Harga XRP Siap Ngebut? Level Ini Bisa Jadi Gerbang Menuju US$6,50

Harga XRP tengah berada di area penting dalam struktur jangka panjang setelah kembali mendekati garis tren naik makro yang telah menopang pergerakannya selama beberapa siklus pasar.

Analis kripto Egrag Crypto menilai level US$1,60 menjadi titik krusial yang perlu direbut kembali sebelum XRP memiliki landasan teknikal lebih kuat untuk bergerak menuju US$3,25 hingga target ekspansi US$6,50.

Dalam analisis terbarunya, Egrag membandingkan proyeksi XRP menggunakan skala logarithmic dan non-logarithmic. Kedua metode tersebut menghasilkan sasaran yang sangat berbeda, yakni sekitar US$6,50 pada skala non-log dan US$222 pada skala log.

Namun, ia tidak menempatkan keduanya sebagai target dengan bobot yang sama karena masih terdapat sejumlah resistance yang harus dilewati terlebih dahulu.

Harga XRP di Titik Penentuan, US$1,60 Jadi Gerbang Menuju US$6,50

Alih-alih berfokus pada proyeksi ekstrem US$222, Egrag menempatkan US$1,60 sebagai level paling penting dalam kondisi saat ini.

XRP analisis 8 ags

Penutupan yang mampu bertahan di atas level tersebut dinilai dapat menandakan harga XRP mulai merebut kembali struktur exponential moving average (EMA) jangka panjang sekaligus menggeser kecenderungan tren makro ke arah yang lebih positif.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bersiap Cetak Sejarah? Pola yang Dulu Picu Reli 700 Persen Kembali Lagi

Pada grafik mingguan yang dibagikannya, EMA150 dan EMA200 masih berperan dalam proses pembentukan dasar, sementara ascending macro trendline terus menjadi penopang struktur jangka panjang. Di sisi bawah, US$0,85 dipandang sebagai zona potensial macro bottom jika tekanan jual kembali membawa XRP lebih rendah.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Egrag mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen kepemilikan XRP miliknya telah diakumulasi pada rentang US$1 hingga US$1,20. Strategi tersebut didasarkan pada pandangannya bahwa akumulasi di sekitar support makro menawarkan profil risiko dan potensi imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan mengejar harga XRP setelah breakout terlihat jelas.

Jika US$0,85 dapat dipertahankan dan US$1,60 berhasil direbut kembali, resistance berikutnya berada di sekitar US$3,25. Level tersebut merupakan historical macro ceiling yang perlu ditembus sebelum skenario ekspansi menuju US$6,50 memperoleh konfirmasi lebih kuat.

Target US$6,50 berasal dari measured move menggunakan skala non-logarithmic dan dinilai sebagai sasaran yang lebih realistis. Sementara itu, proyeksi US$222 dari skala logarithmic masih dikategorikan sebagai skenario ekspansi ekstrem.

Target tersebut baru menjadi lebih relevan apabila harga XRP pada akhirnya mampu membersihkan area US$3,25 hingga US$6,50 secara meyakinkan.

BACA JUGA:  XRP Bersih-bersih Leverage, Pola yang Pernah Picu Reli Hebat Muncul Lagi

Likuidasi Mulai Mendingin, tetapi Satu Risiko Masih Mengintai

Di pasar derivatif, analis Arab Chain di CryptoQuant melihat perkembangan lain yang dapat memengaruhi pergerakan harga XRP. Data Leverage Heatmap XRP dengan akumulasi 30 hari di Binance menunjukkan potensi volume likuidasi telah menurun dibandingkan level tinggi yang terlihat dalam beberapa pekan sebelumnya.

XRP Heatmap 8 AGS

Data terbaru yang dianalisis Arab Chain menunjukkan total kumulatif likuidasi posisi long selama 30 hari mencapai sekitar US$47,7 juta, sedangkan likuidasi posisi short berada di kisaran US$13,9 juta.

Likuidasi long yang jauh lebih besar memperlihatkan bahwa trader masih memiliki kecenderungan membangun posisi bullish menggunakan leverage.

Meski demikian, volume likuidasi secara keseluruhan menunjukkan tren menurun setelah sempat mencapai level tinggi pada akhir Juni dan pertengahan Juli.

Kondisi tersebut mengindikasikan sebagian posisi dengan leverage tinggi kemungkinan telah terlikuidasi atau ditutup selama periode volatilitas sebelumnya, sehingga tekanan pada pasar derivatif mulai berkurang.

“Penurunan volume likuidasi menunjukkan risiko pasar XRP kini semakin mereda,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Harga XRP di Ujung Tanduk! Ada Potensi Koreksi Jika Skenario Ini Terulang

Kondisi likuidasi yang lebih rendah pada umumnya dapat mengurangi kemungkinan pergerakan harga XRP secara tajam akibat efek domino likuidasi, sekaligus menciptakan lingkungan perdagangan derivatif yang lebih seimbang.

Namun, dominasi likuidasi long tetap menyisakan risiko apabila harga XRP tiba-tiba mengalami penurunan. Posisi trader dengan leverage bullish masih lebih rentan terhadap tekanan tersebut.

Karena itu, perkembangan open interest, funding rate dan volume perdagangan perlu dipantau untuk melihat apakah leverage kembali meningkat.

Dengan demikian, gambaran teknikal dan derivatif belum memberikan konfirmasi bahwa reli besar telah dimulai. Harga XRP masih perlu mempertahankan area support makro, kemudian mencatatkan reclaim berkelanjutan di atas US$1,60.

Jika tahap tersebut berhasil dilalui dan US$3,25 kemudian ditembus, skenario ekspansi menuju US$6,50 akan memperoleh dasar teknikal yang lebih kuat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait