggambarkan RSI 80 sebagai area yang dapat dicapai jika ekspansi momentum besar kembali terjadi.
Namun, pola historis XRP tersebut tidak memastikan pergerakan yang sama akan terulang. Selama RSI masih berada di zona tersebut, indikator baru menunjukkan kemiripan perilaku momentum dengan siklus terdahulu.
Penurunan hingga melewati 47 juga dapat mengubah struktur yang sedang diamati, sementara pergerakan di atas 53 akan menjadi perkembangan berikutnya yang perlu diperhatikan dalam pembacaan indikator tersebut.
Leverage XRP Menyusut, Pasar Mulai Buang Beban
Di sisi lain, pasar derivatif menunjukkan kondisi berbeda dibandingkan periode reli sebelumnya.
Analisis Arab Chain di CryptoQuant menunjukkan open interest XRP turun sekitar 23 persen dalam waktu kurang dari satu bulan, dari US$1,128 miliar pada akhir Agustus menjadi sekitar US$871 juta. Dengan demikian, hampir US$257 juta posisi terbuka telah keluar dari pasar.

Penurunan terjadi di sejumlah bursa derivatif utama. Open interest XRP di Binance menyusut dari US$558 juta menjadi US$423 juta, sedangkan Bybit turun dari US$379 juta menjadi sekitar US$291 juta. Pada saat yang sama, OKX mencatat penurunan dari US$125 juta menjadi sekitar US$107 juta.
Arab Chain menilai kontraksi tersebut mengindikasikan sebagian posisi yang dibangun selama reli sebelumnya telah ditutup atau terkena likuidasi.
Penurunan open interest yang berlangsung bersamaan dengan mundurnya harga XRP dari area sekitar US$1,50 juga menunjukkan berkurangnya penggunaan leverage dan aktivitas spekulatif dibandingkan puncak sebelumnya.
Meski demikian, penurunan open interest tidak secara otomatis menunjukkan tren bearish akan berlanjut. Data tersebut terutama menggambarkan berkurangnya eksposur trader terhadap pasar derivatif dan proses reposisi setelah peningkatan aktivitas pada Agustus.
Kondisi ini membuat pergerakan harga XRP berikutnya berada pada persimpangan dua perkembangan: momentum RSI jangka panjang yang kembali memasuki zona historis penting dan pasar derivatif yang sedang mengalami pengurangan leverage.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


