Pergerakan harga XRP tengah menunjukkan indikasi perubahan struktur pasar, di mana analis on-chain CryptoOnchain di CryptoQuant mengungkap adanya lonjakan signifikan pada metrik taker di Binance.
Data tersebut menandakan bahwa tekanan jual mulai melemah, sementara aktivitas beli semakin agresif, membuka peluang terbentuknya momentum bullish dalam waktu dekat.

Dalam laporan terbarunya, CryptoOnchain menyoroti bahwa simple moving average (SMA) 100 hari dari rasio Taker Buy/Sell melonjak hingga mencapai level tertinggi sepanjang masa. Kondisi ini mencerminkan adanya perubahan sentimen pasar yang cukup mendasar, dari dominasi penjual menuju peningkatan agresivitas pembeli.
“Peningkatan volume taker buy yang diiringi penurunan tekanan jual menunjukkan bahwa penjual mulai kehabisan tenaga, sementara pembeli semakin agresif menyerap likuiditas,” ujar CryptoOnchain.
Secara rinci, data menunjukkan bahwa SMA 30 hari Taker Buy Ratio meningkat hingga sekitar 0,495, sementara Taker Sell Ratio justru turun ke kisaran 0,505.
Penyempitan gap antara keduanya menjadi sinyal kuat bahwa pasar tengah memasuki fase akumulasi yang lebih sistematis. Dalam analisis order flow, kondisi ini umumnya mengindikasikan berkurangnya dominasi bearish dan potensi pergeseran tren.
Sementara itu, pada saat artikel ini disusun, harga XRP saat ini tercatat berada di kisaran US$1,35, setara Rp23.183, dengan kenaikan tipis sekitar 0,07 persen dalam 24 jam terakhir.

Meskipun pergerakannya relatif terbatas, data derivatif menunjukkan dinamika yang berbeda. Berdasarkan data CoinGlass, volume perdagangan tercatat turun sekitar 15,69 persen menjadi US$1,92 miliar, sementara open interest justru naik 1,02 persen ke level US$2,48 miliar, mengindikasikan adanya peningkatan posisi terbuka di tengah konsolidasi harga.
Tekanan Jual Melemah, Fase Transisi Mulai Terlihat
Secara teknikal, harga XRP masih berada dalam tren turun yang terbentuk sejak penurunan dari area US$3,5 hingga US$3,8.
Struktur lower high dan lower low masih mendominasi, namun dalam beberapa waktu terakhir harga mulai bergerak sideways di sekitar US$1,35. Pergerakan ini menunjukkan adanya fase konsolidasi yang berpotensi menjadi titik transisi pasar.

Zona krusial saat ini berada di area support US$1,25 hingga US$1,30. Level tersebut sejauh ini mampu menahan tekanan jual yang cukup kuat. Jika area ini tetap bertahan, peluang pemulihan harga XRP masih terbuka. Namun, apabila terjadi penembusan ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju US$1,10 hingga US$1,00 menjadi lebih besar.
Dari sisi indikator, sinyal dari MACD memperlihatkan pelemahan momentum bearish. Histogram yang mulai mengecil serta garis MACD yang mendatar mendekati crossover menunjukkan adanya kondisi seller exhaustion.
Hal ini sejalan dengan data on-chain yang menunjukkan berkurangnya tekanan jual dan meningkatnya aktivitas beli.
Harga XRP Dekati Titik Penting, Sinyal Bullish Makin Kuat
Dalam skenario bullish, jika harga XRP mampu menembus resistance di kisaran US$1,50 hingga US$1,60, maka peluang kenaikan menuju US$1,80 hingga US$2,00 menjadi semakin realistis. Level psikologis US$2,00 menjadi titik penting untuk mengonfirmasi perubahan tren yang lebih kuat.

Sementara itu, analis Emilio Bojan menyatakan bahwa fundamental XRP masih tergolong kuat. Ia juga mengamati terbentuknya pola bull flag pada time frame tiga bulanan.
Dalam proyeksinya, apabila terjadi breakout yang terkonfirmasi, pola tersebut berpotensi mendorong kenaikan hingga sekitar 835 persen menuju US$24,97, dengan target jangka pendek di kisaran US$5, US$8 dan US$12.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



