Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah analis teknikal Mikybull melihat adanya pola jangka panjang yang dinilai berpotensi memicu pergerakan besar di masa mendatang.
Melalui grafik XRP Market Cap Dominance pada time frame bulanan, ia menilai fase konsolidasi yang sedang berlangsung justru membentuk struktur yang sering muncul sebelum kelanjutan tren naik. Berdasarkan pola tersebut, Mikybull bahkan memasang target harga XRP di kisaran US$2 apabila skenario bullish berhasil terkonfirmasi.
Pandangan tersebut muncul ketika harga XRP masih bergerak dalam fase yang penuh ketidakpastian. Sejumlah indikator teknikal menunjukkan aset ini berada di area penentuan arah, sementara data pasar memperlihatkan tekanan jual belum benar-benar mereda.
Kondisi itu membuat peluang reli besar tetap terbuka, tetapi di sisi lain risiko koreksi lanjutan juga masih membayangi apabila level-level penting gagal dipertahankan.
Pola Bullish Jangka Panjang XRP Masih Dinilai Sangat Valid
Dalam analisisnya, Mikybull menyoroti bahwa dominasi kapitalisasi pasar XRP berhasil memantul dari area support historis di sekitar 1,2 persen hingga 1,3 persen. Setelah lonjakan tersebut, indikator kini bergerak di dalam pola descending channel sempit yang dinilai sebagai fase konsolidasi setelah impuls kenaikan, bukan sebagai sinyal pembalikan tren.

Ia menilai garis atas channel sebagai resistance utama yang perlu ditembus agar momentum bullish kembali menguat. Selama struktur tersebut tetap bertahan dan support jangka panjang tidak ditembus, peluang kelanjutan tren naik masih dianggap valid.
Menurutnya, keberhasilan menembus resistance pada pola konsolidasi akan menjadi konfirmasi awal bahwa harga XRP berpotensi memasuki fase kenaikan yang lebih besar.
Harga XRP Hadapi Ancaman Breakdown di Area Support Krusial
Di sisi lain, analis Gerla menilai harga XRP sedang berada di titik yang sangat krusial setelah kembali gagal menembus Exponential Moving Average (EMA) 200 pada time frame 4 jam.
Rejection di area tersebut membuat harga kembali melemah dan kini menguji garis support bawah dari pola ascending channel yang telah menopang pergerakan sejak akhir Juni.

Menurutnya, selama support tersebut masih mampu dipertahankan, struktur kenaikan jangka pendek belum sepenuhnya digagalkan. Namun, tekanan jual dinilai terus meningkat karena harga XRP beberapa kali gagal membentuk level yang lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Gerla menilai area support yang berdekatan dengan kisaran US$1,06 hingga US$1,07 menjadi level terpenting yang harus dipertahankan. Apabila area tersebut ditembus secara meyakinkan, struktur bullish jangka pendek diperkirakan batal dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam.
Sebaliknya, EMA200 yang berimpit dengan garis atas ascending channel menjadi resistance utama yang perlu direbut kembali untuk mengurangi tekanan bearish.
Ia juga memperingatkan bahwa XRP kini hanya tinggal selangkah lagi dari potensi breakdown. Jika support channel akhirnya jebol, gelombang penurunan berikutnya diperkirakan dapat berlangsung cepat karena tidak banyak area teknikal yang mampu menjadi penahan tekanan jual dalam jangka pendek.
Arus Likuiditas Belum Mendukung Pemulihan XRP Secara Penuh
Sementara itu, analis Arab Chain di CryptoQuant menyoroti kondisi harga XRP dari sisi arus transaksi di Binance. Berdasarkan indikator Binance CVD Confirmation Score, aset tersebut masih belum menunjukkan konfirmasi permintaan yang kuat di bursa kripto terbesar tersebut.

Analisis tersebut menjelaskan bahwa indikator tersebut menggabungkan pergerakan harga dengan Cumulative Volume Delta (CVD), yakni selisih bersih antara order beli dan order jual yang telah dieksekusi, untuk menilai apakah tren harga benar-benar didukung oleh arus likuiditas.
Data menunjukkan harga XRP secara bertahap turun dari level di atas US$2 menjadi sekitar US$1,07, sementara nilai CVD tercatat sekitar -6,93 juta, yang mengindikasikan dominasi order jual dibandingkan order beli di pasar spot Binance.
Di sisi lain, Price-CVD Confirmation Score selama 30 hari berada di kisaran 0,84. Meski angka tersebut relatif stabil, nilainya belum mencerminkan kekuatan beli yang cukup untuk mendukung pembalikan tren.
Menurut Arab Chain, kombinasi CVD yang masih berada di wilayah negatif dan belum membaiknya Confirmation Score meningkatkan peluang momentum jangka pendek tetap lemah.
Sebaliknya, apabila CVD mampu berbalik positif disertai kenaikan Confirmation Score, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal awal masuknya likuiditas baru dan meningkatnya permintaan beli yang berpotensi mendukung pemulihan harga XRP dalam skala yang lebih luas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


