Harga XRP Mulai Kirim Sinyal Bullish, Tapi Sejarah 2022 Bikin Waspada

Harga XRP mulai menunjukkan sinyal perubahan momentum jangka panjang setelah indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) pada time frame dua mingguan mencetak bullish cross.

Sinyal tersebut muncul ketika XRP masih menghadapi area teknikal penting di sekitar exponential moving average (EMA) 50 minggu, sehingga arah pergerakan berikutnya belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Di sisi aktivitas pasar, XRP juga berada dalam fase yang relatif lebih tenang setelah sempat mengalami peningkatan perdagangan pada paruh kedua Agustus. Data terbaru menunjukkan harga aset kripto tersebut berada di sekitar US$1,42, setelah sebelumnya bergerak dari kisaran US$1 hingga menembus US$1,40.

Kondisi ini membuat kemampuan XRP mempertahankan area US$1,40 menjadi salah satu perhatian pasar dalam menentukan keberlanjutan momentum.

Harga XRP Mulai Panas, Sinyal Makro Ini Buka Peluang Balik Arah

Analis kripto ChartNerd menyoroti bullish cross pada MACD dua mingguan sebagai sinyal makro yang secara historis muncul di sekitar fase dasar suatu siklus.

Karena menggunakan time frame tinggi, indikator tersebut lebih menggambarkan perubahan momentum jangka panjang dibandingkan fluktuasi harga XRP dalam periode harian.

XRP analisis 11 SEP

Meski memberikan indikasi positif, riwayat pergerakan XRP pada 2022 menunjukkan bahwa bullish cross tidak selalu langsung diikuti reli.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Kripto AgnezMo Tiba-tiba Muncul, Terkait Niatan Jadi Psylocke di X-Men?

Ketika sinyal serupa muncul pada periode tersebut, harga XRP masih mengalami retracement sekitar 45 persen sebelum membangun fondasi harga yang lebih kuat dan kemudian bergerak lebih tinggi.

Pola historis itu menjadi alasan mengapa sinyal terbaru belum dapat dipandang sebagai konfirmasi bahwa XRP telah membentuk titik terendah definitif. Koreksi masih dapat terjadi dalam proses pembentukan basis harga, terutama apabila permintaan belum cukup kuat untuk membawa aset tersebut melewati resistance jangka panjang.

ChartNerd juga menempatkan EMA50 atau WEMA50 sebagai level teknikal penting yang perlu diperhatikan. Posisi XRP yang masih berada di bawah indikator tersebut menunjukkan bahwa aset ini masih menghadapi penghalang makro.

Kemampuan merebut kembali WEMA50 dan bertahan di atasnya dapat memperkuat indikasi perubahan tren, sedangkan kegagalan melakukannya tetap membuka ruang retracement.

Dengan demikian, area sekitar US$1,40 menjadi level harga terdekat yang perlu dipertahankan, sementara WEMA50 berfungsi sebagai acuan resistance dinamis jangka panjang.

Pergerakan terhadap dua area tersebut dapat memberikan petunjuk apakah bullish cross berkembang menjadi tren naik yang lebih luas atau hanya menjadi bagian dari proses pembentukan dasar.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Terpental dari US$80 Ribu, Siap Jatuh Lagi?

Volume Binance Mulai Adem, Pasar XRP Tunggu Pemicu Baru

Sementara sinyal makro mulai membaik, analis Arab Chain di CryptoQuant melihat momentum volume perdagangan XRP di Binance justru mereda. Berdasarkan indikator Binance XRP Volume Z-Score periode 30 hari, lonjakan aktivitas yang terjadi pada paruh kedua Agustus telah berangsur mereda.

XRP z-score 11 sep

Z-Score sebelumnya sempat menembus level 4 ketika harga XRP bergerak dari sekitar US$1 menuju lebih dari US$1,40. Angka di atas 4 menunjukkan volume perdagangan pada periode tersebut menyimpang jauh di atas rata-rata 30 hari, sehingga menggambarkan peningkatan aktivitas pasar yang tidak biasa ketika harga sedang menguat.

Namun, indikator tersebut kemudian terus menurun hingga mendekati nol. Pada Rabu (9/9/2026), Z-Score tercatat sekitar -0,09 ketika harga XRP bertahan di kisaran US$1,42.

Posisi yang sangat dekat dengan nol menunjukkan volume perdagangan saat ini telah kembali mendekati rata-rata 30 hari dan tidak lagi memperlihatkan penyimpangan aktivitas yang signifikan.

Arab Chain menilai penurunan tersebut tidak serta-merta menunjukkan pelemahan harga. Sebaliknya, kondisi itu menggambarkan berakhirnya momentum volume luar biasa yang terlihat pada Agustus, sementara kemampuan XRP bertahan dekat US$1,40 dapat mengindikasikan pasar sedang memasuki fase konsolidasi sambil menunggu katalis baru.

BACA JUGA:  Jadwal Token Unlock Awal September 2026, Kripto Apa Saja?

“Volume kembali normal, sementara harga XRP bertahan stabil menunggu munculnya katalis baru berikutnya,” ungkapnya.

Ke depan, ekspansi volume menjadi salah satu faktor penting untuk mengukur keberlanjutan kenaikan. Jika aktivitas perdagangan kembali meningkat dan membawa Z-Score ke wilayah positif, momentum tersebut dapat memberikan dukungan tambahan terhadap tren naik.

Sebaliknya, Z-Score yang terus berada dekat nol atau bergerak semakin negatif dapat mencerminkan aktivitas pasar yang lesu dan melemahnya momentum harga XRP dalam jangka pendek.

Kombinasi kedua indikator tersebut pada akhirnya memberikan gambaran yang beragam. MACD dua mingguan mulai mengirimkan sinyal bullish jangka panjang, tetapi pengalaman 2022 menunjukkan koreksi besar masih mungkin terjadi setelah sinyal serupa.

Pada saat yang sama, normalisasi volume Binance menunjukkan bahwa kelanjutan pergerakan harga XRP kemungkinan membutuhkan dorongan aktivitas baru agar momentum kenaikan dapat bertahan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait