Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis melihat tanda-tanda bahwa fase koreksi panjang yang berlangsung sejak pertengahan 2025 mungkin telah mendekati akhir.
Di tengah upaya aset tersebut mempertahankan area support penting, beberapa indikator teknikal dan data pasar derivatif menunjukkan potensi pemulihan yang terus menguat.
Pandangan tersebut muncul ketika harga XRP masih bergerak di sekitar US$1,20. Sejumlah analis menilai struktur pasar saat ini mulai menunjukkan karakteristik yang sering muncul menjelang perubahan tren, meskipun konfirmasi penuh terhadap skenario bullish masih memerlukan penembusan beberapa level resistance utama.
Zona Bottom XRP Jadi Sorotan, Awal Reli Besar Makin Terbuka?
Salah satu pandangan datang dari analis Finsends yang mengakui bahwa struktur pergerakan XRP saat ini cukup sulit dijelaskan menggunakan aturan standar Elliott Wave. Meski demikian, ia menilai pola koreksi yang terbentuk tetap masuk akal jika dilihat dari konteks pergerakan harga secara keseluruhan.

Dalam pemetaannya, Finsends menyoroti area US$0,75 hingga US$1,05 sebagai zona pembalikan yang paling berpotensi menjadi dasar akhir koreksi. Kawasan tersebut sebelumnya ditandai sebagai area dengan probabilitas tertinggi untuk memicu perubahan arah tren setelah tekanan jual yang berlangsung berbulan-bulan.
Menurutnya, terdapat peluang yang cukup besar bahwa harga XRP sebenarnya sudah membentuk titik terendah sebelum mencapai batas bawah zona tersebut. Hal itu didasarkan pada kemampuan harga untuk bertahan di atas area support utama dan mulai membangun struktur pemulihan bertahap.
Finsends juga melihat area US$1,05 sebagai level penting yang perlu dipertahankan agar peluang kenaikan tetap terbuka. Sementara itu, resistance utama yang perlu direbut kembali berada di sekitar US$3,40.
Jika level tersebut berhasil ditembus, struktur koreksi yang berkembang sejak tahun lalu berpotensi dinyatakan selesai dan membuka jalan bagi reli yang lebih besar.
Target Double Bottom Tercapai, Harga XRP Kini Uji Kekuatan Tren Naik
Sementara itu, analis ChartNerd menyoroti perkembangan teknikal lain yang dinilai mendukung prospek pemulihan harga XRP dalam jangka pendek. Menurutnya, target kenaikan dari pola double bottom yang terbentuk sebelumnya telah tercapai dengan sangat presisi.

Setelah menembus pola tersebut, harga XRP berhasil naik hingga menguji area resistance utama sekaligus menyentuh indikator Exponential Moving Average (EMA) 50 harian yang selama ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kekuatan pemulihan pasar.
ChartNerd menjelaskan bahwa area US$1,30 kembali menunjukkan fungsinya sebagai zona support dan resistance yang kuat. Ketika harga mencapai level tersebut, muncul tekanan jual yang menghentikan laju kenaikan sementara dan memicu koreksi ringan.
Meski mengalami penolakan, ia belum melihat adanya kerusakan pada struktur bullish jangka pendek. Menurutnya, harga saat ini lebih cenderung sedang mencari area support baru setelah berhasil menyelesaikan target pola double bottom.
Ia menambahkan bahwa struktur higher low yang terbentuk setelah titik terendah sebelumnya masih menjadi sinyal positif.
Karena itu, kawasan US$1,20 hingga US$1,16 kini menjadi support terpenting yang perlu dipertahankan. Selama harga XRP mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk kembali menguji resistance US$1,30 dinilai masih terbuka.
Likuiditas Kembali Mengalir, XRP Bersiap Hadapi Pergerakan Besar?
Di luar analisis teknikal, data on-chain dan derivatif juga menunjukkan peningkatan minat pasar terhadap XRP. Analis Arab Chain di CryptoQuant melaporkan bahwa rata-rata open interest 30 hari XRP di Binance telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat bulan terakhir.

Berdasarkan indikator XRP Open Interest Z-Score, total open interest tercatat sekitar 486,8 juta XRP, sementara rata-rata pergerakan 30 harinya naik menjadi sekitar 484,8 juta XRP. Kondisi tersebut mencerminkan kembalinya likuiditas dan aktivitas ke pasar berjangka XRP setelah sebelumnya mengalami periode koreksi.
Arab Chain menjelaskan bahwa kenaikan open interest telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir sebelum memasuki fase stabilisasi. Namun, peningkatan terbaru menunjukkan momentum pasar kembali membaik dibandingkan periode sebelumnya.
Pada saat yang sama, nilai Z-Score berada di sekitar 0,19 atau masih dalam rentang historis normal. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas derivatif yang meningkat belum didorong oleh spekulasi berlebihan ataupun penggunaan leverage yang ekstrem.
Menurut Arab Chain, kenaikan berkelanjutan pada rata-rata open interest dapat mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap XRP serta ekspektasi bahwa pergerakan harga yang lebih besar berpotensi terjadi dalam waktu dekat.
Kombinasi antara struktur teknikal yang mulai membaik dan meningkatnya aktivitas pasar derivatif membuat harga XRP kembali menjadi perhatian pelaku pasar yang menunggu konfirmasi arah tren berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


