Harga XRP Terjebak Zona Kritis, Sinyal Bullish Muncul Tapi Masih Rapuh

Pergerakan harga XRP saat ini berada dalam fase krusial setelah gagal menunjukkan pemulihan yang kuat di tengah tekanan jual yang masih dominan.

Berdasarkan analisis terbaru dari sejumlah analis pasar, harga XRP bergerak di kisaran US$1,42 hingga US$1,43 dan terjebak dalam zona konsolidasi yang memperlihatkan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Kondisi ini mencerminkan bahwa upaya kenaikan masih belum didukung oleh kekuatan pasar yang solid.

Analis Vlad Anderson menyebut bahwa setiap kenaikan harga XRP cenderung diiringi tekanan jual yang muncul secara cepat. Data menunjukkan cadangan XRP di bursa masih tinggi, berada di sekitar 2,76 miliar XRP.

Angka ini menjadi indikator penting karena menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar masih menempatkan aset mereka di bursa, yang berpotensi digunakan sebagai likuiditas untuk menjual ketika harga naik.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Selain itu, aktivitas whale juga menjadi sorotan. Dalam beberapa hari terakhir, aliran XRP dari wallet besar ke bursa tercatat meningkat, dengan kisaran transaksi mencapai 40.000 hingga 60.000 XRP dalam beberapa kali lonjakan.

BACA JUGA:  Daftar Altcoin yang Dilirik Grayscale April 2026, Sudah Punya?

Pola ini, menurut Anderson, sering kali berkorelasi dengan strategi distribusi, di mana kenaikan harga dimanfaatkan sebagai peluang keluar oleh pemegang besar. Akibatnya, momentum kenaikan harga XRP menjadi terbatas dan cenderung cepat mereda.

XRP analisis 22 apr

Meski demikian, indikator teknikal mulai menunjukkan perbaikan. Relative Strength Index (RSI) tercatat menguat, sementara indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mulai berbalik ke zona bullish.

Namun, sinyal ini dinilai masih lemah karena belum didukung oleh lonjakan volume atau penurunan signifikan cadangan di bursa. Selama kondisi tersebut belum berubah, harga XRP berisiko membentuk pola lower high yang mengindikasikan tren naik belum sepenuhnya terbentuk.

Konsolidasi XRP Berlanjut, Support Jadi Penopang Utama

Di sisi lain, analis Cryptonic melihat adanya fondasi teknikal yang cukup penting pada pergerakan harga XRP saat ini. Harga tercatat bertahan di atas zona support utama di kisaran US$1,37 hingga US$1,38. Area ini telah beberapa kali menahan tekanan jual dan menjadi titik krusial bagi arah pergerakan selanjutnya.

BACA JUGA:  Analisis Kripto: ETH Pimpin Sinyal Bullish, 4 Altcoin Ini Siap Masuk Fase Bullish

XRP analisis terbaru 22 apr

Struktur candlestick menunjukkan pola pergerakan yang bergantian antara tekanan beli dan jual, mencerminkan kondisi pasar yang masih ragu. Namun, kondisi ini juga mengindikasikan adanya potensi akumulasi di area bawah. Jika support tersebut mampu dipertahankan, maka harga XRP berpeluang bergerak naik menuju area US$1,51.

Lebih lanjut, penutupan harga secara konsisten di atas US$1,43 dinilai dapat memperkuat skenario bullish, karena menunjukkan adanya permintaan baru yang masuk ke pasar. Sebaliknya, jika harga XRP turun dan menembus level US$1,37, maka tekanan jual diperkirakan akan meningkat dan membuka ruang penurunan ke level yang lebih rendah.

Whale Borong XRP, Ripple Antisipasi Risiko Komputasi Kuantum

Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, data on-chain menunjukkan bahwa whale justru melakukan akumulasi sekitar 360 juta XRP dalam satu pekan terakhir.

Aktivitas ini menandakan bahwa pelaku besar masih melihat potensi jangka menengah hingga panjang, meskipun dalam jangka pendek mereka tetap aktif memanfaatkan likuiditas pasar.

BACA JUGA:  Harga XRP Naik Tipis, Bakal Lanjut atau Balik Turun?

Sementara itu, dari sisi fundamental, Ripple mengumumkan roadmap besar untuk meningkatkan keamanan XRP Ledger (XRPL) terhadap ancaman komputasi kuantum.

Rencana tersebut mencakup beberapa fase hingga target implementasi penuh pada 2028, dengan fokus pada adopsi kriptografi tahan-kuantum.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi risiko di masa depan, termasuk kemungkinan pembobolan private key dan kerentanan akun lama jika teknologi komputasi kuantum berkembang pesat. Dengan mempersiapkan skenario “Q-Day,” Ripple berupaya memastikan keamanan jaringan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait