Harga XRP Terus Turun Dekati US$1, Analis Justru Tunggu Momen Ini

Harga XRP kembali mendekati level psikologis US$1 setelah tekanan jual membawa aset kripto tersebut ke bagian bawah rentang pergerakannya dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, analis kripto Jaydee menilai pelemahan tersebut justru membawa XRP semakin dekat dengan area teknikal penting yang berpotensi menentukan berakhir atau berlanjutnya fase koreksi.

Dalam analisis grafik mingguan pair XRP/USD, Jaydee menyoroti pembentukan falling wedge besar yang telah berkembang sejak harga alami rejection dari kawasan US$3,50. Pola itu membuat pergerakan XRP semakin menyempit di antara dua garis tren menurun, dengan harga terbaru berada dekat batas bawah pola.

Alih-alih menganggap penurunan saat ini sebagai konfirmasi kelanjutan tren bearish, ia memilih menunggu tanda bahwa retracement telah selesai sebelum menentukan proyeksi puncak berikutnya untuk siklus 2027–2028.

Tekanan Belum Reda, Harga XRP Dekati Titik Balik Krusial

Grafik yang dibagikan Jaydee memperlihatkan XRP beberapa kali gagal melewati garis resistance menurun sejak pertengahan 2025.

Rejection pertama terlihat setelah lonjakan menuju sekitar US$3,50, kemudian harga kembali gagal mempertahankan momentum ketika berada dekat US$3. Rejection berikutnya terjadi pada 2026 saat XRP mencoba keluar dari struktur penurunan.

BACA JUGA:  Baru Beli Bitcoin? Ini yang Perlu Kamu Lakukan Setelahnya

XRP analisis 11 AGS

Rangkaian tersebut mempertahankan lower high dan membawa harga XRP semakin dekat ke ujung falling wedge. Area yang kini mendapat perhatian berada di sekitar US$1 hingga US$1,0133, bertepatan dengan level Fibonacci 0,786 yang ditampilkan pada grafik.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Level tersebut menjadi penting karena batas bawah wedge juga berada di kawasan serupa. Jika support bertahan dan harga kemudian berbalik menembus garis resistance atas, struktur falling wedge berpeluang memberikan konfirmasi awal perubahan tren.

Sebaliknya, kehilangan area US$1 secara meyakinkan akan melemahkan skenario pembentukan dasar yang sedang diamati.

Pada sisi atas, kawasan sekitar US$1,10–US$1,20 menjadi hambatan awal yang perlu direbut kembali. Setelah itu, area US$1,30–US$1,40 menjadi resistance lanjutan karena sebelumnya menjadi lokasi penolakan harga.

Dengan demikian, kenaikan sesaat belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan sebelum XRP mampu keluar dari struktur lower high yang masih berlangsung.

Jaydee belum mencantumkan target harga spesifik untuk puncak siklus berikutnya. Fokus analisisnya masih tertuju pada penyelesaian retracement dan konfirmasi breakout. Pendekatan tersebut membuat pergerakan di sekitar US$1 menjadi bagian penting untuk melihat apakah tekanan turun mulai kehilangan tenaga atau justru berlanjut.

XRP Sepi di Bursa, tetapi Aktivitas Jaringannya Meledak

Di tengah lemahnya harga XRP, analis CryptoOnchain di CryptoQuant menemukan perbedaan mencolok antara aktivitas jaringan XRP dan pergerakan aset menuju bursa terpusat. XRP ditutup di sekitar US$1,03 pada 8 Agustus, setelah bergerak turun dari kawasan US$1,08 menuju US$1,02–US$1,03 selama sepekan.

BACA JUGA:  Elon Musk Bikin Trader Kripto Ini Cuan Rp143 Juta dari Rp500 Ribu

XRP network 11 ags

Aktivitas jaringan justru meningkat tajam. Jumlah transaksi XRP melampaui 2,8 juta pada 5 Agustus, melonjak sekitar 86 persen dalam sepekan dan lebih dari 81 persen dibandingkan baseline 30 hari.

Sepanjang pekan tersebut, transaksi harian bertahan pada kisaran 1,3 juta hingga 2,8 juta, sementara rata-rata tujuh hari naik melampaui rata-rata enam bulan sebesar 1,83 juta transaksi. Jumlah akun aktif juga meningkat lebih dari 5 persen dalam periode 30 hari.

Pada saat yang sama, aktivitas XRP menuju Binance turun drastis. Jumlah alamat deposit merosot sekitar 96 persen dibandingkan baseline bulanan dan kuartalan.

Arus masuk dan keluar masing-masing turun sekitar 79 persen dan 85 persen dibandingkan rata-rata 90 hari. Kondisi ini menunjukkan peningkatan penggunaan jaringan belum diikuti perpindahan koin dalam jumlah besar menuju bursa untuk dijual.

XRP derivative 11 ags

Pasar derivatif juga menunjukkan berkurangnya aktivitas spekulatif. Open interest turun dari sekitar US$403 juta pada 28 Juli menjadi US$391 juta pada 8 Agustus, mendekati titik terendah enam bulan.

BACA JUGA:  Modal Rp45 Ribu Jadi Rp542 Juta, Trader Meme Coin Ini Bikin Melongo!

Leverage berada di 0,150, lebih rendah dibandingkan puncaknya di 0,190. Pada 7 Agustus, sekitar US$3,4 juta posisi long terlikuidasi ketika harga XRP turun ke US$1,02, sedangkan funding rate kembali positif ke 0,008 pada hari berikutnya.

CryptoOnchain menilai kombinasi support yang sedang diuji, leverage yang berkurang, minimnya tekanan dari arus bursa, serta peningkatan penggunaan jaringan dapat mencerminkan proses pembentukan dasar.

Aktivitas jaringan meningkat, sementara tekanan jual di bursa terus melemah,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, harga XRP masih menghadapi ujian teknikal di sekitar US$1. Namun, divergensi antara pelemahan harga dan meningkatnya aktivitas on-chain membuat area tersebut menjadi sorotan untuk melihat apakah pasar mulai memasuki fase akumulasi lokal atau kembali melanjutkan koreksi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait