Harga XRP Siap Meledak? Level Ini Jadi Penentunya

Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah analis pasar CJ menilai aset kripto tersebut berpotensi memasuki fase pemulihan yang lebih kuat apabila berhasil merebut kembali area perdagangan penting yang sebelumnya hilang.

Pada saat yang sama, data on-chain terbaru menunjukkan perubahan perilaku pengguna bursa, dengan aktivitas penarikan XRP mulai mendominasi di sejumlah platform besar meski dampaknya terhadap harga belum terlihat signifikan.

Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,11 atau sekitar Rp20.094, naik sekitar 0,81 persen dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat mencapai sekitar US$1,19 miliar, meski turun 10,5 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Harga XRP Berpeluang Reli, Asalkan Level Ini Bertahan

Dalam analisis teknikalnya, CJ menilai XRP sedang berada di titik krusial setelah berhasil keluar dari garis tren turun yang membatasi pergerakan harga selama beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi XRP untuk melakukan range reclaim, yakni kembali masuk ke area konsolidasi sebelumnya.

XRP analisis 16 jul

Fokus utama kini berada pada level US$1,11, yang sebelumnya berfungsi sebagai batas bawah area range. CJ menilai level tersebut harus mampu dipertahankan sebagai support baru agar skenario pemulihan tetap valid. Keberhasilan mempertahankan area tersebut akan menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali menguasai pasar.

BACA JUGA:  Bersiap! Sinyal Bullish Ganda Ini Picu Harapan Reli Besar Harga XRP

Apabila skenario tersebut terkonfirmasi, harga XRP berpeluang bergerak menuju area tengah range di sekitar US$1,40. Setelah itu, target teknikal berikutnya berada di kisaran US$1,66 hingga US$1,67, yang menjadi resistance utama sekaligus batas atas area konsolidasi sebelumnya.

Sebaliknya, jika XRP kembali kehilangan level US$1,11, peluang range reclaim dinilai melemah. Dalam kondisi itu, harga berpotensi kembali menguji support di sekitar US$1,05 hingga US$1,04, yang menjadi area pertahanan berikutnya bagi pembeli.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Data On-Chain Ungkap Sinyal Baru untuk XRP

Di sisi lain, analis Amr Taha di CryptoQuant mengungkapkan bahwa aktivitas transaksi XRP di berbagai bursa mulai bergeser ke arah dominasi penarikan aset (withdrawal). Perubahan tersebut terlihat secara bersamaan di Coinbase, Binance dan Bybit, meski belum diikuti lonjakan harga XRP.

XRP W-D 16 jul

Menurut analisisnya, Coinbase mencatat pembacaan tujuh hari paling negatif dalam sekitar lima bulan terakhir. Jumlah bersih transaksi setor dan tarik mencapai sekitar -13.000 transaksi pada 15 Juli, melampaui level sekitar -12.300 transaksi yang tercatat pada pertengahan Februari.

BACA JUGA:  Modal Hanya Rp400 Ribu, Trader Meme Coin Ini Cuan Rp10 Miliar!

Angka tersebut menunjukkan selisih transaksi penarikan terhadap penyetoran menjadi yang terbesar sejak periode tersebut.

Binance juga memperlihatkan pola serupa dengan pembacaan sekitar -5.600 transaksi, mendekati level yang terakhir kali terlihat pada Februari. Sementara itu, perubahan paling tajam terjadi di Bybit.

Dalam kurun sekitar 38 hari, indikator tujuh harinya berubah dari sekitar +27.000 transaksi menjadi mendekati -220 transaksi, menandakan dominasi transaksi penyetoran yang sebelumnya terjadi kini hampir sepenuhnya menghilang.

Taha menjelaskan bahwa kondisi tersebut mengindikasikan pergeseran aktivitas pengguna di beberapa bursa besar menuju transaksi penarikan XRP.

“Aktivitas transaksi XRP di bursa telah bergeser menuju dominasi penarikan di beberapa platform utama,” ujar Amr Taha.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa metrik tersebut hanya mengukur jumlah transaksi penyetoran dan penarikan, bukan jumlah XRP maupun nilai dolar yang berpindah. Dengan demikian, indikator tersebut lebih mencerminkan perubahan perilaku pengguna bursa daripada memastikan besarnya dana yang keluar dari platform.

Menurut Taha, meskipun Coinbase, Binance dan Bybit sama-sama mencatat dominasi transaksi penarikan, harga XRP masih bertahan di sekitar US$1,10. Hal itu menunjukkan bahwa perubahan perilaku pengguna bursa belum secara langsung diterjemahkan menjadi penguatan harga di pasar.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bersiap Cetak Sejarah? Pola yang Dulu Picu Reli 700 Persen Kembali Lagi

Kombinasi sinyal teknikal yang menunjukkan peluang range reclaim serta meningkatnya dominasi aktivitas penarikan dari sejumlah bursa kini menjadi dua faktor yang terus dipantau pelaku pasar. Keberhasilan harga XRP mempertahankan level US$1,11 diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan berikutnya dalam jangka pendek.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait