Harga XRP tercatat mengalami kenaikan dalam 24 jam terakhir, naik sekitar 2 persen dan diperdagangkan di kisaran US$1,42, setara Rp24.431. Pergerakan ini terjadi di tengah dinamika pasar kripto yang masih cenderung berhati-hati, namun mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan struktur, terutama dari sisi data on-chain dan teknikal.
Data yang dihimpun hingga pekan ini menunjukkan bahwa dalam tujuh hari terakhir, harga XRP juga telah menguat sekitar 7,53 persen. Kenaikan ini menandai adanya dorongan permintaan jangka pendek, meskipun sejumlah indikator mengindikasikan bahwa tekanan dari sisi penawaran masih membayangi pergerakan harga XRP ke depan.
Divergensi Cadangan Tekan Pergerakan Harga XRP
Analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant mengungkap adanya fenomena reserve divergence yang memengaruhi arah harga XRP. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, cadangan XRP di bursa tetap stabil atau cenderung meningkat, sementara harga justru bergerak menurun.
“Kondisi ini biasanya mencerminkan meningkatnya pasokan siap jual di bursa, yang pada akhirnya menekan harga,” ujar PelinayPA.

Ia menambahkan bahwa secara historis, ketika cadangan meningkat saat harga melemah, pasar cenderung mengalami fase konsolidasi lebih panjang atau bahkan penurunan lanjutan. Hal ini disebabkan oleh tingginya likuiditas jual yang membatasi ruang kenaikan harga XRP.
Lebih lanjut, data yang digunakan dalam analisis ini berasal dari Binance, salah satu pusat likuiditas terbesar di pasar kripto.
Dengan demikian, pergerakan cadangan di bursa ini dinilai mencerminkan aktivitas nyata dari pelaku pasar besar, termasuk potensi distribusi aset oleh investor institusional.
Dalam pola serupa yang terjadi sebelumnya, harga XRP diketahui cenderung tetap lemah dalam periode tertentu, dengan pantulan yang tidak mampu berkembang menjadi tren naik yang kuat. Bahkan, reli yang terjadi sering kali terbatas selama tidak ada penurunan signifikan dalam cadangan di bursa.
XRP Terkunci 3 Bulan, Breakout Bisa Picu Lonjakan
Di sisi lain, sejumlah analis teknikal melihat adanya potensi perubahan arah dalam pergerakan harga XRP. Analis Irma mencatat bahwa harga XRP telah bergerak dalam rentang sempit selama hampir tiga bulan terakhir, dengan support di kisaran US$1,26 dan resistance di sekitar US$1,60.

Kondisi ini dinilai sebagai fase kompresi yang biasanya tidak berlangsung lama. Dalam analisisnya, Irma mengidentifikasi adanya pola double bottom yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan arah ke atas.
Selain itu, indikator Bollinger Bands yang semakin menyempit juga mengindikasikan kemungkinan terjadinya lonjakan volatilitas dalam waktu dekat.
Jika harga XRP mampu menembus level US$1,60, maka peluang menuju area US$2 dinilai semakin terbuka. Namun, selama harga masih bergerak dalam rentang tersebut, pasar cenderung berada dalam fase konsolidasi tanpa arah yang jelas.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis Amina, yang menilai bahwa setelah mengalami tren turun panjang, harga XRP kini mulai memasuki fase konsolidasi dan menunjukkan tanda-tanda awal kenaikan.
Ia menyoroti area US$1,45 hingga US$1,50 sebagai zona penting yang harus dipertahankan untuk mendukung kelanjutan tren naik.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


