Harga XRP Terkunci 7 Bulan, Kini Sinyal Ledakan Besar Mulai Terlihat

Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah bergerak di sekitar US$1,52. Di tengah penguatan sejumlah aset kripto utama, analis MasterAnanda menilai XRP masih relatif tertinggal dan justru kondisi tersebut membuka peluang bagi pergerakan yang lebih besar.

Dalam analisis terbarunya, MasterAnanda menyoroti bahwa pair XRPUSDT masih bergerak di dalam area konsolidasi yang terbentuk sepanjang 2026.

XRP terbaru analisis 23 sep

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah proyek kripto lain yang telah mencetak higher high ataupun mempertahankan struktur higher low setelah koreksi.

Ia melihat perbedaan itu sebagai indikasi bahwa XRP masih berada pada tahap yang relatif awal dalam siklus kenaikannya.

“XRP diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi baru dalam jangka panjang,” tulis MasterAnanda.

Kendati demikian, proyeksi tersebut merupakan pandangan teknikal sang analis dan bukan kepastian mengenai arah harga XRP berikutnya.

Volume XRP Jadi Sinyal Utama

Salah satu faktor terpenting dalam narasi bullish MasterAnanda adalah perubahan volume perdagangan XRP.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Ia menyoroti bahwa volume XRPUSDT dalam tiga hari terakhir pada bursa yang dianalisis mencapai level yang disebutnya sebagai yang tertinggi sepanjang data pada grafik tersebut.

Menurutnya, lonjakan volume ini menjadi penting apabila dibandingkan dengan pergerakan XRP pada November 2024.

Pada periode tersebut, XRP sempat mengalami peningkatan volume yang besar sebelum harga bergerak naik selama beberapa bulan dan kemudian mencetak rekor harga baru.

MasterAnanda memperkirakan volume terbaru bahkan sekitar sepuluh kali lebih besar dibandingkan lonjakan yang terlihat pada November 2024.

Jika interpretasi tersebut tepat, peningkatan aktivitas perdagangan yang sangat besar dapat menunjukkan bahwa XRP tengah memasuki fase pasar yang berbeda dibanding beberapa bulan sebelumnya.

BACA JUGA:  Staking AVAX Makin Fleksibel, Avalanche Rombak Ekonomi Token lewat Helicon

Namun, volume yang tinggi sendiri tidak otomatis berarti seluruh aktivitas berasal dari tekanan beli. Volume menggambarkan peningkatan transaksi, sehingga konfirmasi dari struktur harga tetap menjadi faktor penting untuk menentukan apakah permintaan benar-benar mampu mendorong XRP lebih tinggi.

Konsolidasi Tujuh Bulan Bisa Jadi Pemicu Pergerakan Besar

Faktor berikutnya adalah periode konsolidasi XRP yang berlangsung cukup lama.

MasterAnanda menilai XRP telah berada dalam pola sideways selama sekitar tujuh bulan di area yang relatif rendah dibanding puncak sebelumnya.

Dalam analisis teknikal, konsolidasi panjang sering menjadi perhatian karena menunjukkan harga bergerak di dalam kisaran tertentu sembari pasar mencari keseimbangan baru antara pembeli dan penjual.

Ketika harga akhirnya keluar dari rentang tersebut dengan volume besar, volatilitas dapat meningkat secara signifikan.

Inilah yang menjadi dasar MasterAnanda memperkirakan bahwa breakout dari area konsolidasi berpotensi menghasilkan pergerakan bullish yang cepat.

Pada harga US$1,52, target awal US$2 yang disebut sang analis membutuhkan kenaikan sekitar 31,8 persen.

Jika XRP berhasil mencapai level tersebut, perhatian berikutnya kemungkinan akan beralih pada kemampuan harga mempertahankan struktur higher high dan higher low, bukan sekadar mencetak lonjakan sesaat.

Bitcoin dan Ethereum Lebih Dulu Menguat

MasterAnanda juga membandingkan XRP dengan Bitcoin dan Ethereum.

