Harga XRP Mulai Goyah, Buy Wall Penting Telah Jebol

Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah reli yang sempat membawa aset kripto tersebut mendekati US$1,48 kehilangan momentum.

Altcoin tersebut sempat turun kembali ke sekitar US$1,38 setelah gagal mempertahankan kenaikan dari sesi sebelumnya. Pelemahan itu sekaligus membawa harga mendekati sejumlah area permintaan yang sebelumnya menjadi penopang pergerakan jangka pendek.

Tekanan tersebut muncul setelah XRP mencatat lonjakan cepat dari kisaran US$1,34 menuju area US$1,47–US$1,48, sebelum berbalik turun. Volume perdagangan juga meningkat ketika harga mencapai puncak lokal tersebut, tetapi kenaikan tidak mampu bertahan.

Kondisi ini membuat harga XRP kembali menjauh dari area US$1,50 dan mengalihkan perhatian pasar kepada kemampuan buyer mempertahankan zona support yang lebih rendah.

Buy Wall Runtuh, US$1,34 Jadi Benteng XRP Berikutnya

Analis kripto CW menyoroti perubahan penting pada struktur order XRP setelah salah satu buy wall yang sebelumnya menopang pasar berhasil ditembus.

Menurut pengamatannya, lapisan permintaan berikutnya kini berada di sekitar US$1,34. Zona tersebut menjadi penting karena berpotensi menentukan apakah tekanan jual saat ini dapat diredam atau justru berlanjut lebih dalam.

BACA JUGA:  Bank Korea Gunakan Ripple Payments, tapi Apakah XRP Benar-benar Terlibat?

XRP analisis 16 SEPT

Pada grafik satu jam yang dibagikan CW, harga XRP berada di sekitar US$1,39 setelah mengalami penurunan bertahap dari puncak lokal dekat US$1,48. Pergerakan tersebut terjadi setelah reli tajam pada 15 September kehilangan tenaga dan seller mengambil alih momentum di area atas.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Buy wall XRP telah ditembus, berikutnya berada di sekitar US$1,34 sekarang,” ujar CW.

Jika tekanan jual membawa XRP kembali ke sekitar level itu, respons buyer di area tersebut akan menjadi perhatian berikutnya. Kemampuan mempertahankan zona itu dapat membuka ruang bagi pemulihan, sedangkan penembusan ke bawah berpotensi memperlemah struktur jangka pendek yang terbentuk dalam beberapa sesi terakhir.

Di sisi sebaliknya, CW menunjukkan lapisan penawaran terdekat berada di sekitar US$1,44–US$1,47. Hambatan lebih besar kemudian terlihat pada kisaran US$1,49–US$1,53.

demikian, harga XRP tidak hanya perlu mempertahankan support bawah, tetapi juga merebut kembali area penawaran tersebut jika buyer ingin memulihkan momentum yang hilang.

Harga Tertekan, tapi Likuiditas XRP Malah Meledak di Binance

Di tengah tekanan pada harga, data on-chain menunjukkan aktivitas pasar XRP di Binance justru meningkat.

BACA JUGA:  Fidelity Ungkap Titik Krusial Bitcoin di Q4, November Jadi Penentu?

Analis Arab Chain di CryptoQuant mencatat XRP Liquidity Index 30 hari di bursa tersebut telah mencapai level tertinggi dalam sekitar enam bulan, menandakan kembalinya aktivitas dan likuiditas setelah mengalami penurunan dalam beberapa bulan sebelumnya.

XRP likuiditas 16 sep

Berdasarkan data tersebut, turnover likuiditas 30 hari telah mencapai sekitar US$4,6 miliar, sedangkan indeks likuiditas naik ke sekitar 0,0675. Perkembangan tersebut cukup mencolok dibandingkan Juli dan Agustus, ketika turnover sempat merosot ke kisaran US$2 miliar hingga US$3 miliar.

Pemulihan berlangsung secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir bersamaan dengan meningkatnya arus XRP di Binance. Aktivitas deposit dan penarikan yang lebih tinggi dapat menunjukkan bahwa lebih banyak XRP bergerak melalui bursa sekaligus meningkatkan ketersediaan likuiditas perdagangan.

Namun, kenaikan indikator tersebut belum dengan sendirinya menjadi sinyal bahwa harga XRP akan bergerak naik. Arab Chain menekankan bahwa liquidity turnover merekam pergerakan dari kedua sisi pasar sehingga peningkatan aktivitas dapat berasal dari buyer maupun seller.

“Kenaikan perputaran likuiditas tidak selalu menunjukkan arah harga XRP bullish secara langsung,” ujar Arab Chain.

BACA JUGA:  Harga ASTER Bersiap Keluar dari Zona Mati, ATH Baru Menanti?

Likuiditas yang lebih dalam pada saat bersamaan dapat membuat eksekusi transaksi menjadi lebih efisien karena order berukuran besar cenderung memiliki dampak yang lebih kecil terhadap harga dibandingkan ketika likuiditas tipis. Karena itu, kenaikan indeks tersebut lebih mencerminkan peningkatan aktivitas pasar daripada memberikan petunjuk arah yang pasti.

Kombinasi kedua perkembangan itu menempatkan harga XRP pada fase penting. Di satu sisi, buy wall terdekat telah ditembus dan area US$1,34 kini menjadi zona permintaan berikutnya yang perlu diperhatikan.

Di sisi lain, likuiditas Binance mencapai level tertinggi dalam enam bulan, menunjukkan aktivitas perdagangan kembali meningkat ketika XRP menghadapi tekanan harga.

Arah selanjutnya akan bergantung pada bagaimana buyer dan seller memanfaatkan peningkatan likuiditas tersebut, terutama apabila XRP kembali menguji area US$1,34 atau mencoba merebut kisaran US$1,44–US$1,47.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait