Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah analis teknikal Crypto Patel menilai aset kripto tersebut sedang membentuk pola makro yang serupa dengan dua siklus bullish sebelumnya.
Berdasarkan grafik dua mingguan (2W), XRP disebut tengah berada di fase akumulasi yang pada siklus-siklus terdahulu diikuti reli lebih dari 1.000 persen. Jika pola tersebut kembali terulang dan level resistance penting berhasil ditembus, target jangka panjang di atas US$9 dinilai menjadi skenario yang realistis.
Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,10, setara Rp19.919, dengan kenaikan 1,27 persen dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini terjadi ketika para pelaku pasar terus memantau apakah XRP mampu mempertahankan area permintaan utama yang dinilai menjadi fondasi bagi potensi tren naik berikutnya.
Pola Historis Kembali Muncul, Harga XRP Bidik Reli Besar
Dalam analisisnya, Crypto Patel menjelaskan bahwa XRP kini memasuki zona akumulasi 3 atau accumulation zone 3, yakni fase yang memiliki kemiripan dengan dua periode akumulasi sebelumnya sebelum harga melonjak tajam.
Pada dua siklus terdahulu, XRP masing-masing mencatat reli sekitar 1.803 persen dan 1.168 persen setelah menyelesaikan fase konsolidasi jangka panjang.

Menurut Patel, area US$1,10 hingga US$0,70 menjadi zona akumulasi jangka panjang yang perlu terus dipertahankan. Di dalam rentang tersebut, US$1 hingga US$0,70 berfungsi sebagai area support terkuat yang sejauh ini masih mampu menopang struktur bullish XRP.
Sementara itu, US$3 menjadi level resistance utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi dimulainya fase ekspansi harga berikutnya. Patel juga menyoroti indikator MACD yang kini mulai mendekati bullish crossover, kondisi yang pada siklus-siklus sebelumnya muncul menjelang reli besar.
Apabila XRP mampu bertahan di atas zona demand tersebut sekaligus menembus resistance utama, Patel menilai peluang menuju US$9 atau lebih sebagai target makro menjadi semakin terbuka.
Dengan kata lain, struktur harga saat ini dinilai masih mendukung kemungkinan pengulangan pola bullish historis yang pernah menghasilkan kenaikan lebih dari 1.000 persen.
Aktivitas Penarikan XRP di Binance Kembali Mendominasi
Di sisi lain, data on-chain dari analis Amr Taha di CryptoQuant menunjukkan adanya perubahan perilaku investor XRP di Binance. Pada 10 Juli, transaksi penarikan (withdrawal) XRP kembali mendominasi dengan porsi 53,3 persen dari total transaksi tujuh hari terakhir, sedangkan transaksi setoran (deposit) berada di 46,6 persen.

Dominasi tersebut menciptakan selisih sekitar 6,7 poin persentase, menandakan bahwa lebih banyak pengguna Binance menarik XRP dari bursa dibandingkan menyetorkannya. Angka penarikan saat ini juga termasuk yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, hanya sedikit di bawah level 53,7 persen yang tercatat pada 22 Juni dan 53,4 persen pada 10 April.
Menurut Taha, meningkatnya dominasi transaksi penarikan mengindikasikan bahwa semakin banyak investor memindahkan XRP ke dompet pribadi atau menyimpannya untuk investasi jangka panjang, alih-alih menaruhnya di bursa untuk segera diperdagangkan.
“Aktivitas withdrawal XRP kembali memegang kendali di Binance,” ujar Amr Taha.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi jumlah XRP yang siap dijual di Binance sehingga tekanan jual dapat berkurang. Meski demikian, Taha mengingatkan bahwa indikator tersebut hanya mengukur jumlah transaksi, bukan volume XRP yang dipindahkan.
Karena itu, data tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa pasokan XRP benar-benar menyusut ataupun memastikan arah pergerakan harga XRP dalam waktu dekat.
Kombinasi pola teknikal yang dinilai masih konstruktif dan meningkatnya aktivitas penarikan dari bursa kini menjadi dua faktor yang terus dipantau pelaku pasar.
Jika area support tetap bertahan dan resistance utama berhasil ditembus, sebagian analis melihat peluang harga XRP memasuki fase bullish baru tetap terbuka, meski konfirmasi lanjutan masih dibutuhkan sebelum skenario reli besar benar-benar terwujud.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