Menurut analisisnya, Bitcoin telah mencapai harga tertinggi sejak Januari 2026. Ethereum dan sejumlah proyek kripto besar lainnya juga menunjukkan performa yang lebih kuat.

BACA JUGA:  PONS Diborong Institusi, Apakah US$1 Jadi Target Berikutnya?

Sebaliknya, XRP masih diperdagangkan di dalam rentang konsolidasi tahun 2026.

Perbedaan tersebut membuat sang analis melihat XRP sebagai aset yang belum sepenuhnya mengikuti ekspansi pasar kripto yang lebih luas.

Dalam skenario bullish, ketertinggalan itu dapat berubah menjadi ruang bagi XRP untuk mengejar performa aset besar lainnya apabila modal mulai mengalir ke koin tersebut.

Tetapi kondisi sebaliknya juga perlu dipertimbangkan. Ketertinggalan relatif tidak dengan sendirinya menjamin sebuah aset akan mengejar kenaikan pasar. XRP masih membutuhkan breakout harga yang berkelanjutan untuk memperkuat narasi tersebut.

Cadangan XRP Binance Naik ke Level Tertinggi Tiga Bulan

Di tengah narasi bullish tersebut, data on-chain memberikan perspektif tambahan.

Analis Arab Chain di CryptoQuant mengungkapkan bahwa cadangan XRP di Binance meningkat menjadi sekitar 2,68 miliar XRP, level tertinggi sejak Juni. Peningkatan tersebut terjadi ketika harga XRP berada di sekitar area US$1,50.

XRP Exchange 23 sep

Data itu menunjukkan bahwa jumlah XRP yang tersimpan di Binance kembali meningkat setelah sebelumnya mengalami penurunan cukup besar dan kemudian berangsur pulih dalam beberapa pekan terakhir.

Naiknya exchange reserve berarti lebih banyak XRP berada di dalam ekosistem perdagangan Binance dan secara teoritis lebih mudah tersedia untuk diperdagangkan di pasar spot.

Meski demikian, peningkatan cadangan tidak selalu berarti pemegang XRP sedang bersiap menjual aset mereka.

“Peningkatan cadangan tidak serta-merta berarti pemegang XRP sedang bersiap untuk melakukan aksi jual dalam waktu dekat. Sebaliknya, hal ini mencerminkan peningkatan volume koin yang tersimpan dalam ekosistem perdagangan, sehingga memberikan likuiditas yang lebih besar bagi para pedagang,” jelas Arab Chain.

BACA JUGA:  Harga XRP Mulai Panaskan Mesin, Reli Besar Berpotensi Membawanya ke US$10

Implikasinya bergantung pada bagaimana data tersebut berkembang selanjutnya.

Apabila cadangan terus meningkat bersamaan dengan inflow ke bursa dan volume perdagangan yang semakin besar, pasokan XRP yang siap diperdagangkan juga dapat bertambah. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat menciptakan tekanan suplai jangka pendek apabila permintaan tidak mampu menyerap XRP yang masuk ke pasar.

Sebaliknya, jika lonjakan cadangan dibarengi permintaan yang kuat dan harga tetap mampu bergerak naik, peningkatan likuiditas di Binance belum tentu menggagalkan skenario bullish.

Karena itu, perkembangan cadangan bursa, netflow, volume perdagangan dan price action XRP menjadi indikator yang layak dipantau bersamaan.

Dengan XRP saat ini berada di sekitar US$1,52, pasar menghadapi dua sinyal yang menarik, yakni volume perdagangan yang menurut MasterAnanda mendukung dimulainya ekspansi bullish, sementara cadangan XRP di Binance justru naik ke level tertinggi dalam tiga bulan.

Interaksi antara permintaan dan tambahan pasokan di bursa tersebut kemungkinan akan menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan apakah XRP mampu melanjutkan momentum menuju US$2 atau kembali bertahan di dalam konsolidasi yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait