Harga XRP Siap Meledak? Ada Sinyal Besar Selama Level Ini Bertahan

Harga XRP kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah sejumlah analis melihat tanda-tanda akumulasi yang berpotensi membuka jalan bagi pergerakan lebih besar dalam beberapa pekan mendatang.

Meski masih bergerak dalam fase konsolidasi, beberapa level teknikal penting dinilai tetap terjaga sehingga peluang pemulihan masih terbuka selama area support utama tidak ditembus.

Analis pasar kripto Vuori menilai XRP masih berhasil mempertahankan level krusial di sekitar US$1,13. Menurutnya, proses pembentukan dasar harga memang berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, namun tekanan beli secara perlahan dinilai terus terbentuk di balik pergerakan harga yang relatif datar saat ini.

Semua Mata Tertuju ke US$1,13, Titik Penentu Nasib XRP

Dalam analisis terbarunya, Vuori menyebut bahwa harga XRP masih bertahan di atas support penting US$1,13 setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa area tersebut masih mampu menarik minat beli dari pelaku pasar.

XRP terbaru 22 jl

Vuori menjelaskan bahwa XRP saat ini masih bergerak di bawah sejumlah indikator moving average (MA) yang berada pada rentang US$1,14 hingga US$1,23. Kawasan tersebut menjadi resistance awal yang perlu ditembus apabila aset ini ingin membangun momentum kenaikan yang lebih kuat.

BACA JUGA:  Harga XRP Sudah Bottom? Analis Ini Sebut Reli Besar Bisa Dimulai dari Sini

Setelah itu, perhatian pasar akan tertuju pada area US$1,5255 yang dipandang sebagai resistance utama berikutnya. Apabila level tersebut berhasil ditembus, peluang menuju target lebih tinggi di sekitar US$1,87 dinilai semakin terbuka.

Dalam pandangannya, pergerakan naik yang lebih besar masih berpotensi terjadi selama support US$1,13 tetap bertahan. Ia menegaskan bahwa kenaikan belum terlihat secara eksplisit saat ini, tetapi tekanan akumulasi dinilai terus berkembang di bawah permukaan pasar.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Seperti Pegas yang Ditekan, Ledakan Harga XRP Hanya Masalah Waktu

Pandangan serupa juga disampaikan analis Batman yang melihat harga XRP masih berada dalam fase compression atau pemadatan harga pada time frame rendah. Berdasarkan grafik yang dibagikannya, XRP bergerak di antara garis tren naik dan garis resistance menurun yang terus mempersempit ruang pergerakan harga.

XRP analisis 22 juni

Menurut Batman, pola tersebut umumnya muncul ketika pasar sedang menunggu katalis baru sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya. Ia menilai area demand utama di sekitar US$1,08 hingga US$1,10 masih bertahan dengan baik setelah beberapa kali memicu pantulan harga sejak awal Juni.

BACA JUGA:  Nama Ripple Masuk Radar IPO, Ada Gerakan Besar di Balik Layar?

Batman melihat kondisi tersebut sebagai indikasi bahwa pembeli masih aktif mempertahankan area support. Selama harga XRP tetap berada di atas zona tersebut, struktur bullish jangka pendek dinilai masih terjaga.

Di sisi lain, level US$1,36 kini menjadi fokus utama pelaku pasar karena dianggap sebagai ambang breakout yang dapat mengakhiri fase konsolidasi saat ini. Batman mengatakan bahwa semakin lama harga bergerak dalam ruang yang menyempit, semakin besar potensi ledakan volatilitas ketika penembusan akhirnya terjadi.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa skenario bullish berpotensi gagal apabila XRP turun dan ditutup secara meyakinkan di bawah US$1,08. Kondisi tersebut akan menandakan bahwa support utama tidak lagi mampu dipertahankan oleh pembeli.

Investasi Ripple di Afrika Perkuat Narasi Fundamental

Selain faktor teknikal, perkembangan fundamental juga menjadi sorotan pasar. Managing Director Ripple untuk Timur Tengah dan Afrika, Reece Merrick, mengumumkan bahwa Ripple telah melakukan investasi strategis ke Flutterwave, salah satu perusahaan teknologi pembayaran terbesar di Afrika.

Menurut Merrick, investasi tersebut merupakan bagian dari upaya Ripple untuk mempercepat modernisasi sistem pembayaran lintas negara di kawasan Afrika melalui pemanfaatan blockchain dan aset digital.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Masih Siapkan Lonjakan Besar, Incar Level US$120.000

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut akan mengintegrasikan stablecoin RLUSD ke jaringan pembayaran Flutterwave. Sementara itu, XRP Ledger (XRPL) akan dimanfaatkan untuk mendukung proses penyelesaian transaksi yang lebih cepat dan efisien.

“Inilah tampilan infrastruktur stablecoin dalam praktiknya,” ungkap Merrick.

Merrick juga menyebut infrastruktur Ripple Payments akan digunakan untuk menghubungkan berbagai koridor pembayaran internasional di Afrika sehingga memungkinkan transaksi lintas negara dilakukan secara real-time dengan biaya yang lebih rendah.

Kombinasi RLUSD, XRPL dan Ripple Payments dirancang untuk menghadirkan sistem pembayaran yang lebih skalabel bagi pelaku bisnis maupun pengguna di kawasan tersebut.

Perkembangan ini dinilai memperkuat utilitas ekosistem Ripple di luar aktivitas perdagangan aset digital dan berpotensi menjadi faktor pendukung bagi sentimen jangka panjang terhadap harga XRP.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait