Harga XRP Siap Balik Arah? Aksi Harga Ini Bisa Picu Reli Kuat

Harga XRP menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mencatat kenaikan dalam perdagangan terbaru, memunculkan harapan bahwa aset kripto tersebut berpeluang mengakhiri tren pelemahan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Di tengah perbaikan tersebut, pelaku pasar kini mencermati apakah pergerakan terbaru mampu menjadi pemicu reli yang lebih besar atau justru kembali tertahan oleh tekanan jual.

Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,11, setara Rp20.006, dengan kenaikan 1,05 persen dalam 4 jam terakhir dan 2,33 persen dalam 24 jam terakhir. Meski performa jangka pendek mulai membaik, sejumlah analis menilai konfirmasi lanjutan masih dibutuhkan sebelum tren bullish benar-benar terbentuk.

Support US$1 Jadi Fondasi Peluang Pembalikan Harga XRP

Analis teknikal Nehal menilai struktur grafik harian XRP masih berada di bawah tekanan descending trendline yang telah membatasi pergerakan harga sejak pertengahan Mei.

Meski demikian, aset tersebut terus menunjukkan kemampuan bertahan di atas zona demand kuat yang berada di kisaran US$1 hingga US$1,03, sehingga area tersebut dinilai sebagai support utama.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 16 Juni 2026: PENGU di Ambang Ledakan, ZEC Bidik Jalan Menuju US$1.000

XRP analisis 10 jul

Menurutnya, selama zona support tersebut tetap terjaga, peluang pembentukan dasar harga masih terbuka. Skenario bullish baru akan memperoleh konfirmasi apabila harga XRP berhasil menembus garis tren turun yang selama ini menjadi penghalang utama.

Setelah breakout terjadi, Nehal memperkirakan harga berpotensi melakukan pullback untuk menguji kembali area yang berhasil ditembus sebelum melanjutkan kenaikan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Dalam skenario tersebut, resistance pertama diperkirakan berada di sekitar US$1,20, disusul area volume tinggi di kisaran US$1,40 yang berpotensi menjadi hambatan berikutnya.

Apabila momentum beli terus menguat dan breakout berhasil dipertahankan, target lanjutan yang ditunjukkan pada grafik berada di area US$1,55 hingga US$1,60. Dari titik breakout yang diproyeksikan, target tersebut merepresentasikan potensi kenaikan sekitar 41,2 persen.

Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada kemampuan harga XRP mempertahankan support di sekitar US$1,00 sekaligus mengakhiri tren turun yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Terancam Crash? Berpeluang Turun ke US$40 Ribu Sebelum Meledak

Data On-chain Tunjukkan Tekanan Jual Masih Dominan

Di sisi lain, data on-chain dari analis PelinayPA di CryptoQuant menunjukkan kondisi pasar XRP masih didominasi sentimen bearish meskipun harga mulai bergerak naik. Evaluasi terhadap Open Interest, kapitalisasi pasar, dan NVT Ratio menunjukkan minat investor serta aliran modal belum begitu pulih.

XRP onchain

Data terbaru memperlihatkan Open Interest turun menjadi US$350,6 juta, salah satu level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini mengindikasikan banyak posisi di pasar futures telah ditutup sehingga trader dengan leverage mulai keluar dari pasar.

Dalam kondisi normal, situasi tersebut memang dapat mengurangi tekanan jual, tetapi belum cukup menjadi sinyal pembalikan tren.

Pada saat yang sama, kapitalisasi pasar XRP juga menyusut menjadi US$10,89 miliar, menunjukkan bahwa bukan hanya posisi leverage yang berkurang, tetapi juga modal yang keluar dari pasar. Dengan kata lain, penutupan posisi belum diikuti masuknya arus modal baru yang mampu memperkuat momentum pemulihan.

BACA JUGA:  Bitcoin Masih Rapuh, Analis: Waspada US$62.400

Sementara itu, NVT Ratio masih bertahan di level 162,86, yang menandakan aktivitas jaringan on-chain belum meningkat cukup kuat untuk mendukung kenaikan valuasi pasar. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan fundamental jaringan masih relatif terbatas.

PelinayPA menilai kombinasi ketiga indikator tersebut mencerminkan melemahnya selera risiko investor.

“Aksi harga XRP saat ini masih lebih berpihak kepada penjual,” ujarnya.

Meski demikian, jika harga XRP mampu mengonfirmasi breakout di atas garis tren turun sekaligus menarik kembali aliran modal ke pasar, peluang perubahan sentimen tetap terbuka. Untuk saat ini, pelaku pasar masih menunggu apakah pergerakan teknikal mampu diikuti oleh perbaikan indikator on-chain sehingga reli yang lebih kuat dapat benar-benar terwujud.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait