Harga XRP Terpuruk di US$1, Analis Sebut Ini Kesempatan Emas

Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah koreksi berkepanjangan menyeret aset kripto tersebut ke sekitar US$1.

Meski tren penurunan masih membayangi pasar, analis Don menilai area harga saat ini justru menawarkan kesempatan menarik setelah XRP kehilangan sebagian besar kenaikan yang terbentuk dalam reli sebelumnya.

Berdasarkan grafik tiga hari yang dibagikan Don, harga XRP berada di sekitar US$1,005 setelah sebelumnya sempat diperdagangkan di kisaran US$3,40–US$3,50 pada pertengahan 2025.

Penurunan itu membawa XRP mendekati area support jangka panjang, sehingga level psikologis US$1 kini menjadi titik penting dalam menentukan apakah tekanan jual berlanjut atau mulai mereda.

Terjun Jauh dari Puncak, Harga XRP Tiba di Zona Krusial

Don menilai harga XRP di sekitar US$1 sebagai sebuah “kesempatan” karena area tersebut berdekatan dengan garis support jangka panjang. Garis tersebut berada di sekitar US$0,90–US$1 dan dapat menjadi area pertahanan penting setelah XRP bergerak dalam struktur menurun selama beberapa bulan terakhir.

XRP analisis Don 15 AGS

Grafik Don memperlihatkan perubahan berarti dalam struktur pasar XRP. Setelah bergerak relatif datar di bawah US$1 sepanjang sebagian besar 2024, XRP melesat menjelang akhir tahun dan kemudian mencapai kisaran US$3,30 pada awal 2025.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 4 Agustus 2026: LINK, ALGO, ETH, HYPE dan ZEC Kirim Sinyal Besar, Trader Wajib Pantau Level Ini

Harga selanjutnya terkoreksi sebelum kembali melonjak hingga sekitar US$3,50 pada pertengahan tahun.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Namun, momentum tersebut gagal dipertahankan. Sejak puncak pertengahan 2025, XRP membentuk rangkaian pergerakan menurun dan secara bertahap kehilangan beberapa area support. Tekanan tersebut akhirnya membawa harga XRP kembali mendekati US$1 pada Agustus 2026.

Dalam skenario yang tergambar pada analisis Don, kemampuan XRP bertahan di sekitar US$1 menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan. Breakdown tegas di bawah garis support sekitar US$0,90 berpotensi memperpanjang struktur bearish yang sedang berlangsung.

Sebaliknya, apabila area tersebut mampu dipertahankan dan pembeli kembali mengambil kendali, XRP memiliki ruang untuk mencoba pemulihan. Don menandai US$1,70 sebagai salah satu level penting di sisi atas.

Meski demikian, harga XRP masih harus melewati sejumlah hambatan sebelum mencapai target tersebut. Area sekitar US$1,20 hingga US$1,40 menjadi zona yang perlu direbut kembali untuk memberikan indikasi awal bahwa tekanan bearish mulai kehilangan kekuatan.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Sedang Ketuk Pintu Reli? Analis Ungkap Level yang Bisa Ubah Segalanya

Ada Gerakan Besar XRP di Balik Layar

Di tengah tekanan harga tersebut, data on-chain yang dianalisis Amr Taha di CryptoQuant menunjukkan perubahan mencolok pada aktivitas XRP di bursa kripto terpusat. Proporsi transaksi penarikan XRP di Binance dan seluruh bursa terpusat (CEX) tercatat mencapai level tertinggi sejak 2019.

XRP deposit withdraw 15 gs

Pada Jumat (14/8/2026), porsi transaksi penarikan XRP di Binance mencapai 56,85 persen, sedangkan angka serupa pada seluruh CEX berada di 54,9 persen. Pada saat bersamaan, proporsi transaksi deposit justru turun ke level terendah sejak 2019, yakni 43,12 persen di Binance dan 45,0 persen di seluruh CEX.

Perbedaan antara transaksi penarikan dan deposit terlihat lebih lebar di Binance. Selisih keduanya mencapai 13,73 poin persentase, dibandingkan dengan 9,9 poin persentase apabila aktivitas seluruh bursa terpusat digabungkan.

Menurut Taha, kondisi tersebut mencerminkan pergeseran aktivitas yang berlangsung secara berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan dalam satu hari. Pasalnya, metrik yang digunakan dihitung berdasarkan periode tujuh hari.

BACA JUGA:  Rusia Tuding CEO Telegram Bantu Teroris, Kripto GRAM Ambruk 3 Persen

Kemunculan pola serupa di Binance maupun pasar CEX secara keseluruhan juga mengindikasikan perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada satu bursa.

Kendati demikian, data itu tidak serta-merta membuktikan terjadinya akumulasi XRP. Metrik tersebut mengukur persentase jumlah transaksi, bukan volume XRP yang ditransfer. Karena itu, tingginya proporsi withdrawal atau penarikan belum dapat digunakan sendiri untuk memastikan bahwa arus keluar bersih XRP dari bursa sedang meningkat.

Data tersebut setidaknya menunjukkan transaksi penarikan saat ini mendominasi aktivitas XRP di bursa pada tingkat yang belum terlihat sejak 2019.

Perkembangan itu muncul ketika harga XRP menguji area US$1, sehingga pergerakan di sekitar support tersebut dan perubahan aktivitas bursa menjadi dua faktor yang dapat diperhatikan untuk menilai arah XRP berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait