Harga XRP Naik Bukan Karena FOMO, Data On-Chain Ungkap Fakta Ini

Lonjakan harga XRP dinilai mulai didorong oleh faktor fundamental, bukan lagi sekadar spekulasi pasar.

Analis on-chain GugaOnChain di CryptoQuant mengungkap bahwa struktur pergerakan terbaru menunjukkan pergeseran menuju penggunaan nyata di jaringan XRP Ledger, seiring harga yang sempat menyentuh US$1,414 dan terus bergerak di atas US$1,45.

Dalam analisis terbarunya, GugaOnChain menyoroti bahwa rasio Speculation-to-Utility pada jaringan XRPL kini berada di level 1,75, sebuah kondisi yang jarang terjadi di pasar kripto.

XRP rasio spekulasi

IKLAN
Chat via WhatsApp

Artinya, hampir setiap satu koin XRP yang diperdagangkan di bursa kini memiliki dukungan utilitas nyata yang hampir seimbang di jaringan.

“Nilai akhirnya mulai mengikuti utilitas,” ungkapnya, merujuk pada perubahan mendasar dalam cara pasar menilai aset tersebut.

Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,42, setara Rp24.442, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar US$4,08 miliar, meningkat lebih dari 44 persen.

XRP open interest 17 apr

Sementara itu, data derivatif dari CoinGlass mencatat lonjakan volume hingga 63,43 persen menjadi US$4,63 miliar, dengan open interest yang naik 1,65 persen ke level US$2,64 miliar. Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas pasar, baik dari sisi spot maupun derivatif.

BACA JUGA:  Dipilih Stellar, Token Zebec Langsung Melejit dan Jadi Sorotan

Fundamental Menguat, Tekanan Jual Minim

Secara on-chain, GugaOnChain mencatat volume penyelesaian transaksi di jaringan mencapai 291,37 juta XRP. Angka ini hampir mendekati volume spekulatif agregat yang berada di kisaran 510,92 juta XRP.

Dalam kondisi normal, volume spekulatif biasanya jauh lebih besar, bahkan bisa mencapai 10 hingga 50 kali lipat dari utilitas. Namun saat ini, kesenjangan tersebut menyempit drastis, menunjukkan dominasi aktivitas riil di jaringan.

Selain itu, jumlah alamat aktif XRP dalam 24 jam mencapai 17.329 akun, melampaui rata-rata mingguan dan mengindikasikan peningkatan partisipasi pengguna. Di sisi lain, arus masuk ke bursa juga sangat terbatas.

Dari total aktivitas on-chain sebesar 291 juta XRP, hanya sekitar 1,36 juta XRP yang masuk ke Binance. Kondisi ini menandakan minimnya tekanan jual di pasar spot, yang berpotensi menopang harga XRP dalam jangka pendek hingga menengah.

BACA JUGA:  Pasar Kripto Memanas: BNB Bangun Momentum, DOGE Tertahan di Zona Kritis

GugaOnChain menyebut bahwa aktivitas ini didominasi oleh penggunaan institusional seperti remitansi berbasis ODL serta penyimpanan melalui mekanisme cold custody dan transaksi OTC.

Dengan pasokan yang tidak mengalir ke bursa, pasar menghadapi potensi supply shock, di mana harga cenderung menyesuaikan ke atas karena keterbatasan likuiditas jual.

Sinyal Teknikal dan Proyeksi Kenaikan Harga XRP 

Dari sisi teknikal, sejumlah analis turut memperkuat narasi bullish terhadap harga XRP. Analis CW, misalnya, melihat telah terjadi golden cross pada indikator RSI, yang secara historis menjadi sinyal awal tren kenaikan.

XRP Golden Cross 17 apr

Dalam analisisnya, reli berikutnya berpotensi menembus rekor tertinggi sebelumnya dan memasuki fase lanjutan, dengan proyeksi berbasis Fibonacci di level 6,618, meskipun angka tersebut dapat bervariasi tergantung kondisi pasar.

Sementara itu, trader dan investor Protechtor menilai struktur jangka panjang XRP masih berada dalam fase bullish berdasarkan teori Elliott Wave.

XRP analisis weekly 17 apr

Ia menjelaskan bahwa setelah keluar dari pola segitiga besar pada akhir 2024, XRP kini berada di akhir fase koreksi dan berpotensi memasuki gelombang impulsif baru.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, ETH, MNT, TRX, DOGE Masuk Fase Penentuan Arah

Target awal diperkirakan melampaui level tertinggi sebelumnya di sekitar US$3,70, dengan potensi lanjutan menuju US$6, bahkan hingga US$8–10 jika momentum menguat.

Protechtor juga menekankan bahwa skenario bullish ini tetap valid selama harga tidak turun di bawah US$0,39. Ia menilai bahwa saat ini pasar sedang membentuk higher low sebagai dasar untuk reli berikutnya, dengan indikator RSI mingguan yang mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait