Harga XRP menghadapi tekanan teknikal yang semakin besar setelah kehilangan pijakan di sekitar support US$1,06, sementara pergerakannya masih tertahan di bawah exponential moving average (EMA) 20 dan EMA50 pada grafik harian.
Analis ChartNerd menilai kegagalan harga kembali menutup perdagangan di atas area support tersebut dapat memperbesar peluang koreksi menuju level psikologis US$1, bahkan membuka ruang menuju target yang lebih rendah.
Tekanan tersebut muncul setelah XRP selama beberapa pekan mengalami serangkaian rejection pada EMA harian. Berdasarkan analisis ChartNerd, rejection terbaru dari EMA20 menjadi peringatan sebelum harga kembali bergerak turun dan menyapu basis US$1,06.
Kondisi ini membuat penutupan candle harian menjadi faktor penting untuk menentukan apakah penurunan tersebut hanya berupa sapuan likuiditas atau berkembang menjadi breakdown support yang lebih dalam.
Harga XRP Gagal Pulih dari Support, Risiko Koreksi Kian Terbuka
ChartNerd menjelaskan bahwa XRP sebelumnya beberapa kali memperoleh dukungan pembeli di sekitar US$1,06. Namun, kemampuan support tersebut mulai dipertanyakan setelah harga bergerak melewati bagian bawah zona dan gagal menunjukkan pemulihan kuat.
Apabila XRP tidak mampu kembali merebut serta menutup perdagangan di atas US$1,06, probabilitas pengujian US$1 dinilai kian meningkat.

Di sisi atas, pemulihan harga XRP juga menghadapi sejumlah hambatan. EMA20 harian berada di kisaran US$1,08 dan menjadi resistance dinamis terdekat setelah sebelumnya menghasilkan rejection. XRP perlu kembali melewati indikator tersebut untuk mulai meredakan tekanan jual jangka pendek.
Hambatan berikutnya berada pada kisaran US$1,16–US$1,17, area yang sebelumnya juga beberapa kali menggagalkan upaya kenaikan. Sementara itu, resistance utama lebih tinggi terlihat di sekitar US$1,24–US$1,25.
Selama XRP masih bergerak di bawah EMA20 dan EMA50 harian serta belum merebut kembali resistance tersebut, struktur teknikal masih menunjukkan tekanan terhadap pembeli.
Dengan demikian, area US$1,06 menjadi titik yang perlu diperhatikan dalam pergerakan harga XRP berikutnya. Reclaim level tersebut dapat mengurangi risiko breakdown, sedangkan penutupan harian yang tetap berada di bawahnya berpotensi membawa pasar menguji US$1.
Pergerakan menuju level psikologis tersebut akan menjadi ujian berikutnya terhadap kemampuan pembeli mempertahankan struktur pasar.
Dominasi Whale XRP Menguat di Binance, Ritel Justru Menyusut
Di tengah melemahnya struktur teknikal, data on-chain yang dianalisis analis Amr Taha di CryptoQuant memperlihatkan perubahan komposisi aktivitas penarikan XRP di Binance.
Pada 3 Agustus, rata-rata bergerak tujuh hari untuk dominasi outflow whale mencapai 81 persen, menunjukkan sekitar empat perlima aktivitas outflow berdasarkan metrik tersebut berasal dari transfer berukuran whale.

Level itu baru menjadi kali kedua sejak 11 Juni ketika indikator yang sama mencapai 81,3 persen. Pada saat bersamaan, porsi partisipasi ritel di Binance turun menjadi sekitar 18 persen, sama seperti level yang tercatat pada 11 Juni. Kemiripan tersebut menunjukkan komposisi outflow XRP di Binance kembali menyerupai kondisi pada pertengahan Juni.
Namun, pola Binance berbeda dibandingkan keseluruhan bursa terpusat (CEX). Pada 3 Agustus, dominasi whale di seluruh CEX berada di sekitar 72 persen, atau sembilan poin persentase lebih rendah daripada Binance. Sebaliknya, dominasi ritel mencapai sekitar 27 persen, sembilan poin lebih tinggi dibandingkan porsi ritel di Binance.
Perubahan juga terlihat apabila data seluruh bursa dibandingkan dengan 2 Juli. Dominasi whale pada seluruh CEX turun dari 79 persen menjadi 72 persen, sedangkan porsi ritel meningkat dari 20 persen menjadi 27 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas outflow XRP di pasar CEX secara keseluruhan menjadi lebih tersebar, meskipun konsentrasi aktivitas whale justru kembali meningkat di Binance.
Taha menyoroti perbedaan tersebut sebagai karakteristik yang spesifik pada platform.
“Perbedaan ini menyoroti pergeseran spesifik platform dalam komposisi transfer XRP yang terjadi,” jelasnya.
Meski demikian, indikator tersebut tidak secara langsung menunjukkan whale sedang membeli atau menjual XRP. Metrik ini hanya mengukur porsi relatif aktivitas outflow antara whale dan ritel, bukan total volume XRP yang ditarik ataupun tujuan akhir aset setelah meninggalkan bursa.
Karena itu, peningkatan dominasi whale di Binance belum cukup untuk menentukan arah harga XRP secara mandiri.
Kombinasi kedua data tersebut membuat perhatian pasar tetap tertuju pada konfirmasi pergerakan harga. Ketika aktivitas whale Binance meningkat, harga XRP secara teknikal justru sedang berhadapan dengan hilangnya support US$1,06.
Jika level tersebut gagal direbut kembali, US$1 menjadi area berikutnya yang berpotensi diuji, sedangkan pemulihan di atas US$1,06 dan EMA20 diperlukan untuk mulai mengurangi tekanan bearish terhadap harga XRP.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


