Harga XRP Siap Melejit ke US$12? Analis Temukan Sinyal Paten Ini

Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah seorang analis mengidentifikasi pola teknikal yang dinilainya berpotensi membuka jalan menuju level US$12 dalam siklus berikutnya.

Melalui analisis grafik harian yang dibagikan analis Celal Kucuker, ia menilai XRP saat ini sedang membentuk pola bullish jangka panjang yang sebelumnya kerap menjadi pemicu reli besar pada berbagai aset.

Menurutnya, struktur harga XRP menunjukkan pembentukan pola cup and handle yang masih berkembang sejak 2025. Dalam skenario tersebut, aset ini berpotensi menyelesaikan fase konsolidasi sebelum melanjutkan tren naik menuju sejumlah level resistance penting yang telah dipetakan berdasarkan Fibonacci Extension.

Pola Cup and Handle Buka Peluang XRP ke Level Lebih Tinggi

Dalam grafik yang dibagikannya, XRP terlihat bergerak di sekitar kisaran US$1,45 dan sedang berupaya keluar dari garis tren turun yang membentuk bagian handle dari pola tersebut. Kucuker menilai area US$1,74 yang bertepatan dengan level Fibonacci 0,618 menjadi resistance awal yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi momentum bullish.

XRP analisis 9 juni

Jika berhasil melewati area tersebut, target berikutnya berada di sekitar US$3,65 yang berfungsi sebagai level Fibonacci 1,0. Sementara itu, zona US$1,10 hingga US$1,12 masih dianggap sebagai area support penting yang sejauh ini mampu menahan tekanan jual.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Masih Siapkan Lonjakan Besar, Incar Level US$120.000

Dalam proyeksi yang ditampilkan, XRP diperkirakan dapat melanjutkan kenaikan secara bertahap setelah breakout dari pola handle. Fokus utama analisis tersebut berada pada level Fibonacci 1,618 di sekitar US$12,10 yang ditandai sebagai target jangka panjang.

Pandangan ini membuat sebagian pelaku pasar kembali memperhatikan struktur teknikal XRP setelah aset tersebut mengalami periode konsolidasi yang cukup panjang dalam beberapa bulan terakhir.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Belum Capai Bottom? Harga XRP Masih Hadapi Risiko Koreksi Lagi

Meski demikian, tidak semua analis melihat peluang reli besar akan terjadi dalam waktu dekat. Analis ChartNerd menilai XRP kemungkinan belum mencapai titik terendah siklusnya meskipun telah mengalami koreksi hebat sejak puncak yang terbentuk pada Juli 2025.

XRP analisis terbaru 9 jn

Berdasarkan kajian historis yang ia lakukan, fase bearish XRP pada siklus sebelumnya umumnya berlangsung antara 400 hingga 790 hari dengan kedalaman koreksi sekitar 85 persen hingga 96 persen dari puncak harga.

Sebaliknya, penurunan yang terjadi pada siklus saat ini baru berlangsung sekitar 350 hari dengan koreksi sekitar 71 persen dari rekor tertinggi terbaru.

Karena itu, ChartNerd memandang masih terdapat peluang bagi XRP untuk bergerak lebih rendah sebelum benar-benar membentuk cycle bottom. Namun, ia juga mencatat bahwa karakter pasar XRP terus berubah dari satu siklus ke siklus berikutnya.

BACA JUGA:  5 Kripto yang Layak Masuk Watchlist Awal Juni 2026

Durasi bear market maupun besarnya koreksi cenderung semakin berkurang dibandingkan periode sebelumnya.

Dalam pandangannya, kondisi tersebut membuat area harga saat ini mulai layak diperhatikan sebagai kandidat dasar pasar jangka panjang. Setelah fase dasar terbentuk dan akumulasi selesai, XRP berpotensi memasuki periode repricing yang lebih agresif menuju target Fibonacci Extension di sekitar US$8,38 dan US$13,57.

Bahkan dalam skenario yang lebih optimistis, target jangka panjang dapat mencapai sekitar US$27,06. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa proyeksi berbasis siklus memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dan tidak dapat dianggap sebagai kepastian.

Aktivitas Perdagangan XRP Sempat Melonjak Tajam

Sementara itu, data on-chain yang dianalisis oleh Arab Chain di CryptoQuant menunjukkan aktivitas perdagangan XRP di Binance sempat mengalami lonjakan kuat dalam beberapa hari terakhir. Indikator XRP Volume Z-Score tercatat naik hingga mendekati 4,5 poin, level tertinggi dalam sekitar empat bulan.

XRP Zscore 9 jn

Namun lonjakan tersebut tidak bertahan lama. Setelah mencapai puncaknya, indikator itu dengan cepat turun hingga berada di sekitar minus 0,70 pada pembacaan terbaru.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 2 Juni 2026: DOGE Siap Meledak, XLM Dekati Titik Penentu Reli Besar

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas pasar yang sempat terjadi hanya berlangsung sementara dan volume perdagangan kembali berada di bawah rata-rata 30 hari terakhir.

Arab Chain menjelaskan bahwa penurunan tajam tersebut mengindikasikan hilangnya momentum setelah lonjakan volume sebelumnya.

“Aktivitas perdagangan luar biasa yang sempat terjadi tidak bertahan lama dan volume kembali turun ke bawah rata-rata 30 hari,” tulis Arab Chain.

Pada saat yang sama, harga XRP juga sempat turun menuju sekitar US$1,13. Menurut analisis tersebut, kombinasi antara lonjakan volume dan penurunan harga sering kali mencerminkan meningkatnya tekanan jual atau proses reposisi investor setelah periode stabilitas pasar.

Meskipun demikian, data tersebut juga menunjukkan bahwa minat pasar terhadap XRP masih relatif tinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait