Harga XRP mencatat kenaikan dalam perdagangan terbaru, dengan lonjakan lebih dari 3 persen dalam 24 jam terakhir. Aset kripto tersebut kini diperdagangkan di kisaran US$1,36, setara Rp23.423, di tengah peningkatan aktivitas pasar baik di segmen spot maupun derivatif.
Kenaikan ini terjadi saat pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah tekanan harga yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Volume perdagangan spot XRP dalam 24 jam tercatat mencapai sekitar US$2,81 miliar, naik 71,48 persen. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat transaksi dari pelaku pasar.

Di sisi lain, data dari CoinGlass menunjukkan bahwa volume derivatif naik 56,75 persen menjadi US$2,99 miliar, sementara open interest meningkat 7,17 persen ke level US$2,55 miliar.
Kenaikan open interest ini menandakan bertambahnya posisi terbuka, yang umumnya berkaitan dengan meningkatnya ekspektasi terhadap pergerakan harga XRP dalam waktu dekat.
Harga XRP Uji Zona Krusial, Rebound atau Lanjut Turun?
Dari sisi teknikal, analis GainMuse menilai harga XRP masih bergerak dalam pola wedge jangka panjang yang menjadi acuan tren makro. Dalam struktur tersebut, pasar saat ini berada dalam fase “reset,” yaitu periode di mana harga cenderung membersihkan posisi trader sebelum melanjutkan pergerakan utama.

“Ini adalah jebakan klasik untuk mengguncang pelaku pasar lemah dan mencari likuiditas baru sebelum pergerakan besar dimulai,” ujar GainMuse.
Dalam analisis tersebut, harga XRP sebelumnya mengalami breakdown dari pola segitiga kecil, diikuti kegagalan retest ke dalam struktur tersebut. Hal ini membuka kemungkinan harga turun lebih dalam untuk menguji likuiditas di area bawah.
Zona support utama kini berada di kisaran US$1,28 hingga US$1,29, yang dinilai sebagai titik penting untuk menjaga struktur bullish tetap utuh. Jika mampu bertahan, harga XRP berpotensi bergerak naik menuju area resistance US$1,41 hingga US$1,42.
Sementara itu, analis Genny Cruz melihat harga XRP masih berada dalam fase pergerakan lambat setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan sejak menyentuh US$1,60 pada Maret lalu.

Saat ini, harga berada di sekitar US$1,33 dan menjadi area krusial. Jika level US$1,32 ditembus ke bawah, harga berpotensi turun menuju US$1,25. Namun, jika mampu menembus US$1,40, peluang pemulihan tren akan kembali terbuka.
XRP Dihantam FUD, Peluang Reversal Terbuka
Di luar faktor teknikal, data sentimen pasar dari Santiment menunjukkan kondisi yang cukup kontras. Berdasarkan pemantauan data sosial mingguan, tingkat sentimen negatif atau FUD terhadap XRP saat ini berada di level tertinggi ketiga dalam dua tahun terakhir.

Kondisi ini muncul setelah harga XRP mengalami penurunan sekitar 63 persen dalam sembilan bulan terakhir, yang membuat sebagian besar investor ritel mulai kehilangan minat dan berbalik menjadi pesimis.
Namun secara historis, Santiment mencatat bahwa ketika sentimen bullish digantikan oleh dominasi komentar bearish dalam skala besar, peluang terjadinya kenaikan harga justru meningkat.
Fenomena ini dikenal sebagai indikator kontrarian, di mana harga cenderung bergerak berlawanan dengan ekspektasi mayoritas pasar.
Dengan kata lain, ketika pelaku pasar ritel mulai meninggalkan XRP, justru terbuka potensi bagi terjadinya relief rally dalam jangka menengah. Santiment menilai bahwa kondisi ini dapat menjadi peluang masuk dengan risiko relatif lebih rendah, selama investor bersedia menunggu konfirmasi arah pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



