Harga XRP berpotensi kembali mencatatkan performa yang lebih kuat dibandingkan Bitcoin apabila mampu mengulang pola kenaikan yang terjadi pada 2024.
Analis kripto Celal Kucuker menilai XRP memiliki peluang untuk mengalami peningkatan kuat terhadap Bitcoin hingga 13 kali lipat, dengan proyeksi bahwa aset tersebut dapat menembus level US$10 apabila Bitcoin berhasil mencapai target US$150.000.
Dalam analisis teknikalnya, Celal Kucuker menunjukkan bahwa pair XRP/BTC sedang berada dalam fase akumulasi panjang setelah bergerak di bawah tekanan tren turun sejak 2018. Grafik mingguan memperlihatkan XRP masih bertahan di area support penting yang sebelumnya beberapa kali menjadi titik pertahanan bagi pembeli.
XRP Berpeluang Ulangi Performa 2024 dan Ungguli Bitcoin
Menurut Celal Kucuker, struktur harga XRP/BTC saat ini memiliki kemiripan dengan fase sebelum reli besar pada 2024, ketika XRP berhasil mengungguli pergerakan Bitcoin. Ia memperkirakan pola serupa dapat kembali terjadi apabila pasar memasuki fase rotasi modal dari Bitcoin menuju aset kripto berkapitalisasi besar.

Pada grafik mingguan, area 0,00001346–0,00001690 BTC menjadi zona support utama yang perlu dipertahankan XRP untuk menjaga struktur bullish jangka panjang. Area tersebut berfungsi sebagai basis akumulasi setelah XRP mengalami periode konsolidasi panjang.
Sementara itu, hambatan terbesar berada pada zona resistance sekitar 0,00003300–0,00003800 BTC. Area tersebut menjadi titik penting karena bertepatan dengan resistance horizontal dan garis tren turun jangka panjang yang telah membatasi pergerakan XRP sejak siklus sebelumnya.
Celal menilai bahwa apabila XRP mampu menembus resistance tersebut secara valid, aset ini berpotensi memasuki fase ekspansi baru. Dalam proyeksinya, target jangka panjang berada di sekitar 0,00019566 BTC, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 1.350 persen dari posisi saat analisis dibuat.
Perkiraan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa Bitcoin tetap melanjutkan siklus bullish hingga mencapai level US$150.000. Dalam skenario tersebut, Celal memperkirakan harga XRP dapat mengikuti pola outperform sebelumnya dan berpotensi menembus level psikologis US$10.
Harga XRP Incar Breakout Besar dari Pola Konsolidasi
Selain analisis XRP/BTC, analis Mikybull melihat harga XRP saat ini berada dalam fase akhir konsolidasi besar yang dapat menjadi pemicu pergerakan berikutnya. Berdasarkan analisis grafik mingguan kapitalisasi pasar XRP, aset tersebut membentuk pola falling wedge sejak mencapai puncak pada 2025.

Pola tersebut menunjukkan tekanan jual yang mulai melemah, ditandai dengan rangkaian lower high yang semakin menyempit. Saat ini, kapitalisasi pasar XRP berada di sekitar US$65,6 miliar dan mendekati area konvergensi antara resistance turun serta batas bawah pola.
Mikybull juga memperhatikan indikator Relative Strength Index (RSI) mingguan XRP yang kembali mendekati area oversold di sekitar level 30. Zona tersebut sebelumnya menjadi titik pembalikan penting pada 2022, sehingga apabila RSI kembali mengalami pantulan, kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa tekanan bearish mulai kehilangan momentum.
Menurut Mikybull, konfirmasi tren bullish akan semakin kuat apabila harga XRP mampu keluar dari garis resistance atas pola wedge dengan dukungan volume perdagangan yang meningkat. Breakout tersebut dinilai dapat menjadi awal dari fase kenaikan besar atau “mega breakout” bagi XRP.
Meski demikian, XRP masih perlu membuktikan kekuatan teknikalnya sebelum memasuki tren naik baru.
Kegagalan menembus resistance dapat membuat harga XRP tetap bergerak dalam fase konsolidasi lebih panjang, sementara keberhasilan breakout berpotensi meningkatkan perhatian pasar terhadap XRP sebagai salah satu kandidat pemimpin reli altcoin berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


