Harga XRP Sedang Meniru Masa Lalunya, US$8 Jadi Target Reli

Harga XRP menunjukkan struktur yang menyerupai pola menjelang reli besar pada siklus sebelumnya, dengan analis ChartNerd yang menyoroti kemiripan tersebut dalam analisis teknikal terbarunya.

Jika struktur tersebut kembali bekerja, XRP dinilai berpeluang mengarah ke US$8 sebagai sasaran awal, sebelum membuka ruang menuju level yang jauh lebih tinggi.

Dalam analisis terbarunya, ChartNerd menyoroti pola makro XRP yang kembali memperlihatkan fase retest setelah keluar dari descending resistance jangka panjang.

Ia membandingkannya dengan struktur pada periode 2014–2017, ketika XRP bergerak di antara resistance menurun dan ascending support sebelum breakout, melakukan pengujian ulang, lalu memasuki fase ekspansi harga yang kuat.

Harga XRP Kembali ke Titik yang Pernah Memicu Ledakan Besar

ChartNerd menyebut kondisi tersebut sebagai struktur yang sama dalam siklus berbeda. Pada grafik yang dibagikannya, pola lama memperlihatkan XRP terlebih dahulu membentuk struktur menyempit selama beberapa tahun.

XRP 18 AGS

Breakout dari descending resistance kemudian diikuti retest terhadap area pertemuan struktur sebelum harga bergerak naik secara agresif.

Pola serupa kini terlihat pada struktur jangka panjang XRP. Setelah berhasil keluar dari resistance menurun, harga kembali bergerak menuju area breakout dan ascending support. Karena itu, kemampuan pembeli mempertahankan zona tersebut menjadi bagian penting dalam skenario bullish yang diproyeksikan ChartNerd.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Menghijau, 75 Ribu Dolar di Depan Mata?

Apabila retest berhasil dipertahankan, target pertama berada di sekitar US$8. Level tersebut berdekatan dengan ekstensi Fibonacci 1,272 pada sekitar US$8,46 dalam grafik. Target berikutnya berada di kisaran US$13, berdekatan dengan ekstensi Fibonacci 1,414 sekitar US$13,70.

Dalam skenario ekspansi yang lebih besar, ChartNerd turut menempatkan US$27 sebagai sasaran lanjutan. Grafik menunjukkan ekstensi Fibonacci 1,618 berada di sekitar US$27,39. Dengan demikian, proyeksi teknikal membentuk tiga tahapan utama, yakni US$8, US$13 dan US$27 apabila pola historis tersebut kembali terulang.

Meski demikian, proyeksi itu memiliki batas invalidasi yang tegas. ChartNerd menilai hilangnya ascending support akan membatalkan struktur yang sedang diamati.

Artinya, prospek harga XRP menuju sederet target tersebut bergantung pada keberhasilan area support jangka panjang bertahan ketika retest berlangsung.

Kemiripan pola juga tidak otomatis memastikan XRP akan mengulang besarnya kenaikan pada siklus sebelumnya. Pergerakan selanjutnya tetap membutuhkan konfirmasi dari respons harga terhadap support, terlebih kondisi pasar derivatif saat ini menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat.

Short Menumpuk Saat Open Interest Membengkak, Siapa yang Terjebak?

Di tengah proyeksi teknikal tersebut, analis Amr Taha di CryptoQuant mencatat perubahan signifikan pada aktivitas derivatif XRP di Binance sepanjang Agustus.

BACA JUGA:  Ada yang Aneh di Balik Turunnya Harga Bitcoin, Analis Soroti Skenario Ini

Open interest XRP di bursa itu meningkat dari sekitar US$181 juta pada 3 Agustus menjadi US$232,7 juta pada 17 Agustus, atau melonjak sekitar 28,6 persen hanya dalam dua pekan. Angka tersebut sekaligus menjadi level tertinggi sejak Juni 2026.

XRP open interest 18 ags

Perubahan juga terlihat pada tren open interest tujuh hari. Nilainya berbalik dari sekitar minus US$40 juta pada 29 Juli menjadi positif US$38,9 juta pada 17 Agustus.

Pergeseran ini menunjukkan pasar telah berubah dari fase pengurangan dan penutupan posisi pada akhir Juli menuju pembentukan posisi baru selama Agustus.

XRP Net Taker 18 AGS

Namun, peningkatan aktivitas derivatif tersebut belum sepenuhnya mendukung kenaikan harga XRP. Perpetual CVD Binance justru turun hingga minus US$463,2 juta ketika open interest meningkat. Kondisi itu mengindikasikan eksekusi agresif dari sisi penjual tetap dominan bersamaan dengan bertambahnya posisi terbuka.

“Kenaikan open interest bersamaan tekanan jual menunjukkan posisi bearish baru terus bertambah pesat,” ungkap Taha.

Tekanan serupa terlihat di pasar spot. Estimated Spot CVD seluruh bursa terpusar (CEX) turun dari sekitar positif US$153 juta pada 3 Agustus menjadi minus US$231,8 juta pada 17 Agustus. Dengan demikian, terjadi pergeseran hampir US$385 juta menuju net aggressive selling hanya dalam dua pekan.

BACA JUGA:  Sayang Dilewatkan! Analis Ungkap Nasib Bitcoin Berikutnya

Kombinasi tersebut menunjukkan posisi bearish sedang menguat di beberapa lapisan pasar. Penumpukan posisi short bersama open interest yang tinggi berpotensi menekan funding rate perpetual semakin rendah, bahkan memasuki wilayah negatif apabila permintaan posisi short terus mendominasi.

Di sisi lain, situasi itu menyimpan risiko bagi penjual. Posisi short yang semakin padat dapat menjadi bahan bakar short squeeze apabila tekanan beli tiba-tiba kembali. Jika rebound terjadi ketika open interest masih tinggi, penutupan paksa posisi short ber-leverage berpotensi mempercepat volatilitas ke atas.

Kondisi tersebut membuat retest ascending support yang disoroti ChartNerd semakin penting untuk menentukan apakah harga XRP mampu mempertahankan struktur historisnya dan mulai membuka jalan menuju US$8.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait