Harga XRP Masuk Zona Penentuan! Koreksi Bisa Jadi Awal Reli Kuat

Harga XRP memasuki fase krusial setelah gagal mempertahankan level US$2 yang sebelumnya dipandang sebagai support makro. Namun, analis Egrag Crypto menilai pelemahan ini belum membatalkan struktur bullish jangka panjang.

Sebaliknya, koreksi menuju area support berikutnya justru dinilai dapat menjadi bagian dari proses sebelum reli yang lebih besar terbentuk.

Di sisi lain, data on-chain dan derivatif dari CryptoQuant menunjukkan aktivitas perdagangan berjangka XRP terus menyusut, meski Binance kini mendominasi hampir separuh volume futures global.

Dalam analisis terbarunya, Egrag Crypto menjelaskan bahwa struktur bullish makro harga XRP belum sepenuhnya rusak meskipun tekanan jual masih berlangsung.

Menurutnya, perhatian kini tertuju pada area Exponential Moving Average (EMA) 100, yang dalam beberapa siklus sebelumnya berulang kali berfungsi sebagai support jangka panjang sebelum harga kembali menguat.

Koreksi Harga XRP Menuju US$1 Dinilai Masih Sehat

Egrag Crypto mengungkapkan bahwa ia sebelumnya memperkirakan level US$2 akan mampu bertahan sebagai support makro.

Namun, pergerakan pasar justru membawa harga XRP turun hingga kehilangan posisi di atas Moving Average (MA) 50 dan kini mendekati EMA100, yang dianggap sebagai area penting untuk mempertahankan struktur kenaikan jangka panjang.

BACA JUGA:  Harga XRP Siap Meledak Lawan Bitcoin? Pola 9 Tahun Ini Kembali Muncul

XRP analisis 5 AGS

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Ia menilai zona US$1 hingga US$0,95 masih merupakan area retest yang sehat selama harga XRP mampu bertahan di sekitar EMA100. Dengan kata lain, pelemahan menuju area tersebut belum tentu mengubah prospek bullish dalam jangka panjang, melainkan dapat menjadi fase konsolidasi sebelum tren naik berikutnya dimulai.

Apabila tekanan jual terus berlanjut, Egrag melihat US$0,80 sebagai batas penurunan maksimum. Area tersebut bertepatan dengan sisi bawah ascending channel jangka panjang yang selama bertahun-tahun menjadi fondasi tren naik XRP. Selama harga tetap bergerak di dalam kanal tersebut, ia belum menganggap struktur makro mengalami kerusakan.

Meski membuka peluang koreksi lebih dalam, Egrag tetap mempertahankan target jangka panjangnya. Menurutnya, sasaran US$15, US$27, hingga US$50 justru meningkat seiring berjalannya waktu karena mengikuti perkembangan struktur kanal naik yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

Ia juga menilai volatilitas jangka pendek merupakan bagian dari proses yang kerap menguji kesabaran investor sebelum pergerakan besar terjadi.

BACA JUGA:  Harga XRP Diprediksi Terbang ke US$6, Ini Momentum Penentunya

Aktivitas Futures XRP Menyusut, Binance Kian Mendominasi

Sementara itu, analis Amr Taha di CryptoQuant menyoroti perubahan struktur pasar derivatif XRP. Berdasarkan data yang ia analisis, rata-rata volume futures XRP dalam tujuh hari terakhir telah kembali ke level terendah sejak Mei, menandakan aktivitas perdagangan dengan leverage mengalami perlambatan.

XRP Futures volume 5 ags

Pada 3 Agustus, volume perdagangan futures XRP di Binance tercatat sekitar US$437 juta, sedangkan seluruh bursa terpusat lainnya secara gabungan membukukan sekitar US$460 juta.

Dengan demikian, volume Binance setara sekitar 95 persen dari gabungan volume di seluruh bursa lain dan menyumbang hampir 48,7 persen dari total volume futures harian sebesar US$897 juta.

Perubahan tersebut terlihat semakin jelas jika dibandingkan dengan kondisi pada 1 Mei. Saat itu, Binance mencatat volume sekitar US$409 juta, sementara bursa lainnya mencapai US$733 juta.

Dalam periode tersebut, aktivitas di Binance meningkat sekitar 6,8 persen, sedangkan volume di luar Binance justru turun sekitar 37 persen. Secara keseluruhan, total volume futures XRP menyusut sekitar 21,5 persen, dari US$1,14 miliar menjadi US$897 juta.

BACA JUGA:  Bersiap! Token Unlock Juli 2026 Tembus Rp35 Triliun, Ada Kripto Milikmu?

Selain itu, data likuidasi menunjukkan bahwa sejak Februari, pasar XRP lebih banyak mengalami likuidasi pada posisi long dibandingkan posisi short.

XRP likuidasi 5 ags

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar yang menggunakan leverage untuk bertaruh pada kenaikan harga menjadi pihak yang paling banyak menanggung tekanan ketika harga XRP mengalami pelemahan.

Amr Taha menilai kombinasi data tersebut menunjukkan pasar derivatif XRP kini lebih sepi, dengan aktivitas perdagangan yang semakin terkonsentrasi di Binance.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penurunan volume tidak secara langsung menentukan arah harga XRP berikutnya, tetapi dapat membuat pasar menjadi lebih sensitif apabila terjadi lonjakan baru pada penggunaan leverage.

“Volume menurun, tetapi leverage baru masih dapat mengubah arah pasar,” ungkapnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait